5 Gaya Rambut yang Justru Bisa Bikin Rambut Rusak

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 14:03 WIB
Gaya rambut tertentu memang bikin tampilan jadi lebih menarik. Namun, hati-hati, ada beberapa jenis gaya rambut yang justru bisa merusak rambut. Ilustrasi. Ada beberapa jenis gaya rambut yang justru bisa merusak rambut. (iStockphoto/dimid_86)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gaya rambut tertentu memang membikin tampilan jadi lebih menarik. Namun, Anda perlu berhati-hati, ada berapa jenis penataan dan gaya rambut yang justru bisa bikin rambut rusak.

Banyak hal yang bisa membuat rambut rusak. Sebut saja terlalu sering mewarnainya, terlalu keras saat menyikatnya, atau penggunaan alat panas berulang. Kesemuanya bisa berdampak pada kesehatan rambut.

Berikut beberapa gaya rambut yang berpotensi menimbulkan masalah, melansir Real Simple.


1. Kucir kuda

Kucir kuda memang menjadi gaya rambut yang paling praktis dan sederhana. Namun, jika dilakukan secara terus menerus di area yang sama, gaya ini bisa menimbulkan masalah.

Kucir kuda bisa menyebabkan ketegangan pada rambut dan kulit kepala, apalagi jika Anda melakukannya pada posisi yang sama. Dengan cara ini, maka bagian rambut yang sama akan terus menerus tertarik.

"Karet yang digunakan untuk mengucir juga menimbulkan banyak gesekan. Jika digunakan berulang, hal itu sering kali menyebabkan rambut kusut dan patah," ujar penata rambut, Michelle Pasterski Messen.

Bagi Anda pemilik rambut rapuh, pertimbangkan untuk selalu mengubah lokasi kuciran dan gunakan karet elastis yang halus.

2. Cepol rambut di atas

Gaya ini kerap digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, cepolan bisa berpengaruh terhadap kondisi rambut.

Pada gaya ini, rambut ditarik dengan sangat kencang di bagian atas kepala yang menyebabkan stres dan kerusakan. "Ini juga jadi masalah besar bagi Anda yang memiliki rambut lembut," kata Messen.

Solusinya, turunkan lokasi cepolan agar tak terlalu tepat berada di atas kepala. Cepolan yang lokasinya berada agak di bawah juga membuat Anda tak perlu menarik rambut terlalu banyak. Kencangkan cepolan dengan karet elastis yang lembut.

3. Kepang terlalu ketat

Kepang adalah gaya yang tepat untuk rambut dengan tekstur bergelombang alami. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, kepangan justru akan memberikan dampak buruk.

"Kepangan yang terlalu ketat bisa menyebabkan kerusakan pada rambut dan kulit kepala," ujar penata rambut, Brittany Johnson. Kepangan, kata Johnson, seharusnya tidak membuat kepala sakit.

Johnson menyarankan untuk meninggalkan sedikit helai rambut di sekitar tepi saat mengepang. Pastikan kepangan tidak terlalu kencang.

4. Ekstensi rambut

Tak peduli apa pun metodenya, ekstensi rambut yang tidak dipasang dengan benar bisa menciptakan banyak titik ketegangan di kepala.

Yang lebih parah lagi, penata rambut Tracy Ftacek mengatakan bahwa ekstensi rambut yang salah bisa berakhir dengan traksi alopecia. Nama terakhir merupakan kondisi kerontokan yang disebabkan rambut ditarik dengan cara yang sama untuk waktu lama, hingga menimbulkan titik kecil botak di sepanjang kulit kepala.

"Pastikan untuk melakukan ekstensi rambut dengan profesional," kata Ftacek.

Selain itu, mengurangi intensitas mencuci rambut bisa membantu menangani masalah yang diakibatkan ekstensi rambut. Ftacek merekomendasikan untuk mencuci rambut 1-2 kali dalam sepekan.

5. Menata rambut saat masih basah

Menciptakan jenis gaya rambut apa pun dalam keadaan basah adalah 'resep' utama kerusakan.

Saat basah, rambut berada dalam kondisi terlemah. Rambut jadi jauh lebih tidak elastis dan lebih mudah patah.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK