Buat Peringkat Kampus 'Seks,' Majalah Jepang Dikecam

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 22:35 WIB
Buat Peringkat Kampus 'Seks,' Majalah Jepang Dikecam ilustrasi (Istockphoto/Denisfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isu prostitusi tak cuma marak di Indonesia. Jepang kini juga tengah diramaikan dengan isu pesta seks di kalangan mahasiswa.

Sebuah majalah Jepang, Selasa (8/1) meminta maaf atas sebuah artikel yang berisi peringkat universitas wanita yang mahasiswanya mudah untuk diajak berhubungan seks saat pesta minum.

Pesta yang dimaksud dalam artikel tersebut adalah gyaranomi, pesta minum yang diikuti peserta laki-laki dan mereka membayar perempuan untuk hadir dalam pestanya.



Daftar ini muncul dalam majalah mingguan Spa! edisi 25 Desember 2018. Daftar ini memicu kemarahan, khususnya kemarahan secara online. Kemarahan tersebut dimulai dengan adanya sebuah petisi online yang menuntut majalah tersebut untuk meminta maaf dan menangguhkan penjualan majalah itu.

Petisi di platform change.org mengungkapkan bahwa artikel tersebut sebagai bentuk seksualisasi, obyektifikasi, dan tak menghargai perempuan. Sampai Selasa (8/1) petisi ini ditandatangani lebih dari 28 ribu orang.

"Kami ingin meminta maaf karena menggunakan bahasa yang sensasional untuk menarik pembaca khususnya tentang bagaimana pembaca bisa berhubungan intim dengan mahasiswi. (Dan untuk) membuat peringkat universitasnya, dan menghasilkan artikel yang mungkin telah menyinggung pembaca," kata departemen editorial majalah tersebut dalam pernyataannya yang diterima AFP.

Tim redaksi majalah tersebut mengungkapkan bahwa daftar tersebut didasarkan pada informasi wawancara dengan pengembang sebuah aplikasi online ponsel yang diklaim membantu orang untuk menemukan calon peserta pesta gyaranomi.


"Pada isu yang melibatkan seks, kami akan melakukan semua hal yang harus dilakukan sebagai redaksi majalah untuk mendengarkan semua opini," katanya.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada indikasi bahwa edisi majalah tersebut akan dicabut peredarannya. (AFP/chs)