Studi: Probiotik Bantu Anak Obesitas Turunkan Berat Badan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 05:31 WIB
Kombinasi diet Mediterania dan konsumsi probiotik dapat membantu anak dan remaja obesitas menurunkan berat badan. Efek probiotik bahkan terus bertahan lama. Ilustrasi. Kombinasi diet Mediterania dan konsumsi probiotik dapat membantu anak dan remaja obesitas menurunkan berat badan. (Highwaystarz-Photography/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menemukan, konsumsi probiotik pada anak dengan obesitas membantu menurunkan berat badan. Obesitas merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia.

Data global menunjukkan, lebih dari 340 juta anak dan remaja mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas pada usia anak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis dan kematian dini di masa depan.

Dalam penelitian yang baru saja dipublikasikan di Kongres Endokrinologi Eropa, kombinasi diet dan probiotik strain Bifidobacterium breve dapat membantu anak-anak dan remaja obesitas menurunkan berat badan.


Probiotik adalah kumpulan mikroorganisme hidup seperti bakteri yang mirip atau sama dengan yang ada di dalam tubuh. Probiotik banyak ditemukan dalam yogurt dan makanan fermentasi lainnya.

Konsumsi probiotik dapat membuat mikroorganisme tersebut bekerja di dalam tubuh untuk memberikan efek kesehatan. Sejumlah probiotik dapat membantu pencernaan, produksi vitamin, dan menghancurkan sel penyebab penyakit.

Bifidobacteria merupakan bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan. Ia bertugas melindungi tubuh dari patogen, membantu mengatur sistem kekebalan, dan menyediakan nutrisi dengan memecah karbohidrat dan serat. Strain ini juga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan penting dalam mengatur kesehatan usus, rasa lapar, dan berat badan.

Pada studi ini, peneliti melihat efek pemberian Bifidobacteria pada anak dengan obesitas. Peneliti menganalisis 100 anak dan remaja berusia 6-18 tahun dengan obesitas dan resistansi insulin.

Semua anak menjalani diet Mediterania dengan batas kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Anak-anak lalu menerima probiotik selama delapan minggu dan sebagian menerima plasebo.

Semua anak-anak mengalami penurunan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah, resistansi insulin, dan konsentrasi bakteri E coli di usus mereka. Pada anak yang mendapatkan probiotik, penurunan berat badan jauh lebih tinggi, begitu pula dengan sensitivitas terhadap insulin, dan konsentrasi E coli.

Efek probiotik itu juga terus berlanjut selama beberapa minggu setelah anak berhenti meminum probiotik. Temuan ini merupakan hal baru dalam studi terkait probiotik.

"Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda berhenti mengonsumsi probiotik, probiotik akan hilang di usus dan tidak memiliki [efek] yang tahan lama," kata ahli pediatri Christopher Moran mengomentari penelitian ini, dikutip dari CNN.

Penelitian ini menyarankan orang tua untuk memberikan perhatian ekstra pada mikrobiota usus demi mengelola berat badan dan kesehatan anak secara keseluruhan. Berikan anak makanan fermentasi yang mengandung banyak probiotik seperti yogurt, keju, dan kimchi.

Makanan seperti gandum, bawang merah, pisang, bawang putih, dan daun bawang juga bisa meningkatkan Bifidobacteria di usus.

"Makan dengan variasi makanan dan menghindari banyak makanan olahan adalah hal yang paling penting," kata Moran.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]