Dokter Anak: Vaksinasi Buat Tubuh Kebal Tanpa Fase Sakit

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 19:02 WIB
Vaksinasi bekerja membuat tubuh kebal pada suatu penyakit tanpa harus tubuh penerimanya melewati sakit terlebih dahulu. Ilustrasi: Vaksinasi bekerja membuat tubuh kebal pada suatu penyakit tanpa harus tubuh penerimanya melewati sakit terlebih dahulu. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin dinilai sebagai upaya serius negara melindungi masyarakat dari penyakit menular, khususnya di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh tanpa perlu melalui fase sakit.

Dokter spesialis anak dari Yayasan Orang Tua Peduli Endah Citra resmi menyebut imunisasi masih menjadi cara paling ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Para pakar kesehatan pun terus-menerus mengkampanyekan vaksinasi atau imunisasi kepada masyarakat luas. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga terus meyakinkan masyarakat agar tidak takut divaksin karena vaksin sudah melewati uji klinik dan pemastian keamanan serta kemanjurannya.


"Pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui fase sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan kekebalan alami tubuh yang muncul setelah seseorang diserang penyakit. Pada kondisi tersebut, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal," ujar Endah dalam dialog produktif dengan tema "Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik", Selasa (24/11/2020).

Endah menegaskan bahwa negara sudah menjamin keamanan vaksin, bahkan tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya.

"Pada intinya, tidak ada pemerintah manapun yang mau mengorbankan warga negaranya. Semua negara baik negara maju maupun negara berkembang membuat vaksin," ujarnya.

Walaupun pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terus menegaskan keamanan dan kemanjuran vaksin, tetapi sebagian kecil masyarakat masih ada yang enggan untuk divaksin dan masih mendapatkan informasi keliru seputar vaksin.

Oleh karena itu, Endah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak benar mengenai vaksin dan imunisasi.

Dia menegaskan bahwa vaksin yang sudah beredar telah dipastikan keamanannya karena proses produksi vaksin telah melalui tahapan-tahapan yang sesuai prosedur keamanan.

Proses itu dimulai dari pra uji klinik pada hewan, dilanjutkan dengan tiga tahap uji klinik pada manusia, hingga akhirnya mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kemudian saat vaksin beredar di masyarakat, BPOM dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tetap dan terus memantau vaksin tersebut. Salah satu contoh pemantauan peredaran vaksin adalah pada vaksinasi MR fase 1 tahun 2018 memperlihatkan bahwa sangat sedikit sekali kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terkait langsung dengan pemberian vaksin.

"Laporan KIPI hanya 255 [laporan kejadian ikutan pasca imunisasi] dari 35 juta dosis vaksin. Ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan," terang Endah.

Endah menyebutkan bahwa kejadian ikutan yang paling umum terjadi pasca imunisasi adalah reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Jika dibandingkan dengan reaksi ringan pasca imunisasi tersebut, lanjutnya, manfaat vaksin jauh lebih besar.

"Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecatatan dan kematian, kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan dengan sebelum ditemukan vaksin," ungkapnya.

Dia mencontohkan kasus pnemonia yang paling banyak menimbulkan kematian pada balita, turun tajam setelah para pakar kesehatan menemukan vaksin untuk vaksin tersebut.

"Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik," ujar Endah.

(ang/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK