7 Rekomendasi Wisata di Cikini, dari Museum sampai Kafe Jadul
ard | CNN Indonesia
Jumat, 17 Sep 2021 13:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kantor Pos Cikini, salah satu bangunan ikonik di kawasan Cikini, Jakarta. (istockphoto/GeorginaCaptures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kawasan Cikini di Jakarta Pusat masuk dalam daftar kawasan di DKI Jakarta yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata perkotaan alias urban tourism.
Nampaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin meniru konsep wisata yang sama dan telah lama dilakukan oleh Singapura, Thailand, sampai Hong Kong.
Tapi ide paket wisata urban tourism patut diapresiasi, karena banyak kawasan legendaris di Jakarta yang hanya terkenal via kabar burung, belum dikemas dalam promosi wisata mumpuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Cikini, ada kawasan Menteng, Pasar Baru, Pantai Indah Kapuk, Pluit, Jatinegara, Blok M, dan Senayan yang juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata perkotaan.
Cikini dikenal sebagai markas Institut Kesenian Jakarta, kampus tempat lahir seniman dan musisi beken di Indonesia.
The Upstairs, White Shoes & The Couples Company, sampai Goodnight Electric hanyalah beberapa di antara bintang yang lahir dari tempat kuliah seni yang berlokasi di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki ini.
Kawasan ini memang tak luas, jalannya kebanyakan satu arah dengan dua jalur, dipisahkan dengan gang-gang keci.
Kalau ingin wisata santai sambil berjalan kaki atau naik sepeda dengan jarak yang saling berdekatan, Cikini bisa jadi pilihan destinasinya.
Berikut tujuh rekomendasi kegiatan wisata di Cikini, mulai dari wisata sejarah sampai wisata kuliner:
1. Museum dan bangunan bersejarah
Ada banyak museum yang tersebar di kawasan Menteng, tapi jika memilih yang radiusnya dekat dengan kawasan Cikini dengan Taman Ismail Marzuki sebagai pusatnya, wisatawan bisa berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia, Museum Joang 45, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Museum MH Thamrin, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Museum Sumpah Pemuda, Museum AH Nasution, Museum Proklamasi Kemerdekaan, Museum Kebangkitan Nasional, Museum HM Soeharto, hingga Museum Kesehatan dan Pengobatan.
Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Masjid Cut Meutia. (CNN Indonesia/Thohirin)
Beberapa bangunan bersejarah juga bisa dilewati, seperti Kantor Pos Cikini, Rumah Raden Saleh, rumah Ida Kurani Soedibjo alias Ibu Dibyo (pusat penjualan tiket konser), Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa, Bekas Pabrik Opium di kompleks Universitas Indonesia Salemba.
2. Taman
Sama dengan museum dan bangunan bersejarah, begitu juga dengan taman yang berada di kawasan Cikini. Meski lokasinya lebih banyak di Menteng, tapi sebenarnya jaraknya tak terlalu jauh dari Cikini.
Taman Lembang. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Beberapa taman yang bisa disambangi di sekitar Cikini seperti Taman Situ Lembang, Taman Suropati, Taman Gondangdia, Taman Probolinggo, Taman Kimia, Taman Tugu Tani, hingga Taman Kodok.
Pilihan tempat makan untuk wisata kuliner di Cikini amat beragam, mulai dari yang bernuansa legendaris hingga modern.
Bubur Ayam Cikini HR Sulaiman, Ampera 2 Tak, Mie Ayam Gondangdia, Nasi Uduk Gondangdia, Pempek Megaria, Ayam Bakar Megaria, Kikugawa, Restoran Trio, Gado Gado Bon Bin, Soto Betawi Haji Ma'ruf, Lara Djonggrang, Gudeg Bu Harjo, AH Resto Cafe, hingga Al Jazeerah termasuk beberapa tempat makan yang berlabel legendaris.
Tidak lupa juga mencicipi kuliner yang manis-manis di toko Roti Tan Ek Tjoan, Roti Lauw, Tjanang Ice Cream, atau Monami Gondangdia.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
4. Kafe
Cikini mulai "diserbu" oleh kafe-kafe modern, meski masih ada yang bertahan dengan nuansa jadulnya.
Bakoel Koffie sudah pasti dikenal, karena sering menjadi tempat kongko para seniman dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta yang berada di sebelahnya.
Kafe yang menyuguhkan nuansa rumahan lainnya ialah Kedai Tjikini, Tjikini Lima, Giyanti Coffee, Biro Coffee, Camden Bar, hingga Paradigma Kafe.
Kalau ingin belajar soal iptek, silakan datang ke Planetarium. Kalau ingin menonton pertunjukan seni, silakan datang ke Graha Bakti Budaya. Kedua tempat ini berada di kompleks Taman Ismail Marzuki yang merupakan rumah bagi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Dulunya ada bioskop di sana. Tapi saat ini, bioskop legendaris yang tersisa di dekat Cikini hanyalah Bioskop Metropole Megaria.
Di mana ada pemukiman, di situ ada pasar. Pasar Cikini sudah amat terkenal sebagai pusat penjualan bunga dan emas bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Lokasinya juga tak jauh dari Stasiun Kereta Cikini, sehingga mudah diakses.
Selain Pasar Cikini, warga sekitar juga biasanya berbelanja di Pasar Gondangdia.
Pasar Emas Cikini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
7. Fotografi
Konsep fotografi street photography sangat bisa dilakukan di kawasan Cikini. Jika tepat dalam memilih tekniknya, pemandangan jadul tempo doeloe bisa dengan mudah terekam dalam foto atau video.
Lokasi favorit berfoto biasanya di teras Bakoel Koffie dan sekitarnya. Toko-toko tua memberi nuansa lampau yang estetik.
Di hari yang sepi lalu lintas, wisatawan bisa bersepeda santai di kawasan Cikini untuk berburu gambar. Tapi ingat selalu menjaga barang bawaan berharga, demi mengantisipasi copet atau jambret saat berkeliling di pinggir jalannya.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.
Kawasan Cikini di Jakarta Pusat masuk dalam daftar kawasan di DKI Jakarta yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata perkotaan alias urban tourism.
Nampaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin meniru konsep wisata yang sama dan telah lama dilakukan oleh Singapura, Thailand, sampai Hong Kong.
Tapi ide paket wisata urban tourism patut diapresiasi, karena banyak kawasan legendaris di Jakarta yang hanya terkenal via kabar burung, belum dikemas dalam promosi wisata mumpuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Cikini, ada kawasan Menteng, Pasar Baru, Pantai Indah Kapuk, Pluit, Jatinegara, Blok M, dan Senayan yang juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata perkotaan.
Cikini dikenal sebagai markas Institut Kesenian Jakarta, kampus tempat lahir seniman dan musisi beken di Indonesia.
The Upstairs, White Shoes & The Couples Company, sampai Goodnight Electric hanyalah beberapa di antara bintang yang lahir dari tempat kuliah seni yang berlokasi di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki ini.
Kawasan ini memang tak luas, jalannya kebanyakan satu arah dengan dua jalur, dipisahkan dengan gang-gang keci.
Kalau ingin wisata santai sambil berjalan kaki atau naik sepeda dengan jarak yang saling berdekatan, Cikini bisa jadi pilihan destinasinya.
Berikut tujuh rekomendasi kegiatan wisata di Cikini, mulai dari wisata sejarah sampai wisata kuliner:
1. Museum dan bangunan bersejarah
Ada banyak museum yang tersebar di kawasan Menteng, tapi jika memilih yang radiusnya dekat dengan kawasan Cikini dengan Taman Ismail Marzuki sebagai pusatnya, wisatawan bisa berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia, Museum Joang 45, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Museum MH Thamrin, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Museum Sumpah Pemuda, Museum AH Nasution, Museum Proklamasi Kemerdekaan, Museum Kebangkitan Nasional, Museum HM Soeharto, hingga Museum Kesehatan dan Pengobatan.
Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Masjid Cut Meutia. (CNN Indonesia/Thohirin)
Beberapa bangunan bersejarah juga bisa dilewati, seperti Kantor Pos Cikini, Rumah Raden Saleh, rumah Ida Kurani Soedibjo alias Ibu Dibyo (pusat penjualan tiket konser), Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa, Bekas Pabrik Opium di kompleks Universitas Indonesia Salemba.
2. Taman
Sama dengan museum dan bangunan bersejarah, begitu juga dengan taman yang berada di kawasan Cikini. Meski lokasinya lebih banyak di Menteng, tapi sebenarnya jaraknya tak terlalu jauh dari Cikini.
Taman Lembang. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Beberapa taman yang bisa disambangi di sekitar Cikini seperti Taman Situ Lembang, Taman Suropati, Taman Gondangdia, Taman Probolinggo, Taman Kimia, Taman Tugu Tani, hingga Taman Kodok.
Pilihan tempat makan untuk wisata kuliner di Cikini amat beragam, mulai dari yang bernuansa legendaris hingga modern.
Bubur Ayam Cikini HR Sulaiman, Ampera 2 Tak, Mie Ayam Gondangdia, Nasi Uduk Gondangdia, Pempek Megaria, Ayam Bakar Megaria, Kikugawa, Restoran Trio, Gado Gado Bon Bin, Soto Betawi Haji Ma'ruf, Lara Djonggrang, Gudeg Bu Harjo, AH Resto Cafe, hingga Al Jazeerah termasuk beberapa tempat makan yang berlabel legendaris.
Tidak lupa juga mencicipi kuliner yang manis-manis di toko Roti Tan Ek Tjoan, Roti Lauw, Tjanang Ice Cream, atau Monami Gondangdia.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
7 Rekomendasi Wisata di Cikini, dari Museum sampai Kafe Jadul
Kantor Pos Cikini, salah satu bangunan ikonik di kawasan Cikini, Jakarta. (istockphoto/GeorginaCaptures)
4. Kafe
Cikini mulai "diserbu" oleh kafe-kafe modern, meski masih ada yang bertahan dengan nuansa jadulnya.
Bakoel Koffie sudah pasti dikenal, karena sering menjadi tempat kongko para seniman dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta yang berada di sebelahnya.
Kafe yang menyuguhkan nuansa rumahan lainnya ialah Kedai Tjikini, Tjikini Lima, Giyanti Coffee, Biro Coffee, Camden Bar, hingga Paradigma Kafe.
Kalau ingin belajar soal iptek, silakan datang ke Planetarium. Kalau ingin menonton pertunjukan seni, silakan datang ke Graha Bakti Budaya. Kedua tempat ini berada di kompleks Taman Ismail Marzuki yang merupakan rumah bagi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Dulunya ada bioskop di sana. Tapi saat ini, bioskop legendaris yang tersisa di dekat Cikini hanyalah Bioskop Metropole Megaria.
Di mana ada pemukiman, di situ ada pasar. Pasar Cikini sudah amat terkenal sebagai pusat penjualan bunga dan emas bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Lokasinya juga tak jauh dari Stasiun Kereta Cikini, sehingga mudah diakses.
Selain Pasar Cikini, warga sekitar juga biasanya berbelanja di Pasar Gondangdia.
Pasar Emas Cikini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
7. Fotografi
Konsep fotografi street photography sangat bisa dilakukan di kawasan Cikini. Jika tepat dalam memilih tekniknya, pemandangan jadul tempo doeloe bisa dengan mudah terekam dalam foto atau video.
Lokasi favorit berfoto biasanya di teras Bakoel Koffie dan sekitarnya. Toko-toko tua memberi nuansa lampau yang estetik.
Di hari yang sepi lalu lintas, wisatawan bisa bersepeda santai di kawasan Cikini untuk berburu gambar. Tapi ingat selalu menjaga barang bawaan berharga, demi mengantisipasi copet atau jambret saat berkeliling di pinggir jalannya.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.