8 Pecinan di Indonesia selain Petak Sembilan Glodok

CNN Indonesia | Sabtu, 06/02/2021 10:49 WIB
Berbaurnya pendatang Tionghoa di Indonesia memunculkan banyak pecinan yang kini menjadi saksi budaya sekaligus tempat wisata seru di Tanah Air. Foto sebelum pandemi. Suasana Petak Sembilan, kawasan pecinan legendaris di Glodok, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chinatown atau pecinan di Indonesia bukan hanya Petak Sembilan di Glodok, Jakarta. Selain Petak Sembilan, pecinan banyak tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Setiap pecinan menawarkan keunikannya masing-masing. Masyarakat Tionghoa ini bercampur baur dengan kota setempat.

Menjelajahi kawasan pecinan ini seolah membawa kita kembali bernostalgia. Banyak dari kawasan pecinan ini masih mempertahankan bangunan, kelenteng, budaya, dan kuliner leluhur mereka.


Berikut pecinan di Indonesia selain Petak Sembilan:

1. Singkawang, Kalimantan Barat

Bicara pecinan di Indonesia tak lengkap tanpa Singkawang. Singkawang merupakan salah satu pecinan terbesar di Indonesia. Rumah-rumah dan kelenteng masih dipertahankan di tempat ini. Tak salah jika kota ini dijuluki Kota Seribu Kelenteng.

Tiap sudut kota Singkawang kental dengan budaya China. Singkawang semakin ramai saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh tiba.

Singkawang, West Kalimantan, Indonesia  - August 29, 2013:  Confucian temple and traffic on the road of the Singkawang city, West Kalimantan, Indonesia.Kawasan pecinan di Singkawang, Kalimantan Barat. (iStockphoto/ajriya)

2. Kauman, Semarang

Wilayah Kauman jadi pemukiman orang Tionghoa di Semarang. Kawasan ini identik dengan bangunan-bangunan tua.

Kini, Kauman ramai disinggahi di malam hari karena banyak jajanan yang dijual di Pasar Malam Semawis.

Kauman bakal semakin semarak saat perayaan Imlek tiba. Ornamen Imlek hingga pertunjukan barongsai bakal mewarnai malam di Kauman.

Jelang Tahun Baru China atau Imlek,Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) menggelar Pasar Imlek Semawis yang dipusatkan di kawasan Pecinan Kota Semarang. CNN Indonesia/Hesti RikaPasar Imlek Semawis. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

3. Kampung Sudiroprajan, Solo

Klenteng Tien Kok Sie yang dibangun sejak 1754 masih berdiri di Sudiroprajan, Solo. Di sini, pelancong bisa melihat bagaimana masyarakat Tionghoa hidup berdampingan dengan orang Jawa.

Menjelang Imlek, kampung Sudiroprajan sibuk menggelar grebeg sudiro.

Dalam hajatan ini, akan diperebutkan hasil bumi yang yang berbentuk gunungan. Ada makanan khas Tionghoa seperti kue keranjang dan bakpia mbalong.

4. Kya-Kya, Surabaya

Kya-Kya merupakan kawasan pecinan yang terletak di sepanjang jalan Kembang Jepun, Surabaya. Kya-Kya berasal dari bahasa Hokkian yang berarti jalan-jalan.

Di Kya-Kya berdiri Kelenteng Hok An King, satu-satunya kelenteng Dewa Makco di Surabaya.

Bangunan-bangunan tua beserta ornamen khas China membuat pecinan ini semakin semarak. Sebagian bagunan, seperti Rumah Abu Keluarga Han juga sudah menjadi cagar budaya.

Anda juga bisa bisa berwisata kuliner mencicipi makanan khas Tionghoa maupun khas Surabaya di pecinan ini.

Surabaya, Indonesia - October 24, 2013: Kya-Kya (walk street) in Chinatown Surabaya. Cyclists and a truck riding onto the chinese Gate.Pecinan Kya-kya. (iStockphoto/gionnixxx)

[Gambas:Video CNN]



8 Pecinan di Indonesia selain Petak Sembilan Glodok

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK