Usia Machu Picchu Diperkirakan Jauh Lebih Tua

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 15:50 WIB
Benteng Inca di Machu Picchu disebut mulai dihuni dari sekitar 1420-1530 Masehi, atau beberapa dekade lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Foto sebelum pandemi. Pemandangan Machu Picchu, situs yang usianya diperkirakan lebih tua dari catatan sejarah sebelumnya. (Pablo PORCIUNCULA BRUNE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Benteng Inca di Machu Picchu, objek wisata sejarah yang terkenal di Peru, disebut mulai dihuni dari sekitar 1420-1530 Masehi, atau beberapa dekade lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut sebuah studi baru.

Sekelompok tim peneliti, yang dipimpin oleh Richard Burger, seorang profesor antropologi di Universitas Yale, menggunakan penanggalan radiokarbon untuk mengungkapkan bahwa kaisar Pachacuti, yang membangun Machu Picchu, naik ke tampuk kekuasaan lebih awal dari yang diperkirakan, menurut rilis berita yang diterbitkan Selasa (3/8).

Ini berarti penaklukan awal Pachacuti terjadi lebih awal, membantu menjelaskan bagaimana Kekaisaran Inca menjadi yang terbesar dan paling kuat di Amerika sebelum benua itu didatangi penjelajah Christopher Columbus.


Berdasarkan dokumen sejarah sebelumnya, diperkirakan Machu Picchu dibangun setelah 1440, atau mungkin bahkan 1450.

Namun, Burger dan timnya menggunakan penanggalan akselerator mass spectrometry (AMS) dari sisa-sisa manusia untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

AMS bekerja bahkan pada sejumlah kecil bahan organik, yang memperbesar kumpulan kerangka yang dapat dipelajari.

Tim melihat 26 individu dari kuburan di Machu Picchu yang ditemukan dari situs selama penggalian pada tahun 1912.

Mayat-mayat itu dikubur di bawah batu-batu besar, tebing yang menjorok atau gua-gua dangkal, yang disegel dengan dinding batu, menurut penelitian tersebut.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

 

[Gambas:Video CNN]



Usia Machu Picchu Diperkirakan Jauh Lebih Tua

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK