Arti Asfiksia, Kondisi saat Tubuh Kekurangan Oksigen

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 10:46 WIB
3D illustration of Lungs - Part of Human Organic. Ilustrasi. Asfiksia berarti kondisi kurangnya oksigen atau kelebihan karbon dioksida dalam tubuh yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernapas. (Istockphoto/yodiyim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gangguan apa pun dalam proses pernapasan bisa mengancam jiwa. Salah satunya adalah asfiksia, yang berarti kondisi saat tubuh kekurangan oksigen.

Kamus Merriam Webster mengartikan asfiksia sebagai kondisi kurangnya oksigen atau kelebihan karbon dioksida dalam tubuh yang disebabkan oleh gangguan pernapasan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang tak sadarkan diri hingga mengancam jiwa.

Saat bernapas dengan normal, tubuh akan mengambil oksigen dari luar. Paru-paru lalu akan mengirimkan oksigen ke dalam darah yang kemudian membawanya ke seluruh jaringan tubuh. Sel-sel dalam tubuh kemudian akan menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi.


Mengutip Healthline, beberapa gejala asfiksia sendiri di antaranya kulit pucat dan membiru, kesulitan bernapas, detak jantung tak normal, dan otot-otot yang terasa melemah.

Dalam kondisi lebih parah, asfiksia dapat menyebabkan kegagalan beberapa organ tubuh lain seperti paru-paru, jantung, ginjal, dan otak.

Asfiksia sendiri terbagi dalam beberapa kelompok. Asfiksia fisik menjadi yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi saat ada benda atau gangguan eksternal yang membuat seseorang kesulitan bernapas.

Mengutip situs kesehatan Web MD, berikut beberapa jenis asfiksia fisik.

Tersedak
Kondisi ini terjadi saat ada makanan atau benda yang tersangkut di saluran napas dan menghalangi udara yang masuk ke paru-paru. Lansia dan balita menjadi kelompok paling berisiko mengalami hal tersebut.

Aspirasi
Aspirasi terjadi saat sesuatu yang Anda makan atau minum masuk ke dalam saluran yang salah dan memasuki jalan napas. Tenggelam adalah jenis aspirasi paling umum.

Mati lemas (tercekik)
Mati lemas terjadi saat sesuatu yang berat menutupi wajah atau dada dan membuat Anda tak bisa bernapas. Hal ini juga bisa terjadi saat Anda berada di tempat yang minim oksigen.

Pada kondisi lain, leher yang tercekik juga bisa mengakibatkan mati lemas akibat asfiksia karena jalan napas yang terhalangi.

Overdosis obat
Zat seperti opioid dapat memengaruhi pernapasan Anda. Konsumsi opioid dalam dosis tinggi dapat memperlambat pernapasan dan membuat tubuh kekurangan oksigen.

Asfiksia lahir
Hal ini umum terjadi pada bayi saat proses persalinan yang memakan waktu lama karena masalah pada tali pusar.

Asfiksia pada bayi juga bisa disebabkan oleh janin yang tak mendapatkan banyak oksigen selama masa kehamilan. Hal ini umumnya disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah ibu dan masalah plasenta selama masa kehamilan.

Kejang
Kejang dapat menyebabkan asfiksia dalam beberapa cara. Kejang karena epilepsi dapat membuat pernapasan tiba-tiba terhenti dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh ke tingkat yang sangat mengancam jiwa.

Selain itu, selama kejang, tubuh juga bergerak sedemikian rupa sehingga menutup jalan napas dan menghalangi pernapasan Anda. (asr)

[Gambas:Video CNN]