Mengenang 20 Tahun Wafatnya Desainer Gianni Versace

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Kamis, 13/07/2017 14:05 WIB
Mengenang 20 Tahun Wafatnya Desainer Gianni Versace Gianni Versace, sang maestro mode yang mendobrak banyak pakem berbusana. (Foto: REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam dunia mode, siapa yang tidak kenal Gianni Versace? Pendiri kerajaan Versace yang banyak mengubah wajah industri mode dari berbagai aspek, mulai dari busana, para supermodel hingga karakter pelanggannya.

Lahir di Reggio Callabria, Italia, 2 Desember 1946, Gianni Versace juga merupakan salah satu desainer yang berhasil mengangkat mode Italia ke permukaan dan dikenal di seluruh dunia.

Kematian Tragis
20 tahun yang lalu, tepatnya 15 Juli 1997, sang perancang tewas ditembak di depan rumahnya di Miami Beach, Ocean Drive oleh seorang pria 27 tahun bernama Andrew Cunanan.

Sejarah pun mencatat motif kematiannya masih misterius karena sang pelaku pembunuhan juga ditemukan tewas bunuh diri, delapan hari kemudian. Sang pembunuh ternyata memiliki gangguan jiwa dan telah merenggut 4 nyawa manusia secara acak selama hidupnya.


Ironisnya, kematian sang perancang justru membuat nama kerajaan Versace semakin panas dibicarakan di seluruh dunia dan meningkatkan pundi-pundi keuntungan.

Pasca kematiannya, perusahaan diserahkan kepada saudara-saudari Gianni, Santo dan Jorge Saud sebagai CEO serta Donatella yang menjadi pimpinan desain hingga kini.

Mengubah Sejarah Mode
Seberapa besar sejarah mode diubah oleh pria pengagum seniman Andy Warhol tersebut? Jawabannya sangat banyak. Di saat mode berjalan mulus dengan segala pakem yang sudah ada, ia mendobrak banyak hal. 

Penggunaan warna dalam busananya dianggap sangat intens di masanya dan membuat orang ‘sakit mata’.

Motif yang ramai, warna serba bertabrakan, payet bertaburan tanpa adanya aturan yang jelas hingga siluet yang serba mengecil dan ketat dianggap melewati batas-batas norma kesopanan.

Ketimbang mengikuti aturan mode sebagai pakaian, ia mengubahnya menjadi sebuah budaya pop. Aspek mode di tangannya meliputi banyak hal, mulai dari seni, hiburan, gaya hidup hingga bagaimana seseorang dinilai dalam status sosial.

Terlepas dari segenap komentar miring tentang garis rancangan, Gianni Versace sangat mengutamakan kualitas jahit yang detail dan penuh presisi.

Itulah sebabnya koleksi Versace Couture terkenal mahal karena dijahit tangan oleh para ahli selalu dibanderol dengan harga selangit dan mendapatkan pengakuan.

Supermodel & Figur Publik
Salah satu momen yang paling tak terlupakan adalah kelahiran para supermodel. Sebut saja Naomi Campbell, Cindy Crawford, Linda Evangelista hingga Christy Turlington merupakan segelintir nama yang diangkatnya dari status sekedar model menjadi selebriti.

Bukan rahasia umum pula jika eksistensi seorang desainer mode dipengaruhi oleh klien-klien penting yang setia membeli karyanya. Begitupula dengan Gianni yang lingkup klien hingga pertemanannya datang dari figur publik segala profesi.

Dalam sebuah wawancara, editor mode majalah Vogue Amerika, Anna Wintour mengatakan bahwa salah satu desainer yang menyadari pentingnya kekuatan selebriti atau figur publik untuk menempati kursi depan peragaan busana sebagai penonton adalah Gianni Versace.

Penyanyi Elton John, Lady Diana hingga sejumlah selebriti pun terlihat menghadiri pemakamannya. Dalam dunia musik, Gianni Versace juga akrab dan rutin mendadani penampilan pemusik seperti Madonna, almarhum Prince hingga Jon Bon Jovi.

Jauh sebelum Taylor Swift dikenal dengan geng #SquadGoals, desainer ini sudah menciptakan sebuah lingkaran pertemanan penting yang serupa seperti dikutip dari The Guardian.

Kematian sang desainer baru-baru ini juga diangkat ke layar kaca oleh stasiun TV FX dengan judul 'Versace: American Crime Story' yang dibintangi Penelope Cruz sebagai Donatella Versace, Darren Criss sebagai sang pembunuh, Edgar Ramirez sebagai Gianni Versace dan Ricky Martin sebagai kekasih Gianni.