Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Asam Cuka

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 07:00 WIB
Selain pap smear dan tes HPV DNA, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan menggunakan asam cuka dapur. Ilustrasi. Selain pap smear dan tes HPV DNA, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan menggunakan asam cuka dapur. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker serviks masih jadi masalah kesehatan yang mengancam banyak perempuan di Indonesia. Penggunaan asam cuka disebut bisa jadi cara sederhana deteksi dini kanker serviks yang bisa dilakukan.

Hal tersebut disampaikan dalam pidato pengukuhan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Laila Nuranna secara virtual pada beberapa waktu lalu.

Dalam pidato tersebut, Laila, yang merupakan spesialis ginekologi/kandungan, menyebut bahwa angka penderita kanker serviks di Indonesia masih sangat tinggi.


"Di Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan ada 36.633 kasus baru kanker serviks, dan lebih dari separuhnya, yaitu 21.003 meninggal dunia," jelas Laila, dalam keterangan resmi, Selasa (27/4).

Laila mengatakan, tingginya angka tersebut seharusnya tidak terjadi karena kanker serviks berbeda dengan jenis kanker lainnya. Kanker serviks, lanjutnya, dapat dicegah dan dikenali secara dini. Apalagi, saat ini sudah tersedia vaksin Human papiloma virus (HPV) sebagai bentuk pencegahan kanker serviks.

Di tingkat global, deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan dua metode, di antaranya pap smear dan tes HPV DNA. Sayangnya, pelaksanaan skrining tersebut di Indonesia masih terkendala karena satu dan lain hal.

Namun, Anda bisa melakukan deteksi dini dengan cara lain yang lebih mudah, yakni dengan menggunakan asam cuka dapur. "Cukup dengan memakai panca indera, mata kita," kata Laila.

Oleskan asam cuka dapur dengan konsentrat 3-5 persen ke daerah serviks dan tunggu selama 1-2 menit. Jika ada perubahan warna atau muncul plak putih, maka berarti ada lesi pra-kanker serviks.

"Lebih istimewanya, pemeriksaan ini hasilnya dapat langsung dilihat," ujar Laila.

Cara ini menjadi salah satu pilihan metode deteksi dini yang mudah dan bisa dilakukan siapa pun. Potret hasil yang didapat. Gunakan hasil foto tersebut sebagai bahan berkonsultasi dengan dokter kelak.

Laila berharap, perempuan di Indonesia, khususnya yang telah menikah atau aktif secara seksual, terdorong untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks harus dilakukan tanpa menunggu keluhan.

"Sehingga kita bisa mencegah kematian yang terjadi karena adanya kanker serviks ini," ujarnya.

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Gejala kanker serviks umumnya muncul saat sel kanker telah menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi menular seksual.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK