Cerita di Balik Baju Pengantin Arie Kriting-Indah Permatasari

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 07:43 WIB
Dalam momen pernikahannya, aktris Indah Permatasari dan Arie Kriting tampil menggunakan busana yang terinspirasi khazanah budaya Nusantara. Dalam momen pernikahannya, aktris Indah Permatasari dan Arie Kriting tampil menggunakan busana yang terinspirasi khazanah budaya Nusantara. (Tangkapan Layar Instagram @indahpermatas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris Indah Permatasari resmi menikah dengan komika Arie Kriting pada Selasa (12/1). Dalam momen pernikahannya, keduanya tampil dalam balutan busana yang terinspirasi khazanah budaya Nusantara.

Kabar bahagia itu pertama kali dibagikan dalam sebuah unggahan Instagram Indah Permatasari. Dalam unggahan itu, Indah tengah menyematkan cincin ke jari tangan Arie Kriting.

Dalam unggahan itu, Indah dan Arie tampil menawan dalam balutan busana pengantin dari Svarna By IKAT Indonesia rancangan desainer kenamaan Didiet Maulana. Busana keduanya terinspirasi dari khazanah budaya Nusantara.


[Gambas:Instagram]

"Pesona akar budaya menjadi satu inspirasi kami dalam menggubah busana untuk mempelai," tulis Didiet, salam sebuah unggahan Insta Story-nya.

Dalam pernikahannya, Indah tampil dalam balutan busana yang terinspirasi dari baju bodo khas Makassar, Sulawesi Selatan. Busana itu dipadu dengan kain tenun Sengkang, yang merupakan salah satu wastra asli Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Busana pengantin itu bernuansa merah muda yang manis dengan potongan loose layaknya baju bodo. Bagian atas kerah dibuat dengan model sabrina yang dilengkapi dengan aksen bunga di bagian kanan dan kiri bahu. Ada pula tambahan detail payet pada bagian atas yang membuat busana terlihat cantik.

Sementara itu, inspirasi yang berbeda muncul dalam busana pengantin yang digunakan Arie Kriting. Dalam momen spesial itu, Arie menggunakan busana yang terinspirasi dari budaya Indonesia Timur, khas Melanesia.

Arie tampak mengenakan potongan jas tanpa kerah berwarna putih. Jas tersebut dipadukan dengan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disampirkan pada bahu kanan.

Sebagai penambah, Didiet juga menyematkan kalung dari Papua yang terbuat dari batang Anggrek pada busana Arie kali itu.

Didiet mengatakan bahwa busana tersebut tak sekadar pelapis tubuh, tapi juga menjadi pesan dan harapan indah untuk pemakainya.

"Tampilannya diharapkan memberi sebuah energi dan doa baik untuk mempelai," tulis Didiet.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK