Tak Ada Majalah Porno di Toserba Jelang Olimpiade Jepang

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 20:23 WIB
Tak Ada Majalah Porno di Toserba Jelang Olimpiade Jepang Ilustrasi. (FREDERIC J. BROWN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toko serba ada di Jepang bakal berhenti menjual majalah porno sebelum gelombang turis mengunjungi negara untuk Olimpiade dan Piala Dunia Rugby.

Pemimpin industri 7-Eleven mengatakan pada hari Selasa (22/1) bahwa mereka akan meniadakan penjualan majalah dewasa pada musim panas ini, menjelang Piala Dunia Rugby pada bulan September tahun ini.

Pengumuman tersebut dilakukan sehari setelah saingan mereka, Lawson, mengumumkan rencana serupa pada hari Senin (21/1).


Selain karena lebih banyak wanita dan anak-anak yang mengunjungi toko serba ada, kedatangan turis mancanegara juga menjadi alasan tersebut.

Di toko serba ada 24 jam di Jepang, pelanggan dapat membeli banyak hal, mulai dari makanan hangat hingga tiket konser, membayar tagihan listrik, sampai mengirim dan menerima paket.

Tetapi wisatawan sering terkejut ketika melihat majalah-majalah porno dipajang secara bebas di rak-rak terbuka.

Keputusan tersebut juga dilatarbelakangi oleh alasan menjaga citra Jepang di mata dunia selama Olimpiade dan Piala Dunia Rugby, seperti yang dikutip dari Kyodo News.

Seven & i Holdings, yang mengoperasikan 20.700 unit toko 7-Eleven di seluruh Jepang, mengatakan keputusan itu dibuat setelah meninjau "berbagai pendapat".

Juru bicara perusahaan mengatakan hal tersebut tak membuat perusahaan merugi, karena jumlah toko yang menjual majalah porno hanya berjumlah satu persen dari puluhan ribu toko.

"Kami tahu acara-acara olahraga itu akan berlangsung tidak lama lagi, dan itu adalah salah satu faktor yang kami pertimbangkan," katanya kepada AFP, seraya menambahkan bahwa itu bukan satu-satunya alasan di balik keputusan itu.

Sejak pertama dibuka, banyak pelanggan mendatangi 7-Eleven untuk membeli makanan siap saji, seperti makan siang dalam kemasan kotak.

Saat ini, karena banyak ibu rumah tangga yang bekerja, banyak dari pelanggan yang datang untuk membeli sayuran atau bahan masak lain yang bisa langsung diramu di rumah.

"Cara orang menggunakan 7-Eleven telah berubah selama bertahun-tahun," kata sang juru bicara.

"Kami akan menjual barang dagangan lainnya di ruangan terpisah," lanjutnya.

(ard)