Memacu Adrenalin di Ketinggian Queensland

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 12:34 WIB
Mendaki Sky Point Climb Foto: Dok. Sky Point Climb

Mendaki Sky Point Climb

Mendaki Sky Point Climb

Jantung saya berdebar kencang ketika melihat sejumlah foto yang memamerkan orang-orang menaiki Sky Point Climb. Konon gedung setinggi 270 meter itu menjadi salah satu tempat favorit wisatawan yang gemar dengan kegiatan memacu adrenalin.

Berlokasi di gedung Q1, kawasan Surfers Paradise, Gold Coast, saya bersama rombongan mendatangi lokasi Sky Point Climb untuk menjajalnya.


Jantung saya makin berdegup ketika membaca daftar pertanyaan yang harus diisi dalam formulir sebelum naik ke Sky Point Climb. Pertanyaan itu memastikan kita tak memiliki phobia ketinggian, tak mengidap penyakit sesak napas, jantung, atau vertigo.

Mendadak saya merasa mengidap semua penyakit yang ada dalam formulir tersebut. Namun kepalang tanggung, sudah jauh-jauh berkunjung rasanya rugi jika tak ikut mencoba. Saya akhirnya mencoret semua isian pertanyaan dalam formulir dengan jawaban tidak.

Setelah mengisi formulir, kami melakukan tes kadar alkohol untuk memastikan dalam keadaan sadar ketika naik ke Sky Point Climb. Jika kadar alkohol lebih dari 0,05 persen, kami tidak diizinkan untuk naik. Syukurlah, tak ada rombongan kami yang kadar alkoholnya melewati batas.

Kami kemudian diminta berganti baju ala montir, mengenakan topi, dan melepas semua aksesoris yang melekat di badan seperti jam tangan atau perhiasan. Kami juga harus meninggalkan tas dalam loker dan tidak diperkenankan membawa ponsel maupun kamera.

Namun tenang saja, bagi yang menggunakan kacamata tak perlu dilepas karena akan dikaitkan menggunakan tali.

Untuk menuju ke puncak Sky Point Climb, kami harus naik lift menuju lantai 77. Meski sangat tinggi, tak perlu waktu lama karena lift itu memiliki kecepatan sekitar 40 detik.

Begitu tiba, tali pengaman yang telah dipasang pada baju kami dikaitkan ke sisi besi yang menjadi pegangan saat naik ke atas. Dengan tali itu, posisi kami akan tetap terikat meski melakukan gerakan apapun.

Tangan saya mulai berkeringat melihat tangga curam berbentuk huruf V dari balik kaca. Jarak antar tangga cukup sempit dan tinggi. Belum lagi udara saat itu cukup berangin. Sungguh permainan yang sangat memacu adrenalin.

Memacu Adrenalin di Ketinggian Queensland*Proses menuju puncak Sky Point Climb. (Dok. Sky Point Climb)

Ketika pemandu meminta untuk mulai, kami berbaris dengan rapi dan satu per satu mulai menaiki tangga. Angin kencang langsung menerpa ke seluruh wajah. Badan pun serasa digoyang ke kanan dan kiri. Naik tangga rasanya jadi pekerjaan paling sulit saat itu.

Namun melihat pemandu dengan lincahnya bergerak, lama kelamaan membuat ketegangan saya sedikit berkurang. Terlebih ketika kami akhirnya tiba di puncak Sky Point Climb.

Rasanya usaha untuk menaiki tangga dengan goncangan angin itu terbayar. Dari atas gedung terlihat pemandangan 360 derajat kota Gold Coast. Tak jauh di bawah kami, garis pantai Gold Coast juga terlihat jelas dengan sekelompok orang yang tengah bermain kayak.

Si pemandu lantas mengambil foto kami dengan berbagai gaya menggunakan kameranya. Masing-masing saat foto sendiri dan foto bersama. Ia mengatakan, beberapa kali puncak Sky Point Climb dimanfaatkan pengunjung laki-laki untuk melamar pasangannya.

Untuk menjajal Sky Point Climb, pengunjung mesti membayar A$74 atau sekitar 770 ribu bagi dewasa dan A$54 atau sekitar Rp560 ribu bagi anak-anak. Jika tak terlalu bernyali, pengunjung dapat sekadar menikmati pemandangan kota Gold Coast melalui observation deck.

Pengunjung dapat menggunakan transportasi umum berupa G:Link atau Gold Coast Light Rail sejenis trem dan turun di stasiun Surfers Paradise untuk menuju Sky Point Climb. Dari stasiun, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter.

Pengalaman saya menjajal wisata ketinggian di Queensland masih berlanjut ke halaman berikutnya...

(pris/ard)
2 dari 4