Rusia Akan Mempermudah Visa Wisata Bagi WNI

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 14:36 WIB
Rusia Akan Mempermudah Visa Wisata Bagi WNI Suasana di Taman Zaryadye, Moskow, Rusia. (AFP PHOTO / Yuri KADOBNOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Federasi Rusia berencana mempermudah skema pengajuan visa bagi wisatawan Indonesia, sebagai salah satu upaya menggenjot angka kunjungan ke Negara Beruang Merah tersebut.

"Saat ini kami bersama dengan pihak Indonesia sedang dalam proses untuk mempermudah pengajuan visa. Artinya pemangkasan tahap birokrasi dan lebih sedikit dokumen yang harus diserahkan. Jadi akan lebih mudah bagi warga Indonesia untuk mengajukan visa," kata Wakil Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Oleg V Kopylov, di kediaman Duta Besar Rusia di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (18/12).

Dia mengatakan semakin banyak turis Indonesia yang berpelesir ke Rusia, sebagai bagian dari perjalanan ke Eropa.


"Sebagai contoh, mereka pertama mengunjungi Rusia, ke Moskow dan St Petersburg, lalu mereka bertolak ke Paris atau Belanda, Jerman dan negara Eropa lain," katanya.

Meski belum ada data yang dapat memastikan, Wadubes Kopylov memperkirakan jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Rusia selama 2019 mencapai 20 ribu orang.

Angka tersebut masih cukup timpang dengan jumlah turis asal Rusia yang datang ke Indonesia, yang diperkirakan meningkat 10 hingga 15 persen pada 2019, yakni mencapai 150 ribu orang.

Dia pun berharap agar prosedur visa yang dipermudah dapat memperkecil perbedaan jumlah kunjungan wisatawan antar kedua negara yang terpaut cukup jauh.

"Rusia memang telah menikmati skema bebas visa, jadi kami mengambil langkah maju untuk mempermudah prosedur visa, tentunya dengan harapan dapat menarik turis Indonesia untuk berkunjung ke Rusia," jelasnya.

Kesepakatan terkait kemudahan proses memperoleh visa itu, lanjut dia, merupakan salah satu agenda dalam kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia yang dijadwalkan pada 2020.

Pihak Kedubes Rusia di Jakarta sejauh ini belum dapat memastikan tanggal kunjungan Presiden Rusia tersebut.

Sebelumnya diberitakan kalau mulai 1 Oktober 2019 wisatawan mancanegara, termasuk Indonesia, bisa mengunjungi St Petersburg dan wilayah Leningrad menggunakan visa elektronik (e-visa) yang tidak dipungut biaya alias gratis.

E-visa berlaku untuk single entry dan membolehkan pemiliknya bisa tinggal di St Petersburg dan wilayah Leningrad untuk kepentingan bisnis, wisata dan kemanusiaan maksimal untuk delapan hari.

Untuk mendapatkan visa elektronik Rusia ini, turis bisa mengajukan melalui website Kementerian Luar Negeri Rusia minimal empat hari dan maksimal 20 hari sebelum keberangkatan.

Informasi lebih lanjut mengenai visa wisata ke Rusia bisa diketahui melalui situs resmi Kedutaan Besar Rusia di sini.

(ard/ard)