Semarang Zoo, Rumah Covi & Vivid yang Bertahan kala Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 10:23 WIB
Masa pandemi virus corona membuat Semarang Zoo harus mengencangkan ikat pinggang setelah tutup sementara selama tiga bulan. Perawatan gajah di Semarang Zoo, Semarang, Jawa Tengah. (CNNIndonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masa pandemi virus corona membuat Semarang Zoo harus mengencangkan ikat pinggang setelah tutup sementara selama tiga bulan. Di sisi lain, sejumlah satwa termasuk tenaga kerja yang mengurus kebun binatang itu harus tetap mengisi perut untuk kelangsungan hidup.

Hal tersebut diakui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang ikut memutar otak untuk mempertahankan keberlangsungan Semarang Zoo.

Menurut Hendrar, mekanisme Semarang Zoo yang dibuat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) sejak tahun 2017 sedikit membantu, karena PT masih punya dana cadangan untuk mendukung operasional Semarang Zoo yang harus tutup sementara sejak April lalu.


"Kami mengakui masa pandemi ini menggerus sektor pariwisata, dan salah satu turunannya adalah Semarang Zoo. Kami tutup sementara selama tiga bulan lalu, otomatis tidak ada pemasukan, sementara satwa disini harus terus diberi makan, dan juga pekerja perawat satwa, tukang bersih-bersih dan keamanan harus juga dipikirkan. Mereka ini tentunya bergantung pada Semarang Zoo. Beruntungnya, kami buat Semarang Zoo jadi PT, dan saat ini kami masih punya dana cadangan untuk menutup sementara operasional," kata Hendrar.

Setiap bulannya, Semarang Zoo membutuhkan dana sebesar Rp200 juta.

Sementara untuk harga tiket masuk dipatok Rp20 ribu pada hari biasa, dan Rp25 ribu pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

Dari hitungan tersebut, Semarang Zoo harus dikunjungi sedikitnya 10 ribu orang setiap bulannya agar dapat memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Sejak dibuka kembali pada 15 Juli 2020 lalu, sampai Rabu (29/7), atau selama dua pekan, Semarang Zoo baru dikunjungi 3.000 orang.

"Kami lihat kondisinya sudah siap, ya kami buka kembali 15 Juli lalu. Apapun, kebun binatang ini harus kami pertahankan. Jadi kalau kami melihat pariwisata, tidak hanya pada jumlah wisatawan saja, tapi bagaimana orang-orang yang terlibat bekerja di dalamnya tetap kembali eksis mencari nafkah," ujar Hendrar.

Semarang Zoo kini memiliki koleksi satwa sebanyak 288 ekor dengan 70 spesies.

Dalam kondisi pandemi, Harimau Benggala penghuni Semarang Zoo beberapa waktu lalu melahirkan dua ekor anak berkelamin betina yang oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi diberi nama Covi dan Vivid, dimana bila disatukan membentuk kata Covid.

(dmr/ard)

[Gambas:Video CNN]