Laporan dari Kalimantan

Geliat Kehidupan Pontianak Setelah 'Kopi Telanjang' Asiang

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Selasa, 22/08/2017 12:33 WIB
Geliat Kehidupan Pontianak Setelah 'Kopi Telanjang' Asiang Secangkir kopi Asiang dan camilan ringannya menjadi pembuka hari yang manis. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Pontianak, CNN Indonesia -- Suara ayam berkokok menjadi penanda subuh sudah datang di Pontianak. Sebelum matahari benar-benar tinggi, warga Pontianak mengisi paginya dengan secangkir kopi hangat.

Namun berbeda dari kebiasaan minum kopi pagi di rumah, warga Pontianak berbondong-bondong minum kopi di kedai.

Mereka sudah terbiasa ngopi di warung kopi sejak pagi hari. Salah satunya di Warung Kopi Asiang yang terletak di Jalan Merapi, Pontianak, Kalimantan Barat.

Jangan heran jika melihat pengunjung yang sudah memenuhi warung kopi hingga luar warung tersebut. Kebiasaan ngopi itu memang sudah menjadi tradisi warga Pontianak yang tidak bisa ditinggalkan.


Warung Kopi Asiang termasuk kedai kopi legendaris di Pontianak. Nama Asiang sendiri berasal dari pemilik warung kopi tersebut. Pria bertato ini sudah menghidangkan kopi sejak 1958.

Kedainya di pagi itu, dipenuhi oleh kaum Warga Pontianak yang didominasi oleh laki-laki. Tak dimungkiri, kegiatan ngopi pagi memang begitu erat dengan kebiasaan kaum adam.

Kesibukan Asiang memang sudah dimulai sejak warung kopi itu dibuka sekitar pukul 03.00 hingga 18.00 WIB. Kesibukan paling tinggi yang dialaminya tentu saja sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 11.00 WIB.

Salah satu pengunjung setia, Bachtiar, mengatakan dirinya hampir setiap hari ngopi di warung kopi tersebut. Pria yang sudah berusia 74 tahun itu mengaku, sudah hampir 30 tahun dirinya menikmati kopi Asiang.

Antrean pengunjung yang memenuhi warung kopi AsiangFoto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor
Antrean pengunjung yang memenuhi warung kopi Asiang


"(Ngopi) ini sudah menjadi kebiasaan saya. Puasa pun saya tetap datang ke sini tapi untuk menguji iman saya kuat atau tidak," ujarnya saat ditemui CNNIndonesia.com seraya tertawa.

Bachtiar tidak sendiri. Dia terbiasa ngopi dengan kawan-kawannya seperti Satar (57) dan Erpani (62). Mereka pun memiliki kebiasaan yang sama yaitu 'sarapan' kopi di warung itu.

Bachtiar dan Satar biasa memesan kopi susu sedangkan Erpani biasanya memesan kopi hitam. Secangkir kopi susu dihargai Rp8 ribu sedangkan kopi hitam Rp6 ribu.


Kopi hitam dan kopi susu hangat ini disajikan dalam cangkir keramik mungil. Puluhan cangkir keramik cokelat lengkap dengan cawan kecil bergambar hiasan bunga monokrom bergaya Indo-China ini menjadi salah satu ciri khasnya.

Seduhan kopi Asiang mungkin terlihat tak berbeda dengan kopi lainnya. Namun Asiang memiliki teknik seduhannya sendiri.

cangkir tua menjadi ciri khas AsiangFoto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor
cangkir tua menjadi ciri khas Asiang


Dengan cekatan, Asiang memasukkan beberapa sendok kopi giling ke dalam teko. Menurut penuturan Erpani, Asiang menggiling sendiri biji kopi yang dipakainya.

Biji kopi giling ini dicampur dengan air. Asiang pun lantas merebusnya dalam teko alumunium besar dan tinggi. Setiap kali ada pesanan, Asiang dengan cekatan menyiapkan cangkir, mengambil saringan, dan menuangkan kopinya.

Untuk Satar dan Erpani, kopi Asiang merupakan yang terenak di Pontianak.

"Bagi saya kopi ini (Asiang) yang terenak di kota. Saya sudah berkeliling dan mencoba semua kopi di kedai-kedai tapi ini yang terenak," ucap Satar yang diamini Erpani.

'Kopi Telanjang'

Meski sudah 59 tahun meracik kopi, namun Asiang tak pernah meninggalkan ciri khas proses racikannya. Pria paruh baya ini selalu membuat kopinya sambil telanjang dada.

Di dapur kecilnya, Asiang terlihat terlihat kepanasan karena berdiri di dekat kompor. Panas membuat tubuhnya sedikit bercucuran keringat. Namun ciri khas Asiang ini ternyata tak mengendurkan keinginan ngopi lelaki Pontianak.

Asiang sang peracik kopiFoto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor
Asiang sang peracik kopi

Bagi ketiganya, pemandangan Asiang yang tidak menggunakan baju sudah biasa dan dinilai sebagai ciri khas yang tidak terlupakan dari warung kopi tersebut.

Mereka mengatakan, warung kopi Asiang memang warung yang paling terkenal di Pontianak. Mereka mengungkapkan, tahu kedai kopi ini sejak Asiang masih jadi pedagang kaki lima hingga akhirnya berpindah ke dalam ruko.

Sarapan tak akan terasa lengkap tanpa adanya camilan-camilan kecil di warung. Kopi dengan semburat rasa pahit dalam tiap cecapannya membuat aneka kue manis seperti kue apem, serabi, pastel dengan isi ubi dan irisan bengkuang, dan roti selai srikaya jadi pelengkap yang didambakan.

Jika ingin agak berat, semangkuk bubur ayam dan telur setengah matang juga nikmat dicecap.

Pukul 08.00 WIB, warga berangsur-angsur pergi. Setelah mengisi energi dengan secangkir kopi dan semangkuk bubur, mereka siap memulai aktivitas dan kehidupannya di hari ini.