9 Tipe Orgasme pada Perempuan yang Tak Banyak Diketahui

tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/05/2021 22:00 WIB
Mungkin Anda berpikir kalau orgasme hanya satu jenis. Padahal ada beberapa zona sensitif seksual yang bisa meningkatkan orgasme. (Istockphoto/KAZITAFAHNIZEER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mungkin Anda berpikir kalau orgasme hanya satu jenis. Padahal menurut seorang sex coach, Eyal Matsliah dan juga dipelajari dalam ilmu kuno Tantra, wanita disebut bisa memiliki banyak jenis orgasme yang berbeda.

Dia menyebut orgasme dapat dibedakan berdasarkan anatomi, arah energi, kekuatan dan lamanya orgasme, dan dengan efek orgasme pada bidang fisik, energik, emosional, mental, dan spiritual.

Ada beberapa zona sensitif seksual utama dalam tubuh wanita. Kebanyakan wanita menikmati rangsangan dari zona sensitif seksual ini, dan itu mungkin menyebabkan semacam orgasme.


Berikut adalah 9 jenis orgasme:

1. Orgasme puting (nipplegasm)
Puting adalah zona sensitif seksual yang penting. Mereka terhubung melalui saluran energi ke klitoris, dan dengan demikian, rangsangan pada payudara akan menyebabkan klitoris dan seluruh area genital terangsang.

"Wanita dengan payudara kecil cenderung lebih sensitif, tetapi semua wanita dapat mengembangkan kepekaan pada payudaranya, berapa pun ukurannya," tulis Matsliah di Your Tango.

2. Orgasme Klitoris
Orgasme klitoris adalah apa yang kebanyakan wanita ketahui sebagai "orgasme" - rangsangan klitoris yang intens yang terfokus di area genital.

Jika orgasme klitoris adalah es krim, itu akan menjadi vanila - bukan karena itu hambar, tetapi karena itu standarnya. Orgasme ini dihasilkan dari rangsangan langsung pada klitoris, dan digambarkan sebagai "terlokalisasi, tajam, meledak, dan tahan lama," menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NeuroQuantology, dikutip dari Huffington Post.

3. Vaginal Entrance Orgasm
Ada banyak saraf di pintu masuk vagina Anda, menjadikannya zona sensitif dan sensitif seksual. Selain orgasme klitoris, di sinilah kebanyakan wanita mengalami kenikmatan dan orgasme berikutnya.

Dalam jurnal NeuroQuantology, orgasme vagina dicapai lebih banyak melalui hubungan daripada stimulasi klitoris, dan digambarkan sebagai "kenikmatan seluruh tubuh" dan lebih tahan lama daripada orgasme klitoris. Wanita yang melaporkan mengalami orgasme vagina mungkin juga lebih mungkin mengalami orgasme berulang kali.

4. Orgasme G-spot
Awalnya disebut titik Grafenberg, sesuai nama ilmuwan yang "menemukannya." Namun kini dikenal sebagai G-spot.

"G-spot sebenarnya bukanlah sebuah spot melainkan sebuah area yang terletak tepat di dalam vagina Anda, di dekat pintu masuk, di dinding atas di bawah tulang kemaluan."

Lokasi G-spot wanita berbeda-beda. Beberapa wanita punya g-spot yang terletak lebih dekat ke area luar, sementara yang lain memiliki G-spot lebih jauh ke belakang, tetapi semua wanita memiliki G-spot.

"Orgasme G-spot akan lebih intens secara emosional, luar biasa dan bermakna, dan akan diikuti oleh perasaan kepuasan dan relaksasi yang mendalam. Akan terjadi kontraksi yang kuat pada seluruh dasar panggul, otot pc, dan otot vagina," katanya.

"Salah satu alasan wanita tidak mengalami orgasme G-spot adalah karena mereka tidak menstimulasi (atau menerima rangsangan) cukup lama atau berhenti ketika sensasi dan emosi ini muncul. Luangkan waktu sejenak untuk mengekspresikan emosi ini, dan lanjutkan dengan stimulasi."

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK