10 Pekerjaan Paling Bikin Stres, Pekerjaanmu Termasuk?
CNN Indonesia
Senin, 10 Okt 2022 17:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
IIustrasi. Ada beberapa kerjaan tertentu yang rentan memicu stres tinggi. (istockphoto/Edwin Tan)
6. Operator telepon darurat
Operator telepon darurat akan menjawab panggilan darurat yang berarti panggilan dilakukan di jam-jam tak menentu dan isi panggilan yang cenderung memicu ketegangan.
Sementara pekerjaan melibatkan situasi tak pasti dan tegang, petugas operator harus tetap tenang dan memandu penelepon untuk langkah selanjutnya.
5. Pilot
Pilot bertanggung jawab atas keselamatan penumpang pesawat dalam berbagai kondisi, termasuk cuaca ekstrem. Hal ini jelas memicu stres cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, perubahan di menit-menit terakhir penerbangan juga meningkatkan stres, terlebih tahu bahwa kondisi ini juga membuat penumpang frustasi.
Pantang pulang sebelum padam jadi slogan petugas pemadam kebakaran. Tiap kasus kebakaran punya tantangan berbeda entah dari segi lokasi, besaran kobaran api, maupun orang yang perlu diselamatkan selama musibah terjadi.
Petugas pemadam kebakaran pun harus selalu siap kapan pun dipanggil. Meski terlihat 'menganggur', sebenarnya mereka selalu waspada dan wajib bergerak cepat saat diperlukan.
3. Tenaga kesehatan
Selama pandemi Covid-19, banyak tenaga kesehatan mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan pasien. Kondisi pandemi pun memperlihatkan bahwa pekerjaan sebagai tenaga kesehatan memicu stres tinggi.
Di beberapa kesempatan, mereka kerap bekerja melebihi jam kerja dan mengorbankan kesejahteraan diri.
Petugas kepolisian bisa saja berada dalam situasi berisiko tinggi dan mengancam jiwa. Misalnya penanganan kasus kekerasan, perampokan bersenjata, atau situasi konflik.
Mereka mungkin berurusan penangkapan penjahat berbahaya atau perampok terorganisir, sehingga hal ini memicu stres dan masalah kesehatan lain.
1. Anggota militer
Anggota militer bisa dikirim bertugas ke suatu wilayah seperti situasi konflik bersenjata, upaya perdamaian atau kasus lain. Kondisi ini tentu memicu stres karena jauh dari rumah dan berhadapan dengan situasi perang yang traumatis.
Pekerjaan sebagai anggota militer seolah harus siap meninggalkan orang yang dicintai sewaktu-waktu, sehingga timbul kecemasan tingkat tinggi, gangguan stres, dan masalah kesehatan mental.
Kerja tak bisa lepas dari stres. Hanya saja, ada jenis-jenis pekerjaan tertentu yang memicu stres cukup tinggi.
Tapi sebelumnya perlu diketahui, tak semua stres perlu dicap negatif. Stres yang sehat bisa memotivasi Anda untuk menyelesaikan tugas harian dan mencapai target.
Sebaliknya, stres yang tidak sehat akan mendatangkan masalah. Seperti dikutip dari Business News Daily, stres dengan kecemasan jadi tanda awal masalah bisa mengganggu kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut peringkat daftar pekerjaan yang dinilai memiliki tingkat stres paling tinggi.
Ada berbagai elemen yang berkontribusi dalam keamanan perjalanan udara, termasuk petugas kontrol lalu lintas udara. Mereka memantau pergerakan pesawat dan mengarahkan pilot dari darat.
Selain itu, mereka juga mengontrol pergerakan di darat (bandara dan landasan pacu). Seperti dikutip dari berbagai sumber, pekerjaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi mereka harus terus waspada setiap saat. Petugas kontrol lalu lintas udara harus siap memberitahu pilot saat masalah muncul.
9. Phlebotomist
Pemeriksaan darah sangat umum digunakan dalam prosedur kesehatan. Proses pengambilan sampel darah tidak boleh dilakukan sembarang orang. Hanya seorang phlebotomist yang jelas terlatih untuk mengambil sampel darah.
Seperti dikutip dari Cleveland Clinic, phlebotomist adalah tenaga medis profesional yang dilatih untuk mengambil sampel darah, baik pada anak maupun orang dewasa. Tak hanya untuk keperluan tes darah, phlebotomist juga mengumpulkan darah untuk donor dan transfusi.
Kenapa pekerjaan ini rentan memicu stres? Phlebotomist harus memastikan tiap sampel darah memiliki label yang tepat agar tidak membingungkan hasil diagnosis pasien.
8. Koordinator acara
Ilustrasi. Event organizer masuk dalam daftar 10 pekerjaan yang paling bikin stres. (AP/Achmad Ibrahim)
Anda tentu sulit membayangkan mengatur sebuah acara besar tanpa bantuan koordinator acara beserta timnya. Dia akan memastikan semua aspek acara berjalan lancar. Tentu saja, pekerjaan ini memerlukan perhatian besar dan kecermatan terhadap detail.
Selain kemampuan memimpin dan cermat, koordinator acara pun harus memiliki koneksi yang baik dengan vendor sehingga bisa memberikan layanan optimal buat klien.
7. Eksekutif PR
Eksekutif PR (public relation) bertanggung jawab atas reputasi klien atau perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka akan memastikan citra klien atau perusahaan baik dan dikenal luas.
Kemampuan mereka pun akan sangat diuji saat klien atau perusahaan menghadapi masalah.
Simak daftar pekerjaan yang paling bikin stres lainnya di halaman berikutnya..
Pekerjaan Paling Bikin Stres, Pekerjaanmu Termasuk?
Ilustrasi. Ada beberapa kerjaan yang rentan memicu stres tinggi. (iStockphoto/PeopleImages)
6. Operator telepon darurat
Operator telepon darurat akan menjawab panggilan darurat yang berarti panggilan dilakukan di jam-jam tak menentu dan isi panggilan yang cenderung memicu ketegangan.
Sementara pekerjaan melibatkan situasi tak pasti dan tegang, petugas operator harus tetap tenang dan memandu penelepon untuk langkah selanjutnya.
5. Pilot
Pilot bertanggung jawab atas keselamatan penumpang pesawat dalam berbagai kondisi, termasuk cuaca ekstrem. Hal ini jelas memicu stres cukup tinggi.
Tak hanya itu, perubahan di menit-menit terakhir penerbangan juga meningkatkan stres, terlebih tahu bahwa kondisi ini juga membuat penumpang frustasi.
Pantang pulang sebelum padam jadi slogan petugas pemadam kebakaran. Tiap kasus kebakaran punya tantangan berbeda entah dari segi lokasi, besaran kobaran api, maupun orang yang perlu diselamatkan selama musibah terjadi.
Petugas pemadam kebakaran pun harus selalu siap kapan pun dipanggil. Meski terlihat 'menganggur', sebenarnya mereka selalu waspada dan wajib bergerak cepat saat diperlukan.
3. Tenaga kesehatan
Selama pandemi Covid-19, banyak tenaga kesehatan mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan pasien. Kondisi pandemi pun memperlihatkan bahwa pekerjaan sebagai tenaga kesehatan memicu stres tinggi.
Di beberapa kesempatan, mereka kerap bekerja melebihi jam kerja dan mengorbankan kesejahteraan diri.
Petugas kepolisian bisa saja berada dalam situasi berisiko tinggi dan mengancam jiwa. Misalnya penanganan kasus kekerasan, perampokan bersenjata, atau situasi konflik.
Mereka mungkin berurusan penangkapan penjahat berbahaya atau perampok terorganisir, sehingga hal ini memicu stres dan masalah kesehatan lain.
1. Anggota militer
Anggota militer bisa dikirim bertugas ke suatu wilayah seperti situasi konflik bersenjata, upaya perdamaian atau kasus lain. Kondisi ini tentu memicu stres karena jauh dari rumah dan berhadapan dengan situasi perang yang traumatis.
Pekerjaan sebagai anggota militer seolah harus siap meninggalkan orang yang dicintai sewaktu-waktu, sehingga timbul kecemasan tingkat tinggi, gangguan stres, dan masalah kesehatan mental.