Memadu Kasih di Love Hotel, Penginapan Khusus Tamu Dewasa
CNN Indonesia
Minggu, 04 Jul 2021 23:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi pasangan. (Istockphoto/franckreporter)
Jakarta, CNN Indonesia --
Disclaimer: artikel ini mengandung konten yang hanya boleh dibaca orang dewasa.
Love hotel, alias hotel untuk memadu kasih bagi pasangan dewasa, pertama kali popular di Jepang pada akhir 1968 sampai awal 1970-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan sampai salah memesan tempat penginapan di Jepang, karena love hotel memang dirancang untuk pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama secara privat.
Dalam istilah Jepang, hotel ini disebut hotel 'tsurekomi' artinya 'membawa'. Membawa dalam artian membawa pasangan.
Love hotel pertama di Jepang dibuka di Osaka pada tahun 1968. Awalnya, hotel ini muncul atas respons kebutuhan para pasangan muda pada periode pascaperang awal.
Saat itu, pasangan muda masih banyak yang tinggal dengan orang tua, sedangkan, di sisi lain mereka punya kebutuhan akan hal privat.
Pada saat itu, para pasangan muda bisa menyewa hotel ini mulai dari per jam sampai per malam.
Waktu sewa yang singkat biasanya 2 sampai 4 jam dengan biaya rata-rata 2.900 sampai 7.000 yen. Harga tersebut disesuaikan dengan waktu dan tingkatan hotelnya.
Harga tersebut akan berubah saat akhir pekan. Jumat malam dan hari libur harga sewa love hotel biasanya lebih mahal.
Pada akhir 1980-an love hotel menjadi tempat yang lumrah di Jepang. Menginap di love hotel sudah seperti ritual atau bahkan menjadi standar dari suatu kencan.
Sejak saat itu, love hotel menjamur di Jepang. Terutama, di kota-kota besar yang banyak dengan area hiburan seperti Shibuya, Kabukicho Shinjuku, Ikebukuro, Uguisudani dan Ueno.
Dengan persaingan yang ketat, para pengusaha love hotel membuat inovasi-inovasi baru.
Love hotel hadir dalam berbagai pilihan tema, mulai dari hutan, negeri dongeng, luar angkasa dan beragam tema lainnya yang menjadi referensi fantasi pasangan yang ingin bermalam.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Tamu love hotel di Jepang juga dibolehkan bermalam dengan boneka seks-nya. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Sampai saat ini, love hotel masih menjadi akomodasi terjangkau untuk pasangan. Selain itu, love hotel juga tidak hanya menawarkan tempat untuk bermalam secara singkat, tapi juga bersantai.
Love hotel semakin modern dengan dilengkapi tempat karaoke, konsol game, restoran, kafe dan masih banyak lagi.
Ukuran terkecil love hotel biasanya 20 meter persegi. Sedangkan untuk ukuran yang besar berukuran 25 sampai 80 meter persegi.
Di love hotel yang besar, fasilitasnya bisa lebih lengkap, mulai dari TV layar lebar, dapur, dan kamar mandi yang mewah.
Selain itu, setiap kamar akan selalu disediakan kondom gratis. Biasanya, kondom itu berada di kotak kecil samping tempat tidur.
Love hotel masih eksis dan masih menjadi daya tarik di Jepang, sebab hotel ini dianggap representasi dari Jepang yang lekat dengan hal-hal "nyeleneh".
Wisatawan mancanegara banyak yang sengaja datang untuk mencoba menginap di love hotel.
Lokasi love hotel bisa dengan mudah ditemukan. Biasanya berdekatan dengan bar atau kelab malam.
Selain itu, calon pengunjung juga bisa mencari di situs pencari hotel seperti Happy Hotel atau Couples. Situs-situs tersebut berbahasa Jepang, namun menampilkan gambar-gambar yang detail sehingga masih informatif.
Menurut Happy Hotel, love hotel terbanyak di Tokyo ada di Toshima-ku (Ikebukuro).
Dalam situs penginapan saja, ada lebih dari 100
yang terdaftar. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di Chuo-ku dan Setagaya-ku.
Disclaimer: artikel ini mengandung konten yang hanya boleh dibaca orang dewasa.
Love hotel, alias hotel untuk memadu kasih bagi pasangan dewasa, pertama kali popular di Jepang pada akhir 1968 sampai awal 1970-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan sampai salah memesan tempat penginapan di Jepang, karena love hotel memang dirancang untuk pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama secara privat.
Dalam istilah Jepang, hotel ini disebut hotel 'tsurekomi' artinya 'membawa'. Membawa dalam artian membawa pasangan.
Love hotel pertama di Jepang dibuka di Osaka pada tahun 1968. Awalnya, hotel ini muncul atas respons kebutuhan para pasangan muda pada periode pascaperang awal.
Saat itu, pasangan muda masih banyak yang tinggal dengan orang tua, sedangkan, di sisi lain mereka punya kebutuhan akan hal privat.
Pada saat itu, para pasangan muda bisa menyewa hotel ini mulai dari per jam sampai per malam.
Waktu sewa yang singkat biasanya 2 sampai 4 jam dengan biaya rata-rata 2.900 sampai 7.000 yen. Harga tersebut disesuaikan dengan waktu dan tingkatan hotelnya.
Harga tersebut akan berubah saat akhir pekan. Jumat malam dan hari libur harga sewa love hotel biasanya lebih mahal.
Pada akhir 1980-an love hotel menjadi tempat yang lumrah di Jepang. Menginap di love hotel sudah seperti ritual atau bahkan menjadi standar dari suatu kencan.
Sejak saat itu, love hotel menjamur di Jepang. Terutama, di kota-kota besar yang banyak dengan area hiburan seperti Shibuya, Kabukicho Shinjuku, Ikebukuro, Uguisudani dan Ueno.
Dengan persaingan yang ketat, para pengusaha love hotel membuat inovasi-inovasi baru.
Love hotel hadir dalam berbagai pilihan tema, mulai dari hutan, negeri dongeng, luar angkasa dan beragam tema lainnya yang menjadi referensi fantasi pasangan yang ingin bermalam.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Tamu love hotel di Jepang juga dibolehkan bermalam dengan boneka seks-nya. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Memadu Kasih di Love Hotel, Penginapan Khusus Tamu Dewasa
Ilustrasi pasangan. (Istockphoto/franckreporter)
Sampai saat ini, love hotel masih menjadi akomodasi terjangkau untuk pasangan. Selain itu, love hotel juga tidak hanya menawarkan tempat untuk bermalam secara singkat, tapi juga bersantai.
Love hotel semakin modern dengan dilengkapi tempat karaoke, konsol game, restoran, kafe dan masih banyak lagi.
Ukuran terkecil love hotel biasanya 20 meter persegi. Sedangkan untuk ukuran yang besar berukuran 25 sampai 80 meter persegi.
Di love hotel yang besar, fasilitasnya bisa lebih lengkap, mulai dari TV layar lebar, dapur, dan kamar mandi yang mewah.
Selain itu, setiap kamar akan selalu disediakan kondom gratis. Biasanya, kondom itu berada di kotak kecil samping tempat tidur.
Love hotel masih eksis dan masih menjadi daya tarik di Jepang, sebab hotel ini dianggap representasi dari Jepang yang lekat dengan hal-hal "nyeleneh".
Wisatawan mancanegara banyak yang sengaja datang untuk mencoba menginap di love hotel.
Lokasi love hotel bisa dengan mudah ditemukan. Biasanya berdekatan dengan bar atau kelab malam.
Selain itu, calon pengunjung juga bisa mencari di situs pencari hotel seperti Happy Hotel atau Couples. Situs-situs tersebut berbahasa Jepang, namun menampilkan gambar-gambar yang detail sehingga masih informatif.
Menurut Happy Hotel, love hotel terbanyak di Tokyo ada di Toshima-ku (Ikebukuro).
Dalam situs penginapan saja, ada lebih dari 100
yang terdaftar. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di Chuo-ku dan Setagaya-ku.