Raden Saleh, Seniman Nyentrik yang Ikut Membangun Cikini

Yulia Adiningsih | CNN Indonesia
Minggu, 03 Oct 2021 09:06 WIB
Pengembangan Cikini tak bisa dilepaskan dari tanah yang dibeli seniman legendaris Raden Saleh, tempat ia membangun rumah dan kebun binatangnya. Bangunan bekas rumah Raden Saleh dari depan di kompleks Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Cikini di Jakarta Pusat tak bisa dilepaskan dari sosok Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807-1880), pelukis beraliran naturalis, seniman serba bisa sekaligus pecinta satwa. Nama Raden Saleh lalu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di kawasan Cikini.

Sekitar tahun 1950-an, seniman kelahiran Semarang, Jawa Tengah, dan keturunan Arab itu pulang ke Indonesia usai mengembara di Eropa. Raden Saleh kemudian membeli tanah yang luas di kawasan yang kini bernama Cikini. Konon, lahan miliknya itu terbentang dari Rumah Sakit PGI sampai Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sebelum menjadi RS PGI Cikini, dulu bangunan dan lahan seluas 5,6 hektare itu merupakan rumah yang ditinggali oleh Raden Saleh. Arkeolog dari Universitas Indonesia, Candrian Attahiyat, menyebut arsitektur rumahnya itu dirancang sendiri olehnya.


Raden Saleh memang dikenal sebagai sosok yang nyentrik. Ia tak punya latar belakang pendidikan arsitektur, namun ia belajar dari nol. Selain lukisan, Raden Saleh senang mengamati arsitektur, dari tradisional sampai modern.

Kecintaannya terhadap arsitektur itu bisa dilihat dari bangunan yang pernah dirancangnya, termasuk rumahnya sendiri.

"Karena modal jatuh cinta dengan bangunan-bangunan akhirnya di bangunannya ada gaya pendopo, ada gaya Jawa, ada gaya Gotik, ada gaya Moor, campur-campur. Karena dia orang Arab, dia terapkan gaya Moor yang dicampur dengan gaya Gotik, yang notabene banyak di kawasan Vatikan atau Nasrani," kata Candrian kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu yang lalu.

Tim konservasi menemukan dua foto yang menangkap Raden Saleh berdiri di balkon dan saat bersama karyawan rumahnya. (Dok. PDA)Tim konservasi menemukan dua foto yang menangkap Raden Saleh berdiri di balkon dan saat bersama karyawan rumahnya. (Dok. PDA)

Dari luar, rumah Raden Saleh memang terlihat megah dan klasik bak istana. Rumah itu terdiri dari dua lantai berwarna krem dengan atap yang runcing. Sebelum pintu masuk, ada sekitar sembilan anak tangga dengan keramik berwarna merah bata. Kemudian, pintunya menjulang tinggi dan penuh dengan ornamen.

Saat CNNIndonesia.com mendatanginya langsung, bekas rumah Raden Saleh itu memang sudah terlihat tua. Cat rumahnya usang dan beberapa bagian atap sampingnya terlihat rapuh. Rumah itu kini menjadi bagian dari RS PGI Cikini dan masih digunakan untuk rapat direksi.

"Rumahnya Raden Saleh lebih tua daripada gereja yang ada di belakangnya. Nah pas di rumah sakit itu, lebih muda rumah sakitnya," kata salah satu pegawai RS PGI Cikini yang ditemui.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Dari Kebun Binatang hingga Isu Tempat Aborsi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER