8 Alasan Pakistan Layak Dikunjungi Turis

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 16:22 WIB
8 Alasan Pakistan Layak Dikunjungi Turis Masjid Shah Jahani di Pakistan. (AFP PHOTO / ASIF HASSAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri pariwisata Pakistan ikut runtuh seiring robohnya menara kembar World Trade Center di Amerika Serikat yang dikenal dengan peristiwa terorisme 9/11.

Sejak saat itu nama Pakistan masuk dalam daftar paspor terlemah sampai destinasi paling berbahaya untuk didatangi.

Pakistan dituduh sebagai negara pencetak teroris selama bertahun-tahun. Namun beberapa waktu belakangan ini, konflik yang terjadi di sana disebut sudah semakin mereka.


Awal tahun ini pemerintah Pakistan juga dengan optimis berkata bahwa negaranya siap membuka pintu menyambut turis.

Perusahaan Pengembangan Pariwisata Pakistan mengatakan sepanjang tahun lalu kedatangan turis mancanegara naik menjadi 1,75 juta orang dibanding tahun 2017.

Terakhir kali Pakistan menjadi tujuan wisata populer di dunia yakni pada tahun 1970-an, ketika "jalur hippie" dilintasi pelancong Barat yang ingin merasakan rute kebun aprikot dan kenari di Lembah Swat dan Kashmir dalam perjalanan mereka ke India dan Nepal.

Jangan lupakan juga kemegahan Gunung K2, yang merupakan gunung tertinggi ke-dua di dunia setelah Gunung Everest.

Ada banyak tulisan mengenai destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Pakistan. Tapi tulisan dari The Broke Backpacker terbilang paling komprehensif, karena menjelaskan soal alasan turis harus datang ke negara yang sedang berusaha bangkit dari terorisme ini:

1. Penduduk Pakistan Ramah

Anggapan mengenai Pakistan merupakan sarang teroris mungkin hanya benar di kawasan tertentu. Namun sejatinya, penduduk Pakistan sangat ramah terhadap pendatang, karena tamu dianggap raja dalam tradisi mereka.

Penduduk Pakistan sangat senang menyambut tamu. Mereka gemar bertukar pikiran. Bukan cuma Teh Chai, tapi ajakan menginap di rumah juga pasti mereka tawarkan.

The Broke Backpacker juga mengatakan kalau penduduk Pakistan sering tersenyum lebar dan menyapanya saat berpapasan dengannya di jalanan.

Suasana makan bersama di Pakistan. (AFP PHOTO / ABDUL MAJEED)

2. Lukisan Tuhan

The Broke Backpacker menyebut kalau Pakistan merupakan negara terindah di dunia yang pernah didatanginya.

Sungai dan hutan dibingkai oleh pegunungan dengan selimut es di puncaknya. Turis yang datang juga masih sepi, sehingga berfoto bukan jadi masalah.

Bagi turis yang gemar wisata alam, Pakistan sudah pasti menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.

[Gambas:Instagram]

3. Meriah

Pakistan dihuni oleh 212 juta jiwa yang sebagian besar memeluk agama Islam. Meski taat, namun penduduk Pakistan berpikiran sangat terbuka mengenai keberagaman budaya-hal yang sangat berbeda dengan anggapan banyak orang mengenai kaum muslim.

Kawasan Lahore disebut sebagai pusat kemeriahan di Pakistan. The Broke Backpacker menulis kalau dirinya sempat datang ke pesta musik elektronik dengan DJ internasional di salah satu kelab malam yang ada di sana.

5. Jalur Sutera

Turis pecinta sejarah juga pasti berada di Pakistan, karena ada wisata sejarah Jalur Sutera yang siap didatangi.

Marco Polo merupakan orang Eropa pertama yang melewati Pakistan untuk membuka jalur perdagangan di Asia, yang disebut Jalur Sutera.

Saat ini Karakoram Highway sudah mulus teraspal dan menjadi destinasi perjalanan darat yang memberi pengalaman mengesankan.

[Gambas:Instagram]

6. Murah

Teh Chai yang menjadi minuman nasional di kedai lokal Pakistan hanya berharga tidak lebih dari Rp10 ribu rupiah.

The Broke Backpacker yang mendatangi negara itu pada tahun 2018 menulis kalau dirinya hanya perlu menghabiskan dana hingga US$100 (sekitar Rp1,4 juta) untuk berwisata di sana selama seminggu.

"Penduduk Pakistan sangat murah hati. Mereka tidak membiarkan Anda membayar saat mereka mengajak Anda makan di luar rumah," tulisnya.

Bagi yang ingin berkemah, silakan menggelar tenda di kawasan The Fairy Meadows.

[Gambas:Instagram]

7. Jalur Pendakian Menantang

Jalur pendakian di Pakistan disebut lebih indah dibandingkan Nepal.

Bukan cuma medan yang sulit, tapi aja juga medan yang ramah bagi pendaki pemula.

"Bahkan pendaki yang malas bisa tetap melakukan pendakian di Pakistan," tulis The Broke Backpacker.

Ia lanjut menulis bahwa jalur pendakian favorit turis antara lain Fairy Meadows dan Nanga Parbat.

8. Aman

Jangan kaget saat melihat banyak polisi atau tentara yang berjaga di sekitar Pakistan, terutama di kawasan yang ramai.

Penampakan penjaga keamanan merupakan salah satu solusi pemerintah Pakistan untuk menjaga keamanan negaranya, sehingga tidak ada lagi serangan terorisme yang terjadi.

Kalaupun terjadi, kemungkinan besar berlangsung di daerah perbatasan, yang juga telah dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Turis yang masih merasa was-was akan keamanan di Pakistan juga bisa meminta penjagaan dari mereka.

(agr/ard)