5 Cara Berhemat saat 'Backpacking' di Finlandia

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 19:01 WIB
5 Cara Berhemat saat 'Backpacking' di Finlandia Kota Helsinki di Finlandia. (Istockphoto/peeterv)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layaknya negara Eropa lain, biaya berwisata di Finlandia tentu saja tidak murah. Namun negara ini tetap menjadi favorit kaum backpackers karena suasananya yang menyenangkan dan situasinya yang aman.

Jangan takut kehabisan dana saat berwisata ke Negara Spa ini. Dikutip dari Culture Trip pada Kamis (29/8), dengan modal Rp250 ribuan - Rp350 ribuan per hari sebenarnya turis sudah bisa "hidup" di Finlandia, asal mau membatasi kebiasaan belanja.

Berikut sejumlah cara berwisata murah di Finlandia:



1. Hostel

Kalau pilihannya bermalam di Helsinki, turis bisa menginap di EuroHostel atau Hostel Academica dengan kisaran tarif Rp450 ribu per malam.

Selain bermalam di hostel, backpackers yang berjiwa petualang juga bisa berkemah di lahan terbuka asal sudah mengantungi izin.

[Gambas:Instagram]

2. Transportasi

Biaya transportasi di Finlandia terbilang mahal namun fasilitas dan layanannya sangat bisa diandalkan. Bus Onnibus salah satunya.

Bagi yang ingin bepergian antar kota dengan kereta, seperti dari Helsinki ke Rovaniemi, sebisa mungkin melakukan pemesanan tiket lebih awal agar mendapat harga yang murah.

Jarak lokasi antar destinasi wisata di Finlandia juga tak terlampau jauh, sehingga memungkinkan untuk dicapai dengan bersepeda.

Beli travel pass dari HSL Travel untuk diskon tarif angkutan umum di sana, seperti bus, kereta, trem, sampai kapal feri.

3. Makan

Biaya sekali makan dan minum di Finlandia sekitar Rp150 ribuan per orang. Ada banyak restoran prasmanan di sini yang bisa didatangi.

Makan menu supermarket juga bisa diandalkan untuk urusan perut. Pilihannya juga beragam dan sehat, mulai dari ikan sampai jamur.

Kalau sedang berkemah bisa juga memancing. Hati-hati dengan api saat memasak agar tak memicu kebakaran lahan.


[Gambas:Instagram]

4. Wisata gratis

Museum dan galeri seni di Finlandia menggratiskan tiket masuk pada waktu-waktu tertentu setiap minggunya.

Jika pilihannya menjelajah alam bebas, bukit atau hutan ada di setiap sudut dan tak berjarak jauh.

5. Waktu perjalanan

Semakin sepi suatu tempat wisata, maka akan semakin murah juga biaya yang dikeluarkan. Pertengahan Juni hingga akhir Juli merupakan momen musim panas dan musim semi yang dipenuhi turis sehingga harga akomodasi dan harian juga lebih mahal.

Jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah, backpacker dapat mengunjungi tempat wisata pada bulan Agustus karena pada masa tersebut liburan musim panas sudah usai namun suhu belum terlalu dingin.

(vvn/ard)