Buaian Pesan Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto di JFW 2020

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 17:43 WIB
Buaian Pesan Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto di JFW 2020 Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto memamerkan koleksi teranyarnya yang sarat akan pesan dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 di Senayan City, Jakarta, Selasa (22/10). (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kain tak sekadar bernilai visual atau dapat diracik menjadi sebuah busana yang memukau. Lewat sehelai kain, desainer Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto melalui label Sejauh Mata Memandang menyelipkan pesan penting untuk siapa pun yang memakai atau melihatnya.

Dua nama besar di industri mode Indonesia itu memamerkan koleksi kain yang sarat akan pesan dalam peragaan busana dari Pesona Sisterhood Runway di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, Selasa (22/10) malam.

Sejauh Mata Memandang membuka show dengan kain yang membawa pesan untuk menjaga kelestarian alam dari ancaman perubahan iklim.

'Daur', begitu tajuk koleksi Sejauh kali ini. Koleksi diolah menjadi busana-busana bergaya klasik kontemporer.

Seturut namanya, narasi 'daur' diejawantahkan dengan penggunaan kain daur ulang untuk seluruh koleksinya. Sebanyak 24 koleksi diolah dari kain-kain yang telah lebih dulu dibuat, tapi tak terpakai. Kain salah cetak, salah warna, dan perca digunakan dalam koleksi ini.

"Dari narasi perubahan iklim, kami menggunakan kain salah warna yang diolah lagi. Karena Bumi sudah darurat," ujar Chitra, jelang show di Senayan City, Jakarta.

JFWDesainer Chitra Subyakto menggunakan kain daur ulang untuk meracik koleksi terbaru Sejauh Mata Memandang yang dipamerkan dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 di Senayan City, Jakarta, Selasa (22/10) malam. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Konsep daur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah dan limbah tekstil yang melimpah. Riset global menyebutkan, 10 persen emisi karbondioksida berasal dari industri fesyen.

Hasilnya, motif-motif koleksi lama Sejauh seperti Timun Mas, Mangkok, Floral, hingga yang terbaru, Laut Kita, terlihat saling mewarnai koleksi ini.

Potongan-potongan kain 'bekas' itu juga dijahit dengan teknik perca untuk kemudian menjadi atasan dan luaran.

Ada pula kebaya kutu baru, celana, rok, dan kain lilit. Warna-warna khas Sejauh seperti merah, kuning, dan biru mendominasi koleksi ini.

Beberapa aksesori juga dibuat sebagai pelengkap koleksi ini. Ragam aksesori ini juga membawa pesan kelestarian alam.

Pada aksesori, sebuah tas belanja dihadirkan dengan kalimat 'DARURAT IKLIM' yang tersemat di atasnya. Tas diharapkan dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik belanja. Ada pula tas botol minum sebagai tas yang dapat digunakan untuk membawa botol minum isi ulang.

JFWPesan untuk mencintai Bumi dan menjaga kelestariannya tersirat dalam koleksi Sejauh Mata Memandang kali ini. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Selain itu, masker kesehatan sebagai bentuk protes pada polusi udara yang menjadi masalah terkini di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Narasi pesan Chitra melalui koleksi Sejauh teranyarnya ini nampak jelas tersirat, sebagaimana sebuah kalimat yang tersemat di sebuah outer yang ditampilkan, 'CINTAI BUMI'.

Aku dan Kain
Berbeda dengan Sejauh Mata Memandang, kain Oscar Lawalata membawa pesan untuk mencintai keindahan wastra Nusantara. Oscar menggaungkannya lewat gerakan I am Indonesian: Aku dan Kain.

Peragaan Aku dan Kain langsung disambut meriah dengan hadirnya aktor Reza Rahadian yang melenggang dengan jumpsuit batik hijau muda sebagai model pembuka.

Busana yang diperagakan bintang film Habibie & Ainun itu merupakan satu dari 48 koleksi Oscar untuk JFW 2020. Di koleksi ini, Oscar ingin wastra Nusantara lebih dikenal generasi muda, salah satunya dengan mengajak para selebriti yang dekat dengan kaum milenial.

"Saya ingin memberikan awereness [tentang] kain Indonesia pada generasi muda. Bahwa kain Indonesia juga memiliki sejarah, dan bisa dipakai dengan cara yang muda lewat padu padan," tutur Oscar.

Selama kurang lebih tiga bulan, Oscar merancang kain Nusantara dengan gaya dan potongan yang kekinian, terlihat dari hasil potongan atasan dan bawahan yang simpel.

Tak banyak gaya yang ditampilkan Oscar. Desainer kelahiran Pekanbaru itu hanya ingin menonjolkan motif dan corak kain yang berasal dari seluruh Indonesia.

"Ini menantang karena saya biasa [bergaya] klasik, ini lebih twist dan kontemporer," ujar Oscar.

JFWDesainer Oscar Lawalata meracik ragam wastra Nusantara menjadi potongan busana modern dan kontemporer. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Selain Reza Rahadian, Oscar juga mengajak sang adik, Mario Lawalata, untuk memeragakan jumpsuit dengan model yang sama. Tapi, sedikit berbeda dari yang dikenakan Reza Rahardian, jumpsuit kali ini terbuat dari kain luarik.

Ada pula Zara mantan personil JKT 48 dan Naura yang tengah naik daun. Mereka menggunakan kombinasi atasan tanpa lengan dengan bawahan serupa rok. Rayi RAN, Monita Tahalea, dan Ayla Dimitri juga turut melenggang menjadi model.

Selain peragaan busana, Oscar juga menggelar pameran di Senayan City yang berisikan visual dan narasi 100 pemuda inspiratif dengan 100 kain.


[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)


BACA JUGA