9 Taksi Paling Ikonik di Penjuru Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 17:33 WIB
Tak cuma yellow cabs di New York atau black cabs di London. Ada banyak taksi unik nan ikonik di penjuru dunia. Pemandangan taksi kuning di New York, Amerika Serikat. (Istockphoto/ IrinaSen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semenjak jaringan taksi online mendunia, taksi konvensional mulai dilupakan. Tarif yang mahal dan supir yang judes menjadi alasannya.

Sebenarnya taksi menjadi kendaraan umum yang patut dicoba saat melancong di destinasi wisata baru, dengan catatan jika mendapat supir yang ramah dan jujur.

Selain becak, bajaj, atau delman, berikut deretan taksi unik nan ikonik di negara lain:


1. New York, Amerika Serikat

Deretan yellow cabs yang hilir mudik di jalanan New York sudah sering terlihat di film atau serial tv.

Taksi berwarna kuning ini mulai beroperasi sejak tahun 1897. Dicat berwarna kuning agar tetap terlihat saat malam hari atau dari kejauhan.

Saat ini tercatat ada banyak taksi daripada kendaraan pribadi di New York.

2. India

Taksi di India. (Istockphoto/ THEPALMER)

Kendaraan umum ini masih bersaudara dengan bajaj di Indonesia. Kebanyakan beroperasi dengan warna hijau dan kuning.

Bagi yang tak terbiasa berkendara kencang, siap-siap deg-degan saat naik taksi ini.

3. Munich, Jerman

Taksi di Munich. (Istockphoto/Helmut-Seisenberger)

Argo taksi diciptakan oleh Friedrich Wilhelm Gustav Bruhn pada tahun 1891. Tak heran jika Jerman merupakan negara terdepan dalam pengembangan taksi.

Sebagian besar taksi yang ada di Jerman menggunakan mobil mewah, seperti Audi, BMW, sampai Mercedes-Benz.

4. London, Inggris

Taksi di Loncon. (Istockphoto/ Nikada)

Setelah memulai sejarah kendaraan umum dari kereta kuda pada tahun 1605, saat ini black cabs atau taksi hitam merupakan kendaraan umum paling ikonik dari Inggris.

Taksi hitam bisa dipesan melalui telepon atau menyetopnya di pinggir jalan.

Jika sedang tidak hujan, bukan musim dingin, atau tidak sedang dalam keadaan darurat, sebaiknya urungkan niat untuk naik taksi hitam karena argonya yang mahal.

5. Thailand

Taksi di Thailand. (Istockphoto/ intek1)

Tuk-tuk berbentuk mirip bajaj dengan dinding yang terbuka. Kapasitasnya juga lebih besar.

Sama seperti di Indonesia atau di India, jangan lupa untuk menawar harga terlebih dahulu sebelum naik taksi ini.

6. Filipina

Taksi di Filipina. (Istockphoto/ Rweisswald)

Jika bajaj dikemudikan dengan supir di depan, maka taksi khas Filipina atau traysikel dikemudikan dari supir di samping, yang menunggangi sepeda motor.

Walau bentuknya sederhana, namun para pengemudi traysikel di sini sangat menjaga eksterior dan interior kendarannya, sehingga ada banyak traysikel yang mulus di sini.

7. China

Taksi di China. (Istockphoto/ Spondylolithesis)

Kalau delman bertenaga dengan kuda, maka taksi khas China alias sanlunche bertenaga kayuhan sepeda.

Sanlunche beroperasi sejak tahun 1950an.

Kemudi supir berada di depan, sementara bangku penumpang berada di belakang.

8. Capri, Italia

Taksi di Capri. (Istockphoto/ Scaliger)

Keindahan Pulau Capri di Italia memang sayang untuk dilewatkan, apalagi bagi turis pemburu dokumentasi perjalanan.

Oleh karena itu taksi-taksi di sini dibuat beratap otomatis yang bisa dibuka atau ditutup sesuai keinginan penumpang.

9. Venesia, Italia

Taksi di Venesia. (Istockphoto/ Scaliger)

Dikelilingi oleh kanal, kota Venesia di Italia memiliki layanan taksi air yang bisa mengantar turis dari satu tempat ke tempat lainnya.

Taksi bernama acquei atau motoscafi dan bermesin motor ini disebut taksi dengan tarif termahal di dunia.

Kalau dana terbatas, silakan naik traghetto, taksi air berupa gondola dengan kapasitas yang lebih besar dan menampung lebih banyak orang.

(ard/ard)