3 Cara Melatih Otak Selama Olahraga

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 05:55 WIB
Beautiful muscular girl doing exercise at the flat. Ilustrasi: Mengasah fungsi otak dan kesehatan jiwa bukan hanya bisa dilakukan di luar waktu-waktu olahraga, Anda juga bisa menjalankannya sembari berolahraga. (Foto: iStockphoto/MilanMarkovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Olahraga berhubungan dengan kondisi pikiran ataupun mental. Bagi atlet, disiplin latihan dipadu mental yang kuat bisa membantu mereka mencapai level tertinggi capaian. Latihan kesehatan mental tak hanya bisa dilakukan di luar waktu olahraga, melainkan juga bisa dilakukan bersamaan.

Psikolog olahraga, Justin Ross mengatakan Anda bisa memperoleh manfaat dari melatih pikiran selama berolahraga meski bukan atlet.

"Ini dapat membantu membentuk komitmen yang lebih besar untuk mempertahankan rutinitas olahraga, meningkatkan kepuasan keseluruhan selama latihan dan membantu kita mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang seberapa efektif olahraga pada keadaan kesejahteraan kita secara keseluruhan," tulis Ross di Livestrong.


Bagaimana caranya?

1. Tetapkan tujuan dan fokus

Dalam dunia Psikologi dikenal istilah 'priming' atau menyiapkan serangkaian pemikiran tertentu. Priming penting sebelum berolahraga. Anda musti tahu tujuan dan fokus terhadapnya.

Ross mengungkapkan ada tiga hal utama yang perlu dipahami sebelum Anda berkeringat, yakni:

- Perjelas apa yang akan Anda lakukan.

- Fokus pada bagaimana Anda berencana untuk mengarahkan sikap dan perhatian Anda saat Anda berolahraga.

- Pahami alasan pentingnya sesi latihan dalam skema kesehatan dan kesejahteraan Anda.

Ilustrasi YogaIlustrasi: Sebelum mulai berkeringat, Anda perlu terlebih dulu memikirkan tujuan dan fokus dari olahraga yang akan Anda lakukan. Tahu apa yang dilakukan membuat kegiatan Anda dikerjakan secara sadar. (Foto: jeviniya/Pixabay)

Tahu apa yang akan dilakukan menghindarkan Anda dari aktivitas yang 'autopilot'. Anda melakukannya dengan sadar, bukan karena Anda familiar dengannya. Aktivitas yang otomatis tidak akan membuat Anda berkembang dan tidak menemukan kepuasan.

Fokus pada rencana membantu Anda membangun sikap dan pola pikir. Anda bakal jadi pelatih buat diri sendiri sehingga Anda patuh pada komitmen dan membantu Anda untuk tetap maju meski dihadang rasa lelah. Kemudian Anda perlu memahami hubungan olahraga dengan kesehatan. Ini lebih berhubungan komitmen olahraga dan tujuan jangka panjang.

"Membuat alasan jadi jelas juga membantu Anda mencapai pemahaman yang lebih baik akan apa yang benar-benar Anda cari. Kebanyakan, latihan dan olahraga adalah proses mencari jati diri. Ini membantu untuk mengingatkan Anda dari waktu ke waktu," imbuh Ross.

2. Sadar dengan apa yang diucapkan pada diri sendiri

Anda sebaiknya menguasai 'self talk' atau bicara dengan diri sendiri. Mulai dengan kesadaran pikiran, penilaian dan narasi yang melayang di benak Anda saat latihan.

Ross berkata, ada ungkapan yang jadi favoritnya yaitu, 'Anda tidak dapat mengubah apa yang tidak Anda sadari'.

Dia pun mengajak Anda untuk memperhatikan hal-hal yang Anda pikirkan seperti, apa yang dikatakan pada diri sendiri saat masuk sesi latihan yang menantang, perubahan pikiran saat mulai merasa lelah, pembicaraan dengan diri sendiri saat akhir latihan, juga seberapa besar pengaruh Anda dalam mengarahkan suara dari dalam diri.

3. Latihan 'mindfulness'

Mindfulness atau kesadaran, perhatian merupakan upaya menghubungkan momen sekarang dan belajar untuk mengontrol segala sesuatu yang bisa dikontrol. Mindfulness memiliki banyak manfaat termasuk membantu orang mengurangi kecemasan, stres, juga rasa sakit.

Mindfulness baik dilakukan usai sesi latihan. Ambil beberapa menit untuk latihan napas panjang dan refleksikan latihan yang baru dilakukan. Ini bisa membantu Anda membentuk sikap dan intensi di latihan berikutnya.

"Di luar latihan, melatih mindfulness tidak perlu terlalu intensif. Manfaat bisa dimulai dari setidaknya 5-10 menit per hari secara konsisten selama beberapa minggu," kata Ross.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]