Sedang Sengketa, Tiket PP Jepang-Korsel Mulai Rp100 Ribuan

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 17:03 WIB
Sedang Sengketa, Tiket PP Jepang-Korsel Mulai Rp100 Ribuan Pemandangan musim gugur di Korea Selatan. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika ingin wisata dari Jepang ke Korea Selatan atau sebaliknya, sebaiknya segera memesan tiket penerbangan hari ini, karena tarif penerbangan yang ditawarkan mulai dari US$8,38 (sekitar Rp117 ribu).

Dikutip dari CNN Travel pada Senin (9/9), murahnya harga tiket dikarenakan sedang terjadi "ketegangan" perdagangan antara kedua negara, sehingga jumlah penerbangan dari Jepang ke Korea Selatan dan sebaliknya menurun.

Harganya tiket tersebut untuk terbang satu arah dari Seoul ke Fukuoka dengan maskapai berbiaya murah Eastar Jet.



Sedangkan jika terbang dari Jepang tarif terendahnya tercatat US$9,35 (sekitar Rp131 ribu).

Perlu diketahui kalau harga tiket itu belum termasuk pajak dan biaya tambahan bahan bakar, tetapi jika ditambah tarif saat ini jauh lebih rendah dari harga biasanya.

Di hari biasa, harga tiket penerbangan Eastar dari Fukuoka ke Seoul bertarif sekitar Rp997 ribu plus semua biaya tambahan.

Harga tiket sekarang sekitar 60 sampai 80 persen lebih murah dari harga tiket setahun yang lalu, menurut Nikkei Asian Review.

Bulan September biasanya menjadi masa kenaikan harga tiket penerbangan, karena banyak orang bepergian untuk mengunjungi keluarga selama liburan nasional Chuseok pada pertengahan September, atau yang juga dikenal sebagai Thanksgiving Korea.

Para pelancong dalam beberapa tahun terakhir mengeluh di forum online tentang mahalnya harga tiket penerbangan antara Jepang-Korea Selatan di bulan tersebut.


Sengketa dagang antara Jepang dan Korea Selatan terjadi sejak bulan Juli, ketika Tokyo menempatkan kontrol pada ekspor Korea Selatan, salah satunya terkait tiga bahan kimia yang digunakan untuk membuat chip komputer.

Bulan lalu Jepang secara resmi mengeluarkan Korea Selatan dari daftar mitra dagang pilihannya.

Sebagai tanggapan, Korea Selatan melakukan hal yang sama dan mengakhiri perjanjian berbagi militer dengan Jepang yang ditandatangani pada tahun 2016.

Ketegangan sebelum itu telah meningkat selama berbulan-bulan, sebagian berasal dari pemerintahan kolonial Jepang atas semenanjung Korea pada awal abad ke-20.

Sebelumnya pada bulan Agustus, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya adalah "korban penderitaan besar dari imperialisme Jepang" pernyataannya mengenai konflik semenanjung Korea.

Sekarang, industri pariwisata Jepang terpukul. Ada 561.700 turis Korea Selatan mengunjungi Jepang pada bulan Juli - menurun 7,6 persen dari waktu yang sama tahun lalu, menurut statistik pemerintah Jepang.

Korea Selatan juga mengalami hal yang sama - jumlah pelancong Jepang ke Korea Selatan turun 1,3 persen dari Mei hingga Juni, kemudian 2,7 persen dari Juni hingga Juli, menurut data dari Organisasi Pariwisata Korea.

Angka-angka perjalanan yang menurun ini mempengaruhi harga dan jadwal penerbangan maskapai.

Pada Agustus, Korean Air mengatakan akan memotong enam rute penerbangan dari dan ke Jepang, dengan alasan "penurunan permintaan rute Jepang karena ketegangan Korea-Jepang."

(ard/ard)