Hari Buah Sedunia

Menegok Asal-usul Perayaan Hari Buah Sedunia

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 16:19 WIB
Half sliced and raw of Citrus sinensis ( called jeruk baby santang ) with leaves, local fresh fruit from Indonesia. Isolated fruit on a wooden basket / bowl. Image photo Tiap tanggal 1 Juli tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buah Sedunia. Berikut asal-usul dan sejarah perayaannya. (iStockphoto/Rina Mulati Ningrum)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiap tanggal 1 Juli tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buah Sedunia. Mengutip laman Kementerian Kesehatan, hari buah pertama kali dilaksanakan di Berlin, Jerman pada 2007.

Perayaan ini awalnya bertujuan untuk berbagi buah dan sayur dengan sesama dalam hidangan makanan agar tercipta solidaritas.

Mengutip laman International Fruit Day, saat itu kue buah serta potongan buah segar diberikan kepada lebih dari 400 tamu untuk berbagi bersama orang lain.


Di tahun ini, buah yang menjadi fruit of the year adalah mandarin atau jeruk keprok. Buah ini dipilih sebagai pemenang buah tahun ini berdasarkan hasil polling. Ada 10 buah secara acak yang dipilih untuk ikut polling. Tujuannya untuk mencegah buah yang sama terpilih lagi. Polling ini dilakukan melalui media sosial dan pameran buah logistica di Berlin dan BioFach di Nuremberg.

Hasinya mandarin menang dengan 17,95 persen suara. Di posisi kedua ada pitaya (16,24 persen), mirabelle (12,39 persen), jeruk bali (11,54 persen).

Mandarin sendiri berasal dari wilayah tenggara China. Pedagang Arab membawa buah ini ke laut Mediterania usai dipanen. Mereka membawa berbagai varietas jeruk lain seperti clementine, tangelo, minneola, dan satsuma.

Seperti diketahui, keluarga jeruk kaya akan vitamin C dan menghasilkan energi sehat. Dalam satu buah jeruk mandarin seberat 88 gram (berukuran sedang) mengandung vitamin C 26 persen. Selain itu buah ini memiliki nilai kalori 47, 12 gram karbohidrat, 0,7 gram protein, 0,3 gram lemak dan serat 2 gram. Buah ini juga menjadi camilan sehat.

Makan Buah Bervitamin C Tinggi Bisa Cegah Keriput

Ilustrasi Buah jerukFoto: Daria-Yakovleva/Pixabay
Ilustrasi Buah jeruk

Kandungan vitamin C yang tinggi seperti dalam jeruk mandarin ini juga terbukti mampu menjaga kesehatan kulit.

"Menurut survei yang dilakukan terhadap 4.000 wanita di AS, makan buah dan sayur yang mengandung vitamin C tinggi, terutama jeruk dan tomat, mereka punya kulit kencang, tidak keriput, dan tidak kering," ucap Ardy Brian Lizuardi, Master of Science in Nutrician and Health Wageningen University, Belanda dalam Nutriclass, Myths or Facts Nutrition.

"Vitamin C bisa membantu membentuk kolagen untuk kesehatan serta kekencangan kulit, melindungi efek sinar uv. dari pro-kolagen jadi kolagen. Kolagen adalah protein yg dihasilkan kulit untuk regenerasi sel kulit baru."

Selain itu, konsumsi buah juga disarankan untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, khususnya di masa pandemi virus corona seperti saat ini. 

(chs)

[Gambas:Video CNN]