8 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Demensia

tim, CNN Indonesia | Senin, 09/08/2021 17:55 WIB
Demensia atau 'pikun' merupakan penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan penurunan daya ingat. Berikut kebiasaan yang tingkatkan risiko demensia. Demensia atau 'pikun' merupakan penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan penurunan daya ingat. Berikut kebiasaan yang tingkatkan risiko demensia. (iStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Demensia atau yang lebih dikenal dengan penyakit 'pikun' merupakan penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan gangguan cara berpikir.

Menurut Asosiasi Alzheimer, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa orang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif dengan mengadopsi kebiasaan gaya hidup utama.

"Jika memungkinkan, gabungkan kebiasaan ini untuk mencapai manfaat maksimal bagi otak dan tubuh. Mulailah sekarang. Tidak ada kata terlambat atau terlalu dini untuk menerapkan kebiasaan sehat," demikian keterangan seperti dikutip Eat This, Not That!.


Namun, di sisi lain, terdapat sejumlah kebiasaan yang justru meningkatkan risiko demensia. Apa saja?

Berikut tujuh kebiasaan yang tingkatkan risiko demensia, menurut Asosiasi Alzheimer.

1. Kurang asupan bernutrisi

Asupan makanan bernutrisi penting untuk kesehatan tubuh dan juga otak.

Makan makanan sehat dan seimbang yang lebih rendah lemak dan lebih banyak sayuran dan buah untuk membantu mengurangi risiko penurunan kognitif

2. Tidak menjaga kesehatan mental

Beberapa penelitian mengaitkan riwayat depresi dengan peningkatan risiko penurunan kognitif, jadi carilah perawatan medis jika Anda memiliki gejala depresi, kecemasan, atau masalah kesehatan mental lainnya.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengelola stres.

3. Kurang terlibat secara sosial

Tetap terlibat secara sosial daoat mendukung kesehatan otak. Meski sulit dilakukan saat pandemi Covid-19, coba tetap terhubung dan berbagi aktivitas dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

4. Tidak Tetap terdidik

Pendidikan formal dalam setiap tahap kehidupan akan membantu mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia.

Asosiasi Alzheimer menyarankan untuk membuat otak Anda tetap 'sibuk' dengan mengambil kelas di perguruan tinggi setempat, pusat komunitas, atau secara online.



5. Tidak merawat jantung dan paru-paru

Bukti menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke - obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes - berdampak negatif pada kesehatan kognitif Anda.

Jaga kesehatan jantung, maka otak akan mengikuti.

6. Cedera otak

Cedera otak dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan demensia. Kenakan sabuk pengaman, gunakan helm saat bepergian dengan sepeda motor atau olahraga seperti bersepeda.

7. Tidak cukup tidur dan olahraga

Tidak cukup tidur karena kondisi seperti insomnia atau sleep apnea dapat mengakibatkan masalah dengan memori dan pemikiran.

Sementara, beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan risiko demensia.

Riset menunjukkan menggunakan atau melatih otot akan membantu meningkatkan fungsi otak. Olahraga teratur membantu meningkatkan jumlah pembuluh darah kecil yang membawa darah kaya oksigen ke wilayah otak yang berfungsi untuk berpikir.

Olahraga pun memacu perkembangan sel saraf baru dan meningkatkan koneksi antarsel otak. Otak pun lebih efisien dan adaptif.

8. Kurang memainkan game yang melatih otak

Coba tantang dan aktifkan pikiran Anda. Bangun perabotan, selesaikan teka-teki gambar, atau lakukan sesuatu yang artistik, yang membuat Anda berpikir secara strategis.

Menantang pikiran Anda mungkin memiliki manfaat jangka pendek dan jangka panjang untuk otak Anda.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK