Bos Victoria's Secret Minta Maaf Telah Sindir Transgender

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 11/11/2018 07:55 WIB
Bos Victoria's Secret Minta Maaf Telah Sindir Transgender Ilustrasi. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bos Marketing yang juga ada dalam tim pemilihan model Victoria's Secret belum lama ini menyatakan pendapat miring mengenai keberadaan model transgender dalam pagelaran busananya kepada Vogue.

Ed Razek ketika itu mengatakan kalau pameran fesyen tahunan itu merupakan "fantasi" dan "seharusnya tidak menyertakan model transgender".

Dikutip dari Evening Standard pada Minggu (11/11), Razek telah menyatakan permohonan maafnya atas pernyataan yang menuai kritik dunia itu.


Ia mengaku kalau pendapatnya "melukai perasaan".

Dalam wawancara dengan Vogue, Razek ditanya mengenai "hal baru" yang sekiranya bakal ditampilkan dalam pagelaran busana Victoria's Secret demi menggaet generasi Instagram.

Razek menjawab lugas kalau dirinya enggan mengajak model transgender dalam ajang tahunan tersebut.

"Jika ditanya apakah kami mempertimbangkan untuk mengajak model transgender atau model berukuran ekstra, kami telah mempertimbangkannya," kata Razek.

"Kami membuat tayangan model berukuran ekstra pada tahun 2000 namun tak ada yang menontonnya," lanjutnya.

Dalam pernyataan maafnya, Razek yang kala itu diwawancara Vogue bersama bos Humas Victoria's Secret, Monica Mitro, mengatakan kalau model transgender telah datang dalam sesi pemilihan, namun tak lolos.

"Kami telah mengundang model transgender untuk datang dalam sesi pemilihan, seperti yang lainnya, namun mereka tak terpilih. Ini bukan karena perbedaan jenis kelamin," ujar Razek.

"Saya mengagumi dan menghormati sosok mereka," lanjutnya.

Ramai diperbincangkan kalau merk pakaian dalam Victoria's Secret telah mengalami kemerosotan penjualan sejak tahun 2016.

Penulis buku Lingerie Addict, Cora Harrington, menulis cuitan di Twitter yang mengkritik pernyataan Razek.

"Seorang pria berumur 80 tahun memimpin perusahaan dan seorang pria berumur 70 tahun menjalankannya. Pandangan kuno mereka terhadap wanita, jenis kelamin, ukuran ekstra, dan orang trans membuat merk VS menjadi lebih buruk," tulisnya.

(ard)