Jakarta, CNN Indonesia -- Diet harian Anda bakal membawa pengaruh buat kondisi vagina. Vagina memiliki flora alami yang berfungsi sebagai benteng pertahanan terhadap serangan kuman bibit penyakit.
Sebagaimana dilansir Healthline, pH normal vagina berkisar 3,8-4,5. Saat keseimbangan pH terganggu, vagina bisa mengalami keputihan lebih banyak dari biasanya, berbau tak sedap, hingga yang lebih parah bisa timbul infeksi. Dalam kondisi sehat, vagina bisa melindungi dan membersihkan dirinya sendiri.
Akan tetapi, Anda tetap perlu mendukung kesehatan vagina dengan kebersihan yang baik, seks aman, cek ke ahli dan diet yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh diet tepat agar vagina sehat.
1. Konsumsi pangan sumber prebiotik dan probiotik
Seperti usus, vagina juga memerlukan makanan yang mendukung keseimbangan flora alaminya. Menurut Glamour, Brian A. Levine, medical doctor, menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik seperti, bawang putih, bawang bombay dan daun bawang, juga makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, kimchi, acar, tempe dan kombucha.
2. Lemak sehat
Lemak bukan makronutrien yang layak dimusuhi, apalagi jika bicara lemak sehat. Lemak sehat berfungsi mengatur kadar kolesterol, menjaga kadar estrogen tetap seimbang, dan membantu pembentukan lapisan pada mukus untuk melawan infeksi.
Lemak sehat bisa diperoleh dari konsumsi kacang-kacangan, minyak zaitun dan alpukat.
"Selain menyediakan potassium, antioksidan, serat dan banyak nutrisi penting, lemak tak jenuh pada alpukat menunjukkan fungsi mendorong produksi hormon yang berhubungan dengan lubrikasi vagina," kata Cynthia Sass, ahli diet dan konsultan, seperti dikutip Health.
3. Menghindari makanan olahan
Makanan olahan terbilang mudah diolah dan diperoleh di pasaran. Adapun makanan olahan ini misalnya, sereal sarapan, buah atau sayur kalengan, roti putih, sosis, ham, saus, biskuit, aneka keripik juga makanan siap saji.
Konsumsi makanan olahan terlalu banyak atau sering bisa melemahkan sistem imun. Akibatnya, ini bisa memberikan kesempatan bakteri, virus atau jamur berkembang biak di vagina dan menimbulkan infeksi, kekeringan, infeksi saluran kencing.
Simak tips diet agar vagina sehat lainnya di halaman berikut.
Batasi Konsumsi Daging dan Produk Susu
Diet harian Anda bakal membawa pengaruh buat kondisi vagina. Berikut tujuh diet tepat agar vagina sehat. (iStockphoto/amenic181)
Berikut tips diet agar vagina sehat.
4. Kontrol konsumsi gula
Terlalu banyak gula juga tidak disarankan jika ingin vagina tetap sehat. Gula akan merusak keseimbangan bakteri alami vagina. Ketidakseimbangan bakteri vagian akan memicu infeksi, bengkak dan iritasi.
"Orang yang rentan infeksi jamur sebaiknya menghindari makanan manis dan buah-buahan karena gula bisa mendorong pertumbuhan jamur di vagina," jelas Leena Nathan, dokter kandungan di Ronald Reagan UCLA Medical Center.
5. Batasi konsumsi daging dan produk susu
Daging dan produk susu kadang mengandung xenoestrogen atau hormon buatan yang menirukan estrogen. Burt Webb, medical doctor, menjelaskan hormon buatan ini akan menghalangi estrogen dari vagina, mencegah pembentukan lapisan mukus, sehingga rentan terhadap infeksi.
6. Konsumsi pangan berbasis tumbuhan
Biasanya Anda akan disarankan untuk mengonsumsi jus cranberry untuk mencegah dan mengatasi infeksi saluran kencing. Kemudian konsumsi sayuran hijau untuk mengurangi kekeringan pada vagina. Di samping itu, jangan lupa untuk memasukkan kedelai dalam diet harian.
Kedelai mengandung phytoestrogen yakni komponen yang menirukan estrogen. Kedelai dinilai penting untuk menyehatkan vagina terutama pada wanita yang mengalami penurunan estrogen akibat menopause maupun terapi pengobatan tertentu.
7. Jaga hidrasi
Menurut Levine, vagina layaknya bagian dalam mulut. Saat mulut terasa kering dan haus, hal ini juga bisa terjadi pada vagina. Sebaiknya penuhi kebutuhan cairan harian. Selain untuk menghindari kekeringan vagina, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan upaya untuk mencegah bau tidak sedap pada permukaan vagina.