Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi virus corona sejak awal tahun 2020 ternyata tak cuma berpengaruh pada kesehatan dan perekonomian. Sebaliknya, pandemi juga berdampak ke semua lini termasuk lifestyle dan fashion.
Jika tahun-tahun sebelumnya, gaya eksperimental dan bold menjadi poin utamanya, di tahun 2020 ini kenyamanan dan fungsi lebih dibutuhkan dalam mengekspresikan gaya persona. Hanya saja tak mengesampingkan sisi estetis yang sesuai karakter.
Seperti halnya killer high heels, esensinya berubah dari musim sebelumnya. Materi busana yang mudah perawatan dan penyimpanan juga lebih dibutuhkan. Praktis dan realistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Masker
Siapa sangka kalau masker bakal jadi bagian dari fashion sekarang ini? Bagi orang sehat, masker kain wajib dipakai. Masker yang sebelumnya hanya aksesori kini menjadi kebutuhan semua orang.
Alih-alih memakai yang biasa, banyak orang pun mulai memadu-madankan busana dengan masker yang dipakai. Masker pun tak lagi dibuat dengan warna dasar dan polos, melainkan penuh warna dan motif.
Hanya saja yang harus diingat, perhatikan standar masker kain yang dipakai agar masih memenuhi syarat kesehatan pencegahan Covid-19.
2. Tie-Dye
Kain ikat celup atau tie-dye adalah kain dengan menggunakan teknik ikat kain lalu dicelup dalam pewarna. Di Indonesia populer dengan istilah Jumputan, sementara di Jepang disebut Shibori.
Tidak selalu dalam gaya etnik, perancang busana seperti Dior, Versace menampilkan tie dye dalam gaya modern. Malah brand fashion Indonesia, 3Monkis hadir dalam gaya kasual. Sementara Ralph Lauren yang dikenakan Jennifer Lopez tampil sporty.
Selain rumah mode yang memiliki koleksi ini, membuat tie dye atau shibori ini juga jadi lahan eksperimen selama karantina #dirumahaja.
Proses membuat yang tak sulit dan pewarna kain yang bisa dengan mudah didapatkan menjadi salah satu alasan popularitas do it yourself tie dye. Ditambah lagi, elemen surprise dengan motif yang terbentuk.
 Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images/AFP ilustrasi tie dye |
3. Pajamas set
Kenyamanan, fungsi dan gaya membuat piyama naik pangkat dari baju rumah. Baju wfh ini tampil lebih beragam, motif lebih seru, elegan serta terlihat normal saat tampil di area publik.
Mulai dari bahan satin, warna neon, atau bahan katun yang casual. Namun dalam perkembangannya, pajamas set ini tak cuma dipakai untuk wfh atau zoom meeting semata.
Banyak orang yang semakin berani bergaya dengan sleep wear atau pajamas set untuk baju ke kantor atau sekadar ke supermarket. Banyak juga pajamas set yang memakai tren tie dye dan shibori sebagai motif kekiniannya.
Tip gaya: Pakai satu set bersiluet simpel, jangan dicampur motif lain. Plus, tata rambut dan pakai riasan mata yang sesuai.
4. Crop top
Era pandemi membuat olah raga menjadi favorit banyak kalangan, baik untuk meraih imunitas, menjalin komunitas, dan mengisi laman media sosial. Bonusnya, tubuh lebih fit dan bugar.
Inspirasi fashion dari Jennie Black Pink pun memicu adrenalin banyak wanita untuk pamer aksi perut kencang lewat cropped top. Bisa sebagai atasan atau tambahan outer untuk gaya elegan.
90-an sampai Emily in Paris
Foto: AFP/Donell Woodson
5. Bucket Hat
Hiasan kepala yang satu ini sejak tahun lalu menjadi favorit. Bucket hat yang dekat dengan nuansa liburan ini mampu 'berkolaborasi' dengan dress feminin, gaya sporty dan smart casual.
Penonton Netflix tentu belum lupa gaya Lily Collins dengan bucket hat dalam serial Emily in Paris.
6. Cardigan
Buat pecinta preppy look tentu bisa jatuh cinta dengan gaya Harry Styles yang mampu menampilkan personanya lewat atasan rajut ini. Lain lagi Kaia Gerber yang tampak feminin dan santai dengan atasan crop.
Ada lagi Taylor Swift dalam clip yang berjudul Cardigan dengan gaya chunky super cozy. Nyaman dan mudah dipadupadan membuat cardigan selalu disukai.
7. Pastel, pastel, dan pastel
Warna pastel yang menggemaskan bikin sejuk mata. Apalagi dipakai dalam set, atau dipadankan dengan atasan dan bawahan dalam satu tingkat warna lebih gelap, sehingga terlihat monokromatik. Buat padanan netral, warna putih bikin tampilan tampak chilled aesthetic.
 Foto: Dok.Rosie Rahmadi Jaket oversize Rosie Rahmadi |
8. Two Straps Sandal
Sandal dengan tali belakang, marak mewarnai fashion tahun ini akibat gaya rumahan dan kantoran yang semakin fleksibel.
Pakai sandal tidak lagi identik 'selebor' atau 'sandal gunung'. Styling yang proporsional bisa menaikkan derajat sandal santai. Detail, warna dan fungsi penting dalam membangun mood.
9. 90-an
Fashion era 90an memang ikonik dan sarat nostalgia. Aura fashion Kate Moss hingga mendiang Putri Diana masih terasa. Generasi Z terlihat berenergi mengekplorasi gaya ini dan mulai muncul dalam IRL (in real life), hingga unggahan media sosial.
Gaya fashion yang erat dengan periode ini seperti grunge-style, gaya iklan denim dari Calvin Klein, aura sporty Tommy Hilfiger, hingga serial Friends dan Sex In The City.
10. Jaket oversize
Di masa pandemi ini, tak salah jika banyak orang mulai melindungi diri dengan baju-baju berlengan panjang. Jaket oversize yang dibuat dengan inspirasi APD (alat pelindung diri) pun dibuat oleh para desainer.
Tak lupa, demi dibuat menyerupai APD, jaket ini dibuat dengan bahan yang merupai plastik sehingga digadang-gadang tahan air dan droplet. Salah satu desainer yang membuat kreasi busana yang terinspirasi dari APD adalah Rosie Rahmadi dan Etnik by Wening Angga.