6 Bioskop Lawas Shanghai, Saksi Periode Emas Sinema Tiongkok

CNN Indonesia
Minggu, 10 Oct 2021 11:41 WIB
Suka duka dalam sejarah perfilman di China tak bisa dipisahkan dari eksistensi deretan bioskop legendarisnya. Bioskop Xinguang, salah satu tempat pemutaran film yang legendaris di Shanghai. (Livelikerw via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Meski serba terbatas, belakangan pembukaan sejumlah bioskop memberikan angin segar buat penikmat film. Selalu ada sensasi pengalaman luar biasa menyaksikan tayangan dalam format layar perak.

Mungkin ini pula yang dirasakan masyarakat China, khususnya Shanghai di 1930-an.

Bioskop-bioskop Shanghai jadi saksi gemerlap dunia sinema kala itu. Dilansir dari The Culture Trip, survei pada 1934 menemukan ada 53 bioskop di Shanghai. Ini membuat Shanghai punya reputasi kota dengan bioskop terbanyak di Asia dan kedelapan di dunia.


Kota ini masih menunjukkan kecintaannya terhadap film. Bioskop-bioskop sudah dilengkapi teknologi canggih. Namun sebaiknya Anda menyempatkan diri mampir ke enam bioskop untuk merasakan lagi kejayaan sinema di 1930-an.

1. Bioskop Xinguang

Dibuka pada 1930, Bioskop Xinguang (Xin Guang Ying Yi Yuan) awalnya bernama The Strand Theatre. Bangunan bioskop bergaya art deco ini jadi bioskop yang menayangkan film dengan suara pertama Shanghai yakni Sing-Song Red Peony.

Melansir dari Timeout Shanghai, film roman ini merupakan produksi studio lokal Mingxing Film Company. Film tayang pada 15 Maret 1936, seminggu setelah kunjungan Charlie Chaplin bersama legenda Opera Peking, Mei Lanfang.

Kunjungan ke Bioskop Xinguang akan membawa Anda ke atmosfer Shanghai di masa lampau.

Mengutip dari Smart Shanghai, bioskop hanya memiliki kapasitas 380 tempat duduk, tanpa teknologi IMAX. Di sini banyak digelar pertunjukan teater berbahasa Mandarin. Sedangkan satu ruang pemutaran besar hanya untuk dua atau tiga pemutaran film.

2. Bioskop Zhejiang

Kali pertama melihat bangunan Zhèjiāng Diànyǐngyuàn alias Bioskop Zhejiang, Anda akan disuguhi garis lengkung dan pagar besi yang indah khas bangunan 1930-an. Interior bangunan tidak banyak berubah sejak pertama kali 340 kursi bioskop terisi.

Penonton film kebanyakan masyarakat lokal yang ingin menikmati film lokal maupun Hollywood. Tiket film di sini kerap lebih murah daripada bioskop modern.

Pada 2012 bioskop terancam dibongkar. Namun aksi protes yang dipimpin Ruan Yi San, aktivis pelestarian, mampu menyelamatkan salah satu ikon sarat sejarah di Shanghai ini.

3. Bioskop Cathay

Bioskop Cathay (Shànghǎi Guo Tài Diànyǐngyuàn) dibangun pada 1930 dan sempat direnovasi pada 2003. Bioskop dibuka pada 1932 bersamaan dengan perayaan tahun baru. Kala itu, Bioskop Cathay merupakan yang terbesar di Shanghai dengan kapasitas tempat duduk untuk lebih dari seribu penonton.

Bioskop dirancang oleh arsitek asal Ceko, C.H. Gonda yang juga bertanggung jawab akan rancangan China Construction Bank dan Capitol Theatre yang termasyhur. Bioskop pun kerap jadi tuan rumah pemutaran perdana film.

Sayangnya kini bioskop besar ini dipecah jadi tiga bioskop terpisah. Interior megahnya sebagian besar ditutup. Namun tampilan luar bangunan masih tegap bertahan.

Film yang ditawarkan biasanya ada dua film China dan satu film asing dengan harga tiket yang berubah tergantung waktu. Semakin malam, semakin mahal harganya.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

[Gambas:Video CNN]



6 Bioskop Lawas Shanghai, Saksi Periode Emas Sinema Tiongkok

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER