Tim ini akan memantau 3A yakni Akses, Amenitas dan Atraksi yang terkait langsung dengan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik di Lombok dan Bali.
Crisis Center yang dimaksud adalah Manajemen Krisis Kepariwisataan yang dipimpin oleh Guntur Sakti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, semoga semua aman dan terkendali," kata Arief Yahya di Jakarta, lewat keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.
Atas kejadian bencana alam gempa bumi NTB ini Arief Yahya langsung membuka semua akses informasi terkait Lombok dan Bali.
"Pertama, kami turun prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah bencana alam, gempa bumi susulan di NTB dan Bali," ucap Menpar Arief Yahya, malam ini.
Lihat juga:Seorang Santri Tewas Akibat Gempa NTB 7 SR |
Menpar Arief Yahya juga berjanji akan terus memberikan informasi terkini tentang segala situasi yang terjadi terkait 3A di destinasi Lombok dan Bali.
Lebih lanjut, Menpar Arief Yahya meminta agar masyarakat tetap tenang. Dia pun berterima kasih kepada pihak yang langsung aktif membantu menyebarluaskan informasi terkini di media sosial.
Gempa 7 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi gempa besar kedua yang terjadi dalam kurun kurang dari dua pekan. Gempa tersebut sempat menciptakan kepanikan warga setelah BMKG mengumumkan peringatan dini tsunami. Namun, tak lama setelah itu BMKG mencabut peringatan tersebut. (wis)