Kemenpar Gandeng Pentahelix Gencarkan 10 Bali Baru

Advertorial, CNN Indonesia | Kamis, 20/07/2017 14:04 WIB
Kemenpar Gandeng Pentahelix Gencarkan 10 Bali Baru
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus gencar mengembangkan 10 Destinasi Prioritas atau 10 Bali Baru yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Demi tujuan itu, Kementerian Pariwisata menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Strategi Pemasaran 10 Destinasi Prioritas di Hotel Santika Premier, Jakarta pada Selasa (18/7/2017).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, saat ini 3A, yaitu Akses, Atraksi dan Amenitas pada 10 Destinasi Prioritas terus dikembangkan. Menurutnya, ketiga unsur itu harus berjalan seiringan dengan promosi.


“Acara ini sangat penting dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan target pemasaran di 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden dan Kemenpar atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru,” ujar Esthy dalam rilisnya, Kamis (20/7/2017).

Esthy menambahkan, dalam FGD ini muncul rekomendasi strategi pemasaran 10 Destinasi Prioritas dan cara mencapai target strategi pemasaran, serta strategi promosi pariwisata yang harus digencarkan.

Untuk strategi marketing menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), strategi promosi dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), dan strategi media dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama.

Untuk merealisasikannya harus menggandeng unsur pentahelix ABCGM.

“Untuk menjaring masukan, ide, dan gagasan hingga menjadi rumusan yang nantinya dipakai untuk memasarkan 10 Bali Baru, seluruh stakeholder pariwisata kita gandeng. Terutama unsur pentahelix yang terlibat instansi/lembaga, pelaku industri/bisnis, asosiasi, akademisi, komunitas, serta media yang terlibat dalam bidang pemasaran pariwisata,” papar Esthy.

Oleh karena itu pada FGD kali ini, seluruh stakeholder pariwisata yang mewakili 10 Destinasi Prioritas diundang. Unsur pentahelixnya lengkap. Dari pihak pemerintah diwakili dari Dinas Pariwisata 10 destinasi prioritas.

Sementara di sektor bisnis diwakili pelaku industri pariwisata seperti maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Group).

"Asosiasinya juga ada GIPI, PHRI, ASITA, Akademisi (Universitas Pancasila), dan Komunitas Historia Indonesia, satunya lagi media nasional,” tambahnya.

Unsur Pentahelix ini digandeng untuk menjaring masukan, ide, dan gagasan seputar pengembangan pariwisata di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata.

“Harapannya, menghasilkan rekomendasi atau pedoman strategi pemasaran pariwisata nusantara yang komprehensif dan aplikatif,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut tampak hadir pula Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Putu Ngurah, Anggota Komisi X DPR RI Nuroji, PIC Tim Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kep. Seribu. Dodi Riadi.

Menanggapi FGD itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, upaya melejitkan 10 Destinasi Prioritas memang harus melalui pemantauan dan evaluasi. Semua hal itu perlu sinergi dari semua pihak.

“Pertimbangan segala aspek itu hal yang sangat penting, untuk membangun sebuah kawasan pariwisata. Karena itu sejak mendesain awal, kami melihat sisi kekuatannya,” jelas Arief.

Mantan Dirut PT Telkom ini melihat data wisman yang masuk ke Indonesia. Angkanya masuk akal untuk menjadikan budaya sebagai faktor sukses.

Dia mengatakan, sektor kepariwisataan penyumbang devisa yang cukup signifikan di Indonesia. Pada tahun 2017, Kementerian Pariwisata menargetkan total kunjungan wisatawan sebanyak 280 juta wisatawan, yakni 265 juta wisatawan nusantara dan 15 juta wisatawan mancanegara.

“Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melahirkan 10 Bali Baru. Untuk menunjang 10 Bali Baru, kita harus melakukan sebuah penilaian terhadap kesiapan daya saing dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia tersebut secara kuantitatif, ini harus kita lakukan untuk bisa menggolkan target-target kita. Maju serentak dalam konsep Indonesia Incorporated. Pemantauan dan evaluasi harus dilaksanakan untuk memenangi persaingan,” kata Arief.