Waspada Penyakit saat Cuaca Dingin

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 18:36 WIB
Waspada Penyakit saat Cuaca Dingin Ilustrasi (Foto: Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski jarang turun hujan, musim kemarau bisa membuat cuaca lebih dingin dari biasanya. Saat siang hari panas matahari begitu terik sedangkan malam dan pagi hari udara mendadak begitu dingin. Penyakit cuaca dingin mendadak bermunculan.

Cuaca dingin cenderung menimbulkan beragam penyakit. Mulai dari penyakit ringan seperti influenza hingga serangan jantung.

Untuk itu, penting bagi Anda agar tetap waspada dan menjaga kesehatan tubuh agar penyakit tak mudah menyerang dan mengganggu aktivitas.


Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang harus diwaspadai di musim dingin.

1. Flu
Cuaca dingin berkontribusi pada timbulnya penyakit. Umumnya, flu disebabkan oleh Rhinnovirus yang biasa ditemukan pada hidung. Virus ini bisa berkembang dengan baik saat cuaca dingin. Sedangkan pada tingkat yang lebih tinggi, flu disebabkan oleh virus influenza.

Mengutip Healthline, virus influenza paling stabil berada di lingkungan sejuk dengan temperatur rendah. Cuaca dingin bisa melemahkan sistem imun sehingga tubuh tidak bisa melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

2. Radang tenggorokan
Penyakit cuaca dingin lain yang perlu diperhatikan adalah radang tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Perubahan suhu dari luar ruangan yang dingin dan dalam ruangan yang hangat bisa mempengaruhi tenggorokan.

Cara termudah untuk menghadapi radang tenggorokan adalah dengan berkumur air garam. Meski tak menyembuhkan, namun komponen antiinflasi dapat meredakan peradangan.

3. Asma
Mereka yang memiliki gangguan pernapasan harus berhati-hati. Pasalnya, cuaca dingin dapat dengan mudah memicu asma. Saat kambuh, seseorang akan mengalami mengi.

Hindari beraktivitas saat cuaca dingin. Jika terpaksa, kenakan pakaian yang cukup menjaga tubuh agar tetap hangat.

4. Nyeri sendi
Pernah merasakan nyeri pada sendi ketika temperatur udara mendadak turun? Hal ini bisa disebabkan perubahan tekanan udara atau barometric pressure.

Mengutip Hello Sehat, tekanan udara yang turun membuat jaringan tubuh mengembang hingga mendesak ruang sendi.

Jarang orang menyadari rasa nyeri ini kecuali mereka yang memiliki penyakit tertentu termasuk artritis. Saraf mereka lebih peka akibat cedera.

5. Penyakit kulit
Secara tidak langsung, cuaca dingin berhubungan dengan kesehatan kulit. Saat udara dingin, kulit akan cenderung lebih kering, terlebih saat tak ada 'tameng' berupa pelembap alias moisturizer.

Kulit kering rentan mengalami infeksi kuman atau bakteri. Hal ini disebabkan oleh luka akibat iritasi dan mikrolesi atau luka kecil tak kasat mata. Melalui luka ini, kuman bisa masuk dan menimbulkan masalah kulit, termasuk jerawat.

6. Serangan jantung
Serangan jantung jadi penyakit cuaca dingin yang sangat menakutkan. Risiko serangan jantung meningkat saat udara-udara bersuhu ekstrem seperti musim dingin di negara empat musim.

Menyitat situs NHS, serangan jantung bisa terjadi karena cuaca dingin meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat dapat memberikan tekanan lebih pada jantung. Hal itu membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)