Bedanya Tidur dan Power Nap, Apa yang Terjadi Pada Tubuh?
CNN Indonesia
Jumat, 02 Jul 2021 11:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tidur menjadi rutinitas harian setiap orang. Tapi kenapa setiap orang butuh tidur? Apa setiap orang juga butuh tidur siang singkat (power nap)? (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tidur menjadi rutinitas harian setiap orang. Beberapa orang mungkin mudah terlelap ketika menyentuh bantal, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lama agar bisa tidur.
Semuanya bergantung pada seberapa mudah tubuh Anda merasa rileks hingga akhirnya otak bisa tidur lelap.
Tapi kenapa setiap orang butuh tidur? Apa setiap orang juga butuh tidur siang singkat (power nap)?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Spesialis Kejiwaan Dharmawan mengatakan tidur adalah bentuk istirahat total yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
"Tidur adalah istirahat yang paling total, enggak ada gantinya, jadi istirahat lain enggak bisa menggantikan tidur," kata Dharmawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/6).
Ketika tidur, seluruh organ tubuh termasuk otak beristirahat total, kecuali sistem otonom seperti jantung, yang terus memompa darah. Otak juga ikut beristirahat, sistem hormonal dan biologis yang diatur oleh otak juga beristirahat agar bisa bekerja lebih baik esok hari.
Dharmawan menjelaskan, tubuh sedang melakukan restorasi menyeluruh saat seseorang jatuh tidur. Tidur diibaratkan seperti pembangunan kembali, baik itu sel, organ, hingga otak.
Kurang tidur akan mempengaruhi metabolisme tubuh, fungsi otak, hingga mengacaukan mood. Healthline menyebut tidur mirip seperti konservasi energi pada tubuh manusia.
Tidur memungkinkan seseorang mengurangi kebutuhan kalori karena banyak waktu dihabiskan yang tidak membutuhkan banyak energi. Sehingga tidur dapat mengurangi penggunaan energi di malam hari, membuat tubuh punya tenaga di pagi dan siang.
- Durasi tidur yang ideal
Dharmawan mengatakan durasi tidur ideal setiap orang akan berbeda bergantung pada kondisi kesehatan dan kesibukannya. Namun rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu 7-8 jam tidur sehari.
Sementara anak-anak membutuhkan waktu yang lebih lama, bisa 10-12 jam tidur sehari.
Ada empat tahap untuk tidur berkualitas. Secara singkat adalah fase menuju tidur nonrapid eye movement(non REM sleep), dan fase tidur (REM).
Pada tahap pertama terjadi fase non-REM. Tahap ini merupakan tahap awal yang akan Anda alami ketika akan jatuh tidur. Gelombang otak, detak jantung, dan gerakan mata akan melambat. Fase ini biasanya berlangsung selama 7-10 menit.
Kemudian, tahap selanjutnya masih disebut non-REM, suhu tubuh akan menurun, gerakan mata berhenti, detak jantung serta otot terus rileks, gelombang otak akan melonjak sebentar lalu melambat. Selama tidur malam, seseorang biasanya akan menghabiskan banyak waktu di tahap ke dua ini.
Tahap tiga, Anda mulai memasuki tidur REM. Mata dan otot tidak bergerak, gelombang otak semakin melambat.
Terakhir adalah tidur REM, tahap ini terjadi 90 menit setelah Anda tertidur. Saat memasuki fase ini, gelombang otak dan gerakan mata akan meningkat, detak jantung dan pernapasan juga semakin cepat. Terkadang orang mendapat mimpi saat di fase ini.
"Orang-orang tak banyak yang bisa sampai pada tidur tahap empat ini, kadang cuman sampai di tahap 2-3, sehingga ketika bangun dia tetap enggak segar," ujar Dharmawan.
- Power nap dan utang tidur
Anda mungkin terbiasa tidur siang karena sudah dilakukan sejak kecil. Padahal tak semua orang dewasa butuh tidur siang.
Tidur siang pada anak memang dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang. Pada anak ada growth hormon yang akan terbentuk ketika tidur siang. Sedangkan tidur siang pada orang dewasa biasanya dilakukan karena kurang mendapat tidur di malam hari sehingga mengantuk saat tengah hari.
Tidur siang juga beda dengan power nap. Istilah tidur siang lebih merujuk pada tidur panjang di siang hari karena tak bisa tidur cukup di malam hari. Biasanya orang yang bekerja shift malam akan lebih sering melakukan tidur siang.
Sementara power nap lebih kepada tidur singkat di siang hari. Tujuannya adalah agar otak kembali berkonsentrasi. Menurut Dharmawan, power nap tak diperlukan jika telah mendapat tidur malam yang cukup. Sebabnya, otak telah beristirahat cukup dan bisa berkonsentrasi seharian.
"Power nap itu konsepnya untuk orang sibuk yang kerja sampai malam, sehari gak dapat tidur 8 jam, maka dia butuh istirahat sebentar 20 menit untuk menyegarkan kembali otak," kata Dharmawan.
- Bahaya power nap terlalu lama
Power nap sejatinya hanya dilakukan dalam waktu singkat. "Paling lama satu jam," ucapnya.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di European Society of Cardiology pada 2020, power nap terlalu lama bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Analisis yang dilakukan kepada 313.651 peserta menemukan bahwa tidur siang lebih dari 60 menit dikaitkan dengan risiko 30 persen lebih besar dari kematian, dan kemungkinan penyakit jantung 34 persen.
"Tidur siang singkat kurang dari 60 menit tidak berisiko mengembangkan penyakit kardiovaskular," kata salah satu peneliti, Dokter Zhe Pan dari Guangzhou Medical University.
Selain itu, power nap yang terlalu lama menandakan seseorang kurang tidur di malam hari. Padahal kurang tidur menyebabkan tubuh kelelahan karena tidak beristirahat dengan baik, akibatnya metabolisme terganggu, sulit fokus, hingga meningkatkan serangan jantung.
Power nap singkat memang bisa mengembalikan konsentrasi. Namun tak setiap orang membutuhkan power nap, terutama jika sudah mendapat tidur malam yang cukup.
"Lagian gak setiap orang bisa langsung tidur pulas sampai fase 4 tadi hanya dalam waktu 20 menit," kata Dharmawan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tidur menjadi rutinitas harian setiap orang. Beberapa orang mungkin mudah terlelap ketika menyentuh bantal, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lama agar bisa tidur.
Semuanya bergantung pada seberapa mudah tubuh Anda merasa rileks hingga akhirnya otak bisa tidur lelap.
Tapi kenapa setiap orang butuh tidur? Apa setiap orang juga butuh tidur siang singkat (power nap)?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Spesialis Kejiwaan Dharmawan mengatakan tidur adalah bentuk istirahat total yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
"Tidur adalah istirahat yang paling total, enggak ada gantinya, jadi istirahat lain enggak bisa menggantikan tidur," kata Dharmawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/6).
Ketika tidur, seluruh organ tubuh termasuk otak beristirahat total, kecuali sistem otonom seperti jantung, yang terus memompa darah. Otak juga ikut beristirahat, sistem hormonal dan biologis yang diatur oleh otak juga beristirahat agar bisa bekerja lebih baik esok hari.
Dharmawan menjelaskan, tubuh sedang melakukan restorasi menyeluruh saat seseorang jatuh tidur. Tidur diibaratkan seperti pembangunan kembali, baik itu sel, organ, hingga otak.
Kurang tidur akan mempengaruhi metabolisme tubuh, fungsi otak, hingga mengacaukan mood. Healthline menyebut tidur mirip seperti konservasi energi pada tubuh manusia.
Tidur memungkinkan seseorang mengurangi kebutuhan kalori karena banyak waktu dihabiskan yang tidak membutuhkan banyak energi. Sehingga tidur dapat mengurangi penggunaan energi di malam hari, membuat tubuh punya tenaga di pagi dan siang.
- Durasi tidur yang ideal
Dharmawan mengatakan durasi tidur ideal setiap orang akan berbeda bergantung pada kondisi kesehatan dan kesibukannya. Namun rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu 7-8 jam tidur sehari.
Sementara anak-anak membutuhkan waktu yang lebih lama, bisa 10-12 jam tidur sehari.
Ada empat tahap untuk tidur berkualitas. Secara singkat adalah fase menuju tidur nonrapid eye movement(non REM sleep), dan fase tidur (REM).
Pada tahap pertama terjadi fase non-REM. Tahap ini merupakan tahap awal yang akan Anda alami ketika akan jatuh tidur. Gelombang otak, detak jantung, dan gerakan mata akan melambat. Fase ini biasanya berlangsung selama 7-10 menit.
Kemudian, tahap selanjutnya masih disebut non-REM, suhu tubuh akan menurun, gerakan mata berhenti, detak jantung serta otot terus rileks, gelombang otak akan melonjak sebentar lalu melambat. Selama tidur malam, seseorang biasanya akan menghabiskan banyak waktu di tahap ke dua ini.
Tahap tiga, Anda mulai memasuki tidur REM. Mata dan otot tidak bergerak, gelombang otak semakin melambat.
Terakhir adalah tidur REM, tahap ini terjadi 90 menit setelah Anda tertidur. Saat memasuki fase ini, gelombang otak dan gerakan mata akan meningkat, detak jantung dan pernapasan juga semakin cepat. Terkadang orang mendapat mimpi saat di fase ini.
"Orang-orang tak banyak yang bisa sampai pada tidur tahap empat ini, kadang cuman sampai di tahap 2-3, sehingga ketika bangun dia tetap enggak segar," ujar Dharmawan.
Power nap dan utang tidur
Ilustrasi tidur. (iStockphoto/tommaso79)
- Power nap dan utang tidur
Anda mungkin terbiasa tidur siang karena sudah dilakukan sejak kecil. Padahal tak semua orang dewasa butuh tidur siang.
Tidur siang pada anak memang dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang. Pada anak ada growth hormon yang akan terbentuk ketika tidur siang. Sedangkan tidur siang pada orang dewasa biasanya dilakukan karena kurang mendapat tidur di malam hari sehingga mengantuk saat tengah hari.
Tidur siang juga beda dengan power nap. Istilah tidur siang lebih merujuk pada tidur panjang di siang hari karena tak bisa tidur cukup di malam hari. Biasanya orang yang bekerja shift malam akan lebih sering melakukan tidur siang.
Sementara power nap lebih kepada tidur singkat di siang hari. Tujuannya adalah agar otak kembali berkonsentrasi. Menurut Dharmawan, power nap tak diperlukan jika telah mendapat tidur malam yang cukup. Sebabnya, otak telah beristirahat cukup dan bisa berkonsentrasi seharian.
"Power nap itu konsepnya untuk orang sibuk yang kerja sampai malam, sehari gak dapat tidur 8 jam, maka dia butuh istirahat sebentar 20 menit untuk menyegarkan kembali otak," kata Dharmawan.
- Bahaya power nap terlalu lama
Power nap sejatinya hanya dilakukan dalam waktu singkat. "Paling lama satu jam," ucapnya.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di European Society of Cardiology pada 2020, power nap terlalu lama bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Analisis yang dilakukan kepada 313.651 peserta menemukan bahwa tidur siang lebih dari 60 menit dikaitkan dengan risiko 30 persen lebih besar dari kematian, dan kemungkinan penyakit jantung 34 persen.
"Tidur siang singkat kurang dari 60 menit tidak berisiko mengembangkan penyakit kardiovaskular," kata salah satu peneliti, Dokter Zhe Pan dari Guangzhou Medical University.
Selain itu, power nap yang terlalu lama menandakan seseorang kurang tidur di malam hari. Padahal kurang tidur menyebabkan tubuh kelelahan karena tidak beristirahat dengan baik, akibatnya metabolisme terganggu, sulit fokus, hingga meningkatkan serangan jantung.
Power nap singkat memang bisa mengembalikan konsentrasi. Namun tak setiap orang membutuhkan power nap, terutama jika sudah mendapat tidur malam yang cukup.
"Lagian gak setiap orang bisa langsung tidur pulas sampai fase 4 tadi hanya dalam waktu 20 menit," kata Dharmawan.