Kate Middleton Wajib Pakai Topi di Pernikahan Markle-Harry

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 09:47 WIB
Kate Middleton Wajib Pakai Topi di Pernikahan Markle-Harry Kate Middleton yang biasanya lebih suka mengenakan hiasan kepala, dalam pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle harus bertopi. (AFP PHOTO / JOHN THYS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para wanita yang hadir di pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle di Gereja St. George, Kastel Windsor, Inggris pada 19 Mei mendatang, harus mematuhi aturan berbusana.

Dilansir dari Metro, semua wanita yang hadir harus mengenakan topi. Kate Middleton yang hobi mengenakan hiasan kepala atau fascinator pun harus patuh pada aturan itu. Ia tak bisa mengenakan fascinator, hairband, maupun sekadar hiasan yang disemat dengan klip ke rambut.

Aturan mengenakan topi bukan datang dari tradisi kerajaan. Gereja Anglikan memang menuntut wanita untuk mengenakan topi saat gelaran yang bersifat religius seperti pembaptisan atau upacara pernikahan. Namun aturan ini tak melekat untuk semua gereja.



Gereja merujuk pada ayat dalam kitab suci dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus.

Daftar wanita yang akan hadir dalam royal wedding Kerajaan Inggris termasuk Ratu Elizabeth II, Camilla Parker Bowles, Puteri Anne dan ibunda Meghan, Doria Ragland. Otomatis mereka semua harus mengenakan topi.

Meski ini merupakan pernikahan keluarga kerajaan, hari bahagia Pangeran Harry dan Meghan memiliki banyak perbedaan dengan pernikahan keluarga kerajaan lain.


Hari pernikahan Harry-Meghan jatuh pada hari Sabtu, padahal biasanya tradisi pernikahan Kerajaan Inggris jatuh pada hari kerja. Pangeran William dan Kate Middleton menikah pada hari Jumat, sedangkan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Phillip pada hari Kamis.

Selain itu, hari pernikahan mereka belum dipastikan bakal menjadi hari libur publik atau tidak. Padahal hari pernikahan-pernikahan sebelumnya selalu menjadi hari libur seperti pernikahan Charles-Diana pada 1981, William-Kate pada 2011 dan Anne-Mark Phillips pada 1973.

Dilansir dari Vogue, Sekretaris Istana Kensington hanya menyebut soal waktu santai. Pub boleh buka sampai pukul satu malam, seperti saat pernikahan Pangeran William pada 2011 dan ulang tahun ke-90 Ratu Elizabeth II pada 2016 lalu.


"Saya harap adanya jam santai ini akan mendorong orang-orang untuk semakin merayakan dan berkumpul bersama pada momen spesial bagi negeri ini," katanya, dikutip dari Vogue (14/4). (rsa)