Fotografer Kim Kardashian dan VS Terseret Kasus Predator Seks

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 08:32 WIB
Fotografer Kim Kardashian dan VS Terseret Kasus Predator Seks Marcus Hyde (Jared Siskin/Getty Images for YSL/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain bakal wadah eksistensi dan 'ladang' mencari rezeki, media sosial termasuk instagram yang banyak mengekspos foto seseorang ternyata juga bisa menjaring predator seks.

Baru-baru ini muncul kasus predator seksual yang menggunakan Instagram untuk menjaring korban. Fotografer selebriti dan fesyen yang kerap bekerjasama dengan artis Hollywood, Marcus Hyde dan Timur Emek, diduga menjadi pelaku dalam kasus ini.

Fotografer Marcus Hyde yang sedang naik daun dan menjadi salah satu fotografer favorit Kim Kardashian, bertanggung jawab dalam kampanye Fendi, dan memiliki jutaan pengikut di Instagram.


Sedangkan Emek, mengutip Standard, adalah fotografer yang sempat memotret untuk Victoria's Secret.

Emek adalah fotografer yang terlatih sebagai photojournalist, namun dia beralih menjadi aliran potrait dan fashion. Dia pun sempat menjadi fotografer Vogue, Elle, GQ, dan Harper's Bazaar.

Kasus Emek sendiri pertama kali diungkap oleh desainer produksi Halye Bowman. Dia mengklaim mendapat pelecehan seksual ketika berusia 19 tahun setelah bertemu di festival musik Panorama.

Namun dalam beberapa hari ini, ada banyak wanita di media sosial yang mengatakan bahwa Hyde dan Emek menggunakan kepopulerannya untuk perilaku yang tak pantas, termasuk meminta foto telanjang sebagai imbalan memotret.


Perilaku Hyde ini mulai terkuak pada hari Minggu lalu, ketika model Sunnaya Nash mengunggah tangkapan layar berisi percakapannya dengan Hyde.

Dalam percakapan tersebut, sang fotografer terlihat meminta Sunnaya mengirim gambar telanjang dirinya sebelum pemotretan dimulai. Ketika dia menolak hal tersebut, Hyde mengatakan akan menarik bayaran sebesar US$2 ribu untuk pemotretan.

Kisah ini pun menjadi ramai setelah akun instagram fesyen Diet Prada turut mengunggah kisah Sunnaya. Sunnaya juga mendapatkan berbagai pesan dari perempuan lain yang juga mengalami hal serupa gara-gara Hyde. Sunnaya mengungkapkan bahwa setidaknya ada 50 wanita yang sudah menghubunginya dan mengatakan bahwa kisah mereka mirip atau bahkan lebih buruk.

Namun sampai saat ini, New York Times belum dapat menghubungi Hyde melalui telepon, email, ataupun situs webnya. Hyde pun belum buka suara kepada media.


Terkait kasus ini, Kim Kardashian dan juga Ariana Grande mengungkapkan 'kekecewaannya.'

Kim K mengungkapkan bahwa dia sangat terkejut, sedih, dan kecewa pada tuduhan yang menjerat Hyde. Ariana Grande juga mengungkapkan hal yang serupa.

"Saya baru saja membaca beberapa kisah yang mengejutkan dan memilukan. Saya benci hal ini, Tapi, tolong jangan berfoto dengan fotografer yang membuat Anda merasa tak nyaman atau membuat Anda harus melepas pakaian saat Anda tak menginginkannya," tulis Ariana Grande.

Seorang juru bicara Fendi bahkan mengatakan bahwa merek tersebut tak akan bekerjasama dengan fotografer itu di masa depan.

Terkait banyaknya laporan akan hal tersebut, Instagram pun menonaktifkan akun Hyde dan Emek yang dianggap melanggar kebijakan dan aturan seksual.

"Kami ingin menjaga keamanan komunitas kami dan kami fokus untuk melakukan tindakan yang bisa melindungi orang-orang di Instagram," kata Stephanie Otway, juru bicara instagram.

Pisau bermata dua

Instagram memang tak bisa dihindari oleh para calon model dan bagian penting untuk membangun karier. Namun wadah ini juga sudah lama menjadi tempat menjaring predator.

"Profil instagram seorang model bisa menjadi 'kartu namanya.' Untuk menjadi model yang bisa bekerja dan punya cita-cita tinggi, Instagram telah menjadi platform utama untuk membina relasi atau pekerjaan," kata Sara ZIff, pendiri Model Alliance, kelompok advokasi yang berfokus pada peningkatan perlindungan tenaga kerja.

Tak dimungkiri, instagram memang benar-benar memiliki peran besar di industri kekinian. Ada banyak cuan dan popularitas yang bisa diraih dengan menggunakan media sosial, tak cuma instagram tapi juga youtube. Tak terhitung lagi ada banyak orang yang kini mendadak jadi terkenal akibat satu-dua foto atau video yang fenomenal di media sosial. 

Berbagai nama pun melejit berkat instagram dan mendadak jadi selebgram dan banyak juga yang ingin merintis popularitas dengan jalan ini. 

Tak cuma itu, duo di belakang Diet Prada Tony Iu dan Lindsey Schuyler, mengungkapkan bahwa media sosial telah mengubah lansekap industri permodelan tradisional.

"Media sosial mengubah lansekap industri permodelan tradisional, ini memungkinkan siapa pun untuk membuat publik persona dan menavigasi pekerjaan permodelan independen atau mengukir jalur karier berbasis gambar yang tak konvensional," ucap mereka dalam emailnya.


"Namun ini berarti bahwa wawasan dan perlindungan yang ditawarkan agensi bisa hilang. Ini akan membuat wanita muda jadi lebih rentan."

Ketergantungan model pada platform media sosial juga membuat model rentan terhadap penipuan, misalnya orang yang berpura-pura menyamar jadi agen casting, agen model, atau fotografer.

Bahkan berbagai petunjuk seperti centang biru pada profil sampai jumlah pengikut tak bisa lagi jadi indikator keaslian yang bisa diandalkan.

"Saya pikir Instagram punya tanggung jawab besar karena rentan disalahgunakan," kata Ziff.

Instagram sendiri sebenarnya sudah memiliki beberapa aturan terkait masalah seksual. Dalam panduan komunitasnya, Instagram menyebut tidak memberi tempat untuk mengagungkan terorisme, kejahatan terorganisir, atau grup penebar kebencian.

"Kami menghapus konten yang berisi ancaman serius atau ungkapan kebencian, konten yang menarget individu pribadi untuk merendahkan atau mempermalukan mereka, informasi pribadi yang bertujuan memeras atau melecehkan seseorang, dan pesan berulang yang tidak diinginkan," tulis panduan tersebut.

Di sisi lain, pedoman komunitas Instagram juga menyarankan agar penggunanya mengunggah konten yang autentik agar tak melanggah hak kekayaan intelektual.

Pedoman ini juga meminta pengguna untuk mengirimkan foto dan video yang sesuai untuk beragam pemirsa. Instagram juga melarang ketelanjangan, hubungan seksual, dan jual beli seksual. Termasuk melarang ketelanjangan anak-anak agar konten ini tak disalahgunakan orang lain.

Banyak atau tidaknya jumlah laporan tidak menjadi pertimbangan Instagram untuk menurunkan konten. Pertimbangan penghapusan konten karena Instagram menilai konten tersebut melanggar panduan komunitas.

"Frekuensi dilaporkannya suatu hal tidak menentukan apakah hal itu akan dihapus atau tidak dari Instagram. Kami menghapus kiriman yang tidak mengikuti Pedoman Komunitas kami," tulis Instagram pada laman Pusat Bantuan miliknya.


(chs)