Mengenal Gejala Katarak Tahap Awal

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 11:43 WIB
Mengenal Gejala Katarak Tahap Awal Ilustrasi operasi katarak (safir makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Katarak bukan sembarang penyakit mata. Orang yang terkena katarak akan mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Katarak menjadi penyebab utama gangguan penglihatan yang umumnya terjadi pada manula. Mengutip Good Eyes, American Academy of Ophthalmology mencatat, katarak menyerak sekitar 25 juta orang AS berusia lebih dari 40 tahun.

Sementara di Indonesia, 1,5 persen dari per 2 juta penduduk menderita katarak. Lebih dari 50 persen kasus mata katarak berujung pada kebutaan. Tak main-main, Indonesia bahkan menempati peringkat pertama kasus kebutaan di Asia Tenggara.


Faktor utamanya adalah usia. Penyakit mata ini disebabkan oleh proses penuaan yang mendorong adanya perubahan pada lensa mata yang mengeruh atau buram.

Namun, bukan berarti Anda yang masih berusia muda tak mungkin ikut terkena. Katarak tahap ringan bisa saja menyerang mereka yang masih berusia muda. Namun, saat usia menginjak 60-an, penyakit ini bisa menyebabkan masalah penglihatan serius.

Berikut merangkum berbagai sumber, gejala dini katarak yang mungkin Anda alami.

1. Penglihatan buram
Salah satu tanda paling jelas dari katarak tahap awal adalah munculnya bintik-bintik kabur yang hadir di bidang penglihatan Anda.

Awalnya biasa saja, bahkan tak terlalu kentara. Namun, seiring waktu berjalan, bintik-bintik itu akan memburuk dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Jika Anda mengalami hal demikian, ada baiknya jika Anda mengunjungi dokter mata sesegera mungkin.

2. Kesulitan melihat di malam hari
Pasien katarak tahap awal juga bakal melaporkan menurunnya kemampuan penglihatan di malam hari. Katarak sering menyebabkan penglihatan si penderita menggelap dan meredup.

Perubahan awal ini mungkin tak akan terlihat pada siang hari lantaran cukupnya cahaya yang mengimbangi penglihatan redup.

3. Sensitivitas cahaya meningkat
Orang yang menderita katarak bakal merasa tidak nyaman dengan cahaya terang.

Konsultasikan dengan dokter mata jika cahaya terang membuat Anda harus menyipitkan atau menutup mata, bahkan hingga mengalami sakit kepala.

4. Adanya lingkaran cahaya pada mata
Saat lensa mata mengeras dan menjadi keruh, penderita bakal melihat tampakan lingkaran cahaya di bidang penglihatannya. Cahaya yang melewati katarak terdifraksi, menyebabkan silau dan ikal di sekitar sumber cahaya yang terang. Hal ini biasanya akan terjadi pada malam hari.

Sebagai catatan, pada tahap awal, penyakit katarak akan sulit terdeteksi. Itu sebabnya pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan. Dokter mata akan mendeteksi keberadaan katarak sebelum penderita melaporkan berbagai masalah penglihatan yang dialami. (asr)