Aral Sea, Danau Tanpa Air dan Pulau Virus Bikinan Soviet

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:50 WIB
Tak ada air di Aral Sea. Kini tersisa di sana ialah bekas tempat uji coba senjata biologis milik Uni Soviet dengan tabung-tabung virus cacar sampai antraks. Pemandangan gurun tandus bekas Aral Sea. (iStockphoto/Dynamoland)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aral Sea membentang antara Kazakhstan dan Uzbekistan. Walau ada kata 'sea/laut' dalam namanya, tempat ini sejatinya ialah danau, bahkan ia pernah menyandang predikat danau terbesar keempat di dunia.

Namun yang mengherankan; tidak ada air di Aral Sea. Kondisi tersebut terjadi sejak tahun 1950-an ketika Perang Dingin berlangsung.

Saat itu, Uni Soviet mengalihkan dua sungai utama yang melintasi danau - Amu Darya dan Syr Darya - untuk melaksanakan proyek irigasi besar-besaran, khususnya untuk menanam kapas - tanaman yang dikenal haus akan air.


Hingga tahun 1960-an sampai 1980-an, ketinggian air di danau seluas 1,5 juta meter persegi ini turun hingga 20 persen.

Cuan perkebunan kapas yang dibuka di sekitar danau nyatanya tak berumur panjang. Malah, keringnya Aral Sea membawa kebuntungan bertahun-tahun, terutama dalam hal kelestarian lingkungan.

Luas danau itu kian menyusut. Dan bersamanya salinitas airnya naik, ikan yang berhabitat di dalamnya pelan-pelan mati, ikut membunuh industri perikanan di kota-kota sekitarnya, seperti Aralsk, Kazakhstan.

Sekarang hanya ada kurang dari 10 persen dari bekas wilayah Aral Sea yang tersisa, terbelah menjadi badan air yang terpisah.

Di mana dulu perairan yang kaya ikan, sekarang tergantikan dengan bentangan gurun kering Aralkum.

Dari dua bagian danau yang telah terbelah, bagian selatan Aral kemungkinan hilang dan tidak bisa direboisasi.

Di bagian barat ada perairan dangkal, tetapi karena terputus dari sungai-sungai utama, ia juga diperkirakan menghilang selama beberapa tahun mendatang.

Di utara, perairan terlihat lebih luas, meski tetap dangkal. Sejak pembangunan bendungan antara bagian utara dan selatan, permukaan air di utara telah naik lagi, tetapi masih jauh dari masa keemasannya, di mana warga bisa panen ikan melimpah.

Bekas pantai yang sekarang menjadi gurun tandus dihiasi dengan sekumpulan perahu berkarat.

Kerusakan alam di Aral Sea tak hanya membuat krisis ekonomi yang berkepanjangan bagi warga sekitarnya.

Penduduk lokal tercatat ada yang menderita penyakit kanker, tuberkulosis, dan anemia yang sangat tinggi.

Penyebab penyakit ini ditelusuri kembali ke pestisida yang digunakan pada tanaman kapas yang banyak tumbuh di selatan.

Untuk memperburuk situasi yang sudah mengerikan, di Pulau Vozrozhdeniye, di tengah bekas Aral Sea, terdapat sisa-sisa eksperimen perang biologis Uni Soviet.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Aral Sea, Danau Tanpa Air dan Pulau Virus Bikinan Soviet

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK