SURAT DARI RANTAU

Merekam Semangat Perempuan di Negeri Koala

Melati, CNN Indonesia | CNN Indonesia
Minggu, 06 May 2018 20:44 WIB
Bagi saya, mental adalah hal yang harus diutamakan. Karena pada dasarnya hak dan kewajiban laki-laki dengan perempuan itu sama saja. Ilustrasi. (Foto: Jason Reed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Butuh lebih dari sekadar kecukupan finansial jika ingin bepergian ke luar negeri, khususnya dalam misi melanjutkan pendidikan ataupun bekerja. Mental adalah hal yang harus disiapkan dengan matang, khususnya bagi para perempuan.

Bagi saya, mental adalah hal yang harus diutamakan. Karena pada dasarnya hak dan kewajiban laki-laki dengan perempuan itu sama saja.

Terus terang, saya merasa kaget ketika ada seorang teman perempuan yang melepas kesempatan beasiswa karena tidak mendapat dukungan keluarga.


Padahal kesempatan perempuan untuk studi dan berkarir juga sama. Saya merasa, kita sebagai kaum perempuan, perlu percaya diri untuk menjalani peran kita sebagai mahasiswi maupun pekerja di luar negeri.

Dalam benak sayang seharusnya semua bisa menjalani studinya, terlepas dia perempuan single, menikah, atau single mother. Tidak ada alasan untuk melepas kesempatan begitu saja.

Ketimbang menyimpan ide-ide dalam benak saja, akhirnya saya memutuskan untuk mengumpulkan kisah-kisah para perempuan Indonesia yang kuliah di Australia ke dalam sebuah buku.

Sebelumnya saya sempat membuat sebuah blog yang memuat segala uneg-uneg. Namun saya rasa blog belum cukup.

Langkah pertama yang harus ditempuh adalah menghubungi beberapa teman saya untuk menyumbangkan tulisan tentang suka duka mereka, khususnya dalam menempuh proses pendidikan di Australia.

Dalam tulisan itu, saya minta agar mereka membagi tentang tantangan masing-masing dalam meraih kesempatan mengembangkan diri.

Buku kompilasi tentang kisah nyata yang berjudul 'Neng Koala' akhirnya terbit. Ada 34 mahasiswi Indonesia yang menyumbang tulisan. Mereka semua pernah menempuh studi S2, S3, kursus singkat maupun program pertukaran di Australia. Pemerintah Australia memiliki andil yang penting dalam terbitnya buku tersebut.

[Gambas:Instagram]

Saya sendiri sudah ke Australia beberapa kali. Pertama kali ke Australia saya masih berusia empat tahun, sehingga ingatan saya tidak mampu merekam dengan baik pengalaman pertama saat menginjakkan kaki di negeri kangguru itu.

Satu hal yang mungkin menguntungkan saya adalah sempat merasakan besar di Australia selama beberapa tahun, sehingga tidak ada halangan berarti untuk menyesuaikan diri dengan adat dan budaya di sana.

Namun satu hal yang ingin saya sampaikan adalah jangan pernah ragu mengambil kesempatan untuk mengembangkan diri.

---

Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, sila hubungi surel berikut: [email protected], [email protected], [email protected]

Kami tunggu! (agr/agr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER