Pilihan Transportasi di Malaysia selain Taksi 'Argo Kuda'

CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 16:12 WIB
Pilihan Transportasi di Malaysia selain Taksi 'Argo Kuda' Pemandangan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Istockphoto/TkKurikawa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ramai diberitakan soal pendiri Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail yang keberatan dengan operasional Gojek di Malaysia.

Dalam video yang beredar di media sosial, Shamsubahrin dianggap memandang negatif Gojek dan menyebut 'Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta'.

Keberadaan ojek atau taksi online di destinasi wisata sebenarnya memudahkan turis, terutama yang tidak pandai menawar harga atau yang takut tertipu tarif kendaraan umum yang ditawarkan supir lokal. Tak terkecuali di Malaysia.



Tak sedikit turis Indonesia yang mengeluh soal 'argo kuda' yang diterapkan pengemudi taksi di Malaysia. Jika tidak pandai menawar, turis harus rela membayar mahal untuk perjalanan yang singkat.

Taksi semacam ini bukan hanya yang ditemui dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, tapi juga di pinggir jalan.

Dikutip dari Culture Trip pada Rabu (28/8), sebenarnya ada banyak cara untuk menghindari taksi 'argo kuda' di Malaysia. Selain menggunakan taksi online seperti Grab, turis bisa meluangkan sedikit waktu dan tenaga dengan naik kereta atau bus umum.


KL Sentral menjadi stasiun dan terminal utama di Kuala Lumpur. Ada tempat informasi turis milik Badan Pariwisata Malaysia di sana jika ada pertanyaan seputar rute atau tarif.

Tiket kereta atau bus dapat dibeli melalui situs resmi atau mesin tiket di setiap pemberhentian. Kartu Touch 'n Go (TnG) layak dibeli jika tak ingin repot beli tiket satuan. Sistem isi ulangnya seperti kartu elektronik Flazz atau e-Money.

Dengan kartu TnG turis bisa menumpang kereta MRT yang melintas di sebagian besar area Kuala Lumpur, termasuk ke Bukit Bintang.

Selain MRT, ada juga LRT dan KTM Komuter yang menjadi alat transportasi harian warga lokal. Sistemnya mirip KRL di Jakarta. Dengan kereta ini, turis bisa melakukan perjalanan ke kawasan Batu Caves dengan tarif yang lebih murah, dibanding naik taksi atau sewa mobil.

Sementara sistem bus umum di Malaysia bernama RapidKL Bus, maka ada bus wisata gratis untuk turis bernama GO KL City Bus. Sistem bus ini bisa mengantarkan turis ke sejumlah destinasi wisata populer, seperti Bukit Bintang, Chinatown, atau KLCC.

Lalu jika ingin kembali ke Bandara Internasional Kuala Lumpur, turis dapat menumpang KLIA Express dari KL Sentral.

Informasi lengkap mengenai rute transportasi di Malaysia bisa dilihat di sini.

Malaysia tak berada jauh dari Singapura. Kalau jiwa petualang masih menggelora, tak ada salahnya mencoba naik bus berdurasi 5-7 jam yang layanannya disediakan oleh KKKL, AeroLine, Transnational, atau Transtar. Kunjungi situs resmi mengenai sistem bus ini di sini.

Apakah pembaca punya tips keliling Malaysia yang murah sekaligus menyenangkan? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini.

(ard/ard)