6 Keanehan yang Mungkin Terjadi Setelah Orgasme

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 00:41 WIB
6 Keanehan yang Mungkin Terjadi Setelah Orgasme Ilustrasi hubungan seksual (Istockphoto/Napadon Srisawang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mencapai klimaks atau orgasme saat berhubungan intim menimbulkan kepuasan tersendiri.

Orgasme memberikan banyak manfaat buat tubuh. Mulai dari membantu meredakan stres, membuat tidur lebih nyenyak, menghindari risiko infeksi, juga baik untuk kesehatan jantung.

Namun, dari sekian manfaat ini, ada beberapa kasus orgasme yang menimbulkan efek aneh. Mengutip Daily Mail, Sexual Medicine Review melaporkan bahwa respons manusia bersifat kompleks dan beragam. Mereka menjabarkan sederet respons aneh saat orang mencapai klimak dalam berhubungan intim.


1. Menangis
Merasa sedih, menangis, depresi, cemas setelah berhubungan intim adalah kondisi yang disebut poscoital dysphoria (PCD) atau post sex blues. Hal ini cenderung umum dan kadang muncul dalam relasi yang stabil.

2. Halusinasi
Sebagian wanita melaporkan bahwa mereka seolah terbawa ke dunia lain setelah orgasme. Studi pada 2011 menyebut, 76 persen wanita merasakan sensasi melayang atau terbang.

Laporan lain menyebut, sebagian dari mereka merasa seolah roh meninggalkan tubuh. Sedangkan lainnya mengalami sensasi yang kuat akan pengalaman yang pernah dialami atau deja vu.

3. Bersin
Hubungan antara bersin dan orgasme sudah mulai diteliti sejak 1900-an. Pada 1972, seorang pria 59 tahun mengalami bersin parah dan hidung meler setelah orgasme. Hal ini dialaminya selama 10 tahun berikutnya.

Ahli meyakini bahwa orgasme mampu mengaktifkan satu bagian dari sistem saraf parasimpatis, yang salah satunya menimbulkan bersin.

4. Kejang
Fenomena satu ini terdengar begitu aneh. Orgasme dapat membuat orang kejang atau dikenal dengan istilah orgasmolepsy. Nama terakhir ini merupakan bentuk epilepsi refleks setelah orgasme.

Orgasmolepsy pertama kali dilaporkan pada 1960. Seorang ibu mengalami kejang setelah orgasme. Fenomena ini ia alami setelah melahirkan sang anak.

Pada kasus berbeda, seorang wanita berusia 20 tahun mengalami gejala epilepsi yang dipicu oleh masturbasi.

5. Rasa sakit
Wanita bisa saja tak merasakan sakit saat penetrasi, tapi justru merasa sakit saat orgasme. Pada studi tahun 2009, dilaporkan tiga orang wanita mengalami kasus ini tanpa mengalami penyebab rasa sakit apa pun.

Tak cuma wanita, pria pun bisa mengalami rasa sakit pascaorgasme, terlebih mereka yang memiliki penyakit prostat kronis.

6. Sakit kepala
Meski orgasme disebut bisa membantu mengurangi sakit kepala, namun sebagian orang justru merasakan hal sebaliknya.

Lebih dari 60 artikel yang terpublikasi melaporkan bahwa orgasme berhubungan dengan sakit kepala. Sakit kepala yang disebabkan orgasme jenisnya beragam.

Salah satunya adalah sakit kepala tipe 2 dideskripsikan sebagai sakit yang eksplosif dan dipicu oleh rasa semangat dengan durasi beragam. Ada yang hanya beberapa menit hingga tiga jam. (els/asr)