4 Cara Agar Ucapan Duka Tak Jadi Basa-basi Belaka

tim, CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 17:24 WIB
Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan agar ucapan duka tak jadi basa-basi belaka di masa pandemi Covid-19. Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan agar ucapan duka tak jadi basa-basi belaka di masa pandemi Covid-19.(Foto: iStockphoto/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berita duka silih berganti berdatangan di masa pandemi Covid-19. Ucapan duka pun banyak diberikan kepada orang-orang yang sakit dan juga kehilangan orang terdekat mereka.

Namun, jangan sampai ucapan duka ini menjadi basa-basi belaka. Anda bisa melakukan sejumlah cara agar ucapan duka jadi lebih bermakna.

Meski hanya ucapan lewat pesan singkat atau telepon, ucapan ini dinilai sangat penting bagi orang-orang yang sedang berduka. Psikolog klinis Kasandra Putranto menjelaskan ungkapan duka menjadi bentuk kepedulian dan dukungan.


"Banyak orang merasa tidak memiliki kata-kata yang tepat untuk situasi sulit. Ketika ada seseorang yang sedang berduka kita cukup mengutarakan bahwa kita 'Turut berduka cita', mendoakan yang terbaik bagi yang sudah meninggal, serta menguatkan pihak yang berduka. Keep it simple, positive, concise, and kind," kata Kasandra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/7).

Kasandra memberikan sejumlah cara yang dapat dilakukan saat memberikan ucapan duka agar tak jadi basa-basi belaka.

1. Menawarkan sesuatu

Ucapan bisa menjadi lebih bermakna dengan menawarkan sesuatu yang mungkin bisa menghibur seperti mengirim makanan kesukaan, atau hiburan lain yang tidak berlebihan.

2. Tak perlu menasihati

Pastikan Anda menahan hasrat untuk menasihati atau merasa paling mengerti tentang kedukaan mereka.

3. Tidak mengesampingkan kematian

Kehilangan orang tercinta bisa berarti kesendirian buat yang kehilangan. Kasandra mengatakan kondisi sendiri ini bisa makin buruk jika ungkapan duka malah mengandung makna mengesampingkan kematian.

Kata-kata seperti 'Hanya yang baik yang meninggal saat muda' atau 'Tuhan pasti membutuhkan malaikat lain' jelas tidak membantu. Dia menyarankan untuk mengakui bahwa kehilangan sangat menyedihkan, keadaan saat ini memang tidak nyaman.

"Hindari memberikan komentar seperti 'Setidaknya dia menjalani kehidupan yang baik', 'Saya tahu bagaimana perasaan kamu', 'Kamu masih memiliki anggota keluarga yang lain kok', karena komentar-komentar ini dapat membuat pihak yang berduka merasa tidak dihormati kedukaan dan kesedihannya," imbuhnya.

4. Berempati

Selain ungkapan duka, Kasandra juga menyarankan agar seseorang ikut berempati. Empati dapat dilakukan dengan metode kapasitas empati.

Kapasitas empati adalah kapasitas untuk memahami atau merasakan apa yang dialami orang lain dari dalam kerangka acuan mereka yaitu, kapasitas untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Ada tiga komponen empati yakni, kognitif, emosional dan welas asih (compassionate).

  • Kognitif, kemampuan mengetahui bagaimana perasaan orang lain dan apa yang mungkin mereka pikirkan.
  • Emosional, kemampuan merasakan secara fisik bersama dengan orang lain, seolah-olah emosi mereka menular.
  • Welas asih, kemampuan yang tidak terbatas hanya pada memahami kesulitan seseorang dan merasakannya bersama mereka, tetapi juga secara spontan bergerak untuk membantu jika diperlukan.
(els/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK