5 Kesalahan yang Sering DIlakukan saat Pakai Masker

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2020 11:14 WIB
Pecalang meminta wisatawan mancanegara untuk mengenakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Desa Adat Jimbaran, Badung. Ilustrasi: Sebagian orang kerap tak menyadari masker pelindung mulut dan hidung itu tak dipakai secara tepat. Salah satunya misalnya, tak sepenuhnya menutup hidung atau bagian dagu. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masker kini jadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari sebagai proteksi diri di tengah pandemi virus corona. Penggunaan masker yang benar dapat mencegah penyebaran Covid-19. Namun, ternyata banyak orang yang melakukan kesalahan saat pakai masker.

Kesalahan dalam memakai masker dapat membuat penutup hidung dan mulut ini tak efektif menyaring udara. Walhasil, risiko penularan Covid-19 pun dapat meningkat.

Berikut 5 kesalahan saat pakai masker yang sering dilakukan.



1. Hanya menutup bagian mulut
Dikutip dari laman Pusat Kanker Moffitt, kesalahan yang paling umum dilakukan saat memakai masker adalah hanya menutup bagian mulut saja. Seringkali, orang-orang lupa untuk menarik masker ke atas guna menutup hidung dan menarik masker ke bawah untuk menutup bagian dagu.

Hidung serta bagian dagu penting untuk ditutup karena dapat menjadi jalur masuk udara dan virus. Ketika bersin dan batuk, hidung juga bakal mengeluarkan tetesan sehingga harus ditutup dengan masker.

2. Masker yang tidak nyaman
Pastikan pula masker yang dikenakan pas dan nyaman di wajah. Kesalahan dalam memakai masker seringkali berawal dari rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman membuat orang kerap menyentuh dan melepaskan masker.

Oleh karena itu, pilihlah masker yang pas dengan bentuk wajah. Pilih pula masker dengan bahan kain yang tepat agar tidak kepanasan dan membuat iritasi pada kulit.

[Gambas:Video CNN]

3. Sering memegang masker
Saat memakai masker, biarkan masker berada di posisi yang tepat. Jangan menyentuh masker atau terlalu sering mengubah posisi masker, apalagi dengan tangan yang belum dibersihkan.

Sering memegang masker yang sedang dipakai meningkatkan risiko masker terkontaminasi. Masker dapat terkontaminasi dari tangan atau benda lain yang menyentuhnya. Sementara itu, tangan juga dapat kontak langsung dengan bakteri atau virus yang menempel di bagian luar masker.

Masker juga dapat menjadi longgar sehingga tak efektif menyaring udara jika terlalu sering disentuh.

4. Terlalu lama memakai masker
Banyak orang enggan mengganti masker yang telah digunakan berjam-jam bahkan seharian. WHO merekomendasikan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali dan jika masker telah basah.

Masker yang terlalu lama dipakai tidak lagi efektif menyaring udara. Menggunakan masker terlalu lama dan basah juga meningkatkan risiko terinfeksi virus dan bakteri.

Infografis Serba-Serbi Masker Kain: Bahan, Aturan Pakai, Lepas, dan CuciFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Serba-Serbi Masker Kain: Bahan, Aturan Pakai, Lepas, dan Cuci


5. Tidak mencuci masker dengan benar
Pastikan Anda selalu mencuci masker kain dengan benar. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masker kain dapat dicuci dengan menggunakan mesin cuci dan sabun. Jika mencuci dengan tangan beri perhatian ekstra atau kucek lebih lama.

Masker harus dicuci setiap. Masker yang sudah rusak tidak boleh digunakan dan harus diganti dengan yang baru.

Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan saat memakai masker ini agar penggunaan masker tetap efektif. (ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]