Di balik hiruk pikuk minuman asli Taiwan itu, segelintir muda-mudi Indonesia muncul memperkenalkan bubble drink ala Indonesia. Dengan semangat nasionalis, Goola menghadirkan ragam minuman tradisional dengan topping ‘boba’ Nusantara.
“Kami ingin membangkitkan minuman tradisional Indonesia,” ujar CEO Goola, Kevin Susanto, partner putra Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming, kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi
Boba tak berhenti pada produk minuman. Tak tanggung-tanggung, boba juga hadir pada sederet jenis penganan seperti kue, roti, hingga mi goreng. Food influencer, Synthia Tjipto mengatakan, ‘latah’ ini muncul karena orang Indonesia yang cepat menangkap tren. “Karena hype banget, jadi enggak berhenti di minuman aja,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Ilustrasi. Beberapa gerai kuliner bahkan mencoba menyuntikkan boba ke dalam makanan seperti mi goreng. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Sebagai tren, boba terbilang unik. Dia muncul dan tenggelam, namun bertahan dalam waktu yang lama. “Biasanya, kan, [tren] kuliner itu sekali,” ujar pengamat kuliner Arie Parikesit kepada CNNIndonesia.com.
Banyak tren kuliner yang muncul, tapi tak banyak yang bertahan lama seperti boba. Menurut pengamatan Arie, satu dekade adalah waktu paling lama bagi sebuah tren kuliner untuk bertahan.
Tak mudah bagi satu jenis kuliner untuk menjadi sebuah tren yang bertahan lama. Inovasi jadi kunci. Cita rasa dan konsep pemasaran jadi dua hal yang patut diperhatikan.
Lihat juga:Resep: Brown Sugar Milk Tea dengan Boba |
Selayaknya tren lain, media sosial mengambil peran dalam mempopulerkan boba saat ini. “Ini mungkin enggak ditemui 10-20 tahun lalu,” katanya.
Urusan cita rasa juga tak dilupakan para peracik bubble tea. Ada cita rasa baru yang dihadirkan setiap gerai. Cita rasa itu akan terus mengikuti tren yang berkembang dengan teh susu sebagai fondasinya.
Belum lagi variasi boba yang lebih baru. Jika dulu boba hanya menjual sensasi kenyalnya, kini popping boba mulai mencuri perhatian. Boba jenis satu ini memberikan sensasi meletup-letup di dalam mulut.
Bikin Happy
Selayaknya manusia, kuliner pun hadir lengkap dengan karakternya masing-masing. Bubble tea kerap diasosiasikan dengan nuansa gembira dan ceria.
“Minuman ini [bubble tea], tuh, seru. Orang-orangnya seru, gerainya warna-warni. Fun, happy,” kata Arie. Hal ini membuat bubble tea diasosiasikan dengan sesuatu yang menyenangkan. Karakter yang dimiliki boba jelas berbeda dengan kopi yang terkesan serius.
Ilustrasi. Bubble tea punya karakter khas yang menimbulkan perasaan gembira. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dengan karakter sedemikian rupa, tak heran jika konsumen bubble tea didominasi oleh remaja hingga dewasa muda.
“Boba, tuh, pengin yang cheer out your day, gitu,” kata Arie.
Arie memprediksi boba akan terus menjadi tren yang digilai banyak orang dalam jangka waktu yang lebih lama. Boba, baginya, bukan sebuah tren yang sifatnya sementara. Boba, mungkin saja, tak akan pernah ‘mati’. (asr)
Ilustrasi. Beberapa gerai kuliner bahkan mencoba menyuntikkan boba ke dalam makanan seperti mi goreng. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Ilustrasi. Bubble tea punya karakter khas yang menimbulkan perasaan gembira. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Ilustrasi. Xing Fu Tang, salah satu gerai minuman berboba asal Taiwan yang membuka cabangnya di Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)