Rokok Elektrik Disebut Mengandung Obat Disfungsi Ereksi

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 08:54 WIB
Rokok Elektrik Disebut Mengandung Obat Disfungsi Ereksi Ilustrasi rokok elektrik (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsumen diharapkan berhati-hati saat mengonsumsi rokok elektrik. Pasalnya, beberapa merek diketahui mengandung obat impotensi atau disfungsi ereksi. Bila dikonsumsi, obat ini dapat bereaksi fatal pada tubuh.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) baru saja mengeluarkan peringatan kepada konsumen untuk tidak membeli dan mengonsumsi cairan vape yang mengandung obat disfungsi ereksi.

FDA menyebut hasil analisis laboratorium menemukan tadalafil dan sildenafil dalam E-Cialis HelloCig dan sildenafil dalam E-Rimonabant. Dua produk ini dijual ke seluruh dunia oleh HelloCig Electronic Technology Co. Ltd yang berbasis di Shanghai, China.



Tadalafil dan sildenafil merupakan obat disfungsi ereksi yang dikenal juga dengan viagra, bahan utama yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan ereksi pria. Komposisi dua obat ini juga tidak dimasukkan dalam label produk tersebut.

"Obat resep ini tidak disetujui untuk dimasukkan dalam produk rokok elektrik yang dijual bebas dan ini masuk dalam kategori ilegal," pernyataan FDA, dikutip dari CNN.

FDA menilai, produsen-produsen tersebut menyalahi aturan karena tidak memberikan peringatan untuk melindungi pengguna karena obat ini dapat bereaksi bagi setiap orang terutama yang memiliki disfungsi ereksi, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung.


"Bahan yang tidak disebutkan ini dapat berinteraksi dengan nitrat yang ditemukan dalam beberapa obat resep seperti nitrogliserin dan dapat menurunkan tekanan darah ke tingkat berbahaya," ungkap FDA.

FDA mengaku sudah menghubungi perusahaan terkait, tapi tak kunjung mendapatkan respons. FDA meminta semua konsumen untuk menghentikan penggunaan rokok elektrik yang mengandung obat disfungsi ereksi ini. (ptj/asr)