8 Cara Jadi Orang yang Lebih Easy Going, Hidup Lebih Santai

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. Jadi easy going bikin hidup lebih tenang. (iStock/Adene Sanchez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Stres merupakan bagian dari kehidupan yang wajar dialami setiap orang. Namun, jika terus-menerus merasa cemas, memikirkan hal-hal kecil secara berlebihan, atau ingin segala sesuatu berjalan sesuai rencana, hidup bisa terasa melelahkan.

Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan belajar menjadi pribadi yang lebih easy going. Sikap ini membuat seseorang lebih santai dalam menjalani kehidupan, terbuka terhadap perubahan, dan tidak mudah terbebani oleh hal-hal di luar kendalinya.

Menjadi easy going bukan berarti tidak peduli terhadap masalah atau mengabaikan tanggung jawab. Sebaliknya, sikap ini berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi, menerima ketidaksempurnaan, dan menghadapi berbagai situasi dengan lebih tenang.

Kabar baiknya, sikap tersebut dapat dilatih melalui kebiasaan sehari-hari. Lantas, bagaimana cara menjadi orang yang lebih easy going? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:

1. Kenali hal-hal yang membuat stres

Melansir situs SocialSelf, salah satu cara jadi orang yang lebih easy going adalah mengenali hal-hal yang memicu stres. Penyebab stres bisa beragam, mulai dari takut melakukan kesalahan, khawatir terhadap pendapat orang lain, hingga merasa segala sesuatu harus berjalan sesuai rencana.

Cobalah mencatat situasi yang membuatmu merasa kesal, cemas, atau tertekan. Setelah itu, evaluasi apakah kekhawatiran tersebut memiliki alasan yang kuat atau justru muncul karena kamu terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk. Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa memahami respons emosional diri sendiri dan belajar menghadapi situasi dengan lebih tenang.

2. Jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi

Terlalu sering memikirkan kemungkinan buruk atau overthinking dapat membuat pikiran terasa lelah. Padahal, tidak semua hal yang kamu khawatirkan akan benar-benar terjadi.

Ketika mulai memikirkan sesuatu secara berlebihan, tanyakan kepada diri sendiri apakah masalah tersebut bisa diselesaikan sekarang. Jika bisa, ambil langkah kecil untuk mengatasinya. Namun, jika berada di luar kendalimu, cobalah menerima bahwa tidak semua hal dapat dipastikan atau diatur.

Alih-alih terus mencemaskan masa depan, fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu lakukan hari ini. Dengan begitu, energi dan perhatianmu dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

3. Belajar menerima perubahan dan ketidaksempurnaan

Tidak semua hal akan berjalan sesuai harapan. Jadwal bisa berubah, pekerjaan mungkin tidak selesai tepat waktu, atau orang lain bertindak berbeda dari yang kamu inginkan. Jika terus berusaha mengendalikan setiap keadaan, kamu justru bisa lebih mudah merasa kecewa dan frustrasi.

Karena itu, belajarlah menerima bahwa perubahan dan ketidaksempurnaan merupakan bagian dari kehidupan. Kamu tidak harus selalu mendapatkan hasil sempurna untuk merasa puas dengan apa yang sudah dilakukan.

Cobalah mencari alternatif ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan. Kemampuan beradaptasi akan membantumu menghadapi situasi tak terduga tanpa harus larut dalam kekecewaan.

4. Batasi konsumsi berita dan media sosial

Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif atau membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain di media sosial dapat memengaruhi suasana hati. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini juga bisa membuatmu lebih mudah merasa cemas atau tidak puas dengan kehidupan sendiri.

Untuk mengatasinya, cobalah membatasi waktu menggunakan media sosial dan memilih sumber berita yang tepercaya. Kamu juga bisa mengambil jeda dari internet ketika mulai merasa kewalahan.

Manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang disukai, seperti membaca buku, berjalan kaki, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Dengan mengatur paparan informasi, kamu bisa memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan menikmati kehidupan di luar layar.

5. Berani mencoba hal baru

Menjadi pribadi yang lebih easy going juga berarti bersedia membuka diri terhadap pengalaman baru. Kamu bisa melatihnya dengan sesekali keluar dari rutinitas yang biasa dijalani.

Tidak perlu langsung melakukan sesuatu yang besar. Cobalah mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, mengikuti kegiatan bersama teman, mempelajari keterampilan baru, atau mencicipi makanan yang berbeda.

Pengalaman baru dapat membantumu belajar menghadapi situasi yang belum familiar. Kamu juga berkesempatan menemukan hal-hal yang ternyata disukai, tetapi sebelumnya belum pernah dicoba. Semakin terbiasa menghadapi pengalaman berbeda, semakin besar pula kesempatanmu untuk belajar beradaptasi dengan perubahan.

6. Jangan terlalu serius menghadapi setiap situasi

Bersikap serius memang diperlukan dalam kondisi tertentu. Namun, bukan berarti setiap kejadian harus dipikirkan secara mendalam atau dianggap sebagai masalah besar.

Terkadang, kesalahan kecil atau kejadian yang tidak berjalan sesuai harapan bisa disikapi dengan humor. Kamu juga tidak perlu terus-menerus menyalahkan diri sendiri hanya karena melakukan kekeliruan.

Cobalah belajar menertawakan kesalahan kecil tanpa merendahkan diri sendiri. Nikmati percakapan ringan, menonton acara komedi, atau bercanda bersama teman.

Sikap ini bukan berarti mengabaikan masalah penting. Sebaliknya, kamu belajar membedakan situasi yang memang perlu ditanggapi secara serius dan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu terlalu dipermasalahkan.

7. Utamakan hubungan, bukan keinginan untuk selalu benar

Dalam percakapan atau perdebatan, keinginan untuk selalu membuktikan bahwa diri sendiri benar dapat membuat hubungan menjadi tegang. Padahal, memahami sudut pandang orang lain terkadang lebih penting daripada memenangkan argumen.

Cobalah mendengarkan ketika orang lain berbicara, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak langsung tersinggung saat menerima kritik. Kamu tetap bisa mempertahankan prinsip dan menyampaikan pendapat tanpa harus mempermasalahkan setiap perbedaan kecil.

Jika terjadi perselisihan, fokuslah mencari pemahaman bersama daripada sekadar membuktikan siapa yang paling benar. Dengan begitu, kamu bisa menjalani hubungan sosial secara lebih nyaman sekaligus belajar mengelola emosi ketika menghadapi pandangan yang berbeda.

8. Biasakan bersyukur dan menikmati hal sederhana

Menjadi easy going juga berkaitan dengan kemampuan menikmati kehidupan saat ini. Jika terus menunggu pekerjaan impian, penghasilan besar, atau kehidupan yang sempurna untuk merasa bahagia, kamu mungkin melewatkan hal-hal menyenangkan yang sudah dimiliki.

Cobalah meluangkan waktu setiap hari untuk menyadari hal-hal sederhana yang patut disyukuri. Misalnya, menikmati makanan favorit, mengobrol dengan teman, menyelesaikan pekerjaan, atau beristirahat setelah menjalani hari yang melelahkan.

Selain itu, jangan abaikan kebutuhan fisik. Tidur yang cukup, olahraga rutin, dan waktu istirahat yang memadai dapat membantu menjaga kondisi tubuh serta mendukung pengelolaan emosi. Kamu tidak harus mengubah seluruh kebiasaan sekaligus. Mulailah dari langkah kecil yang terasa realistis, kemudian lakukan secara konsisten.

Itulah delapan cara jadi orang yang lebih easy going yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, menjadi lebih santai bukan berarti harus selalu merasa bahagia atau tidak pernah mengalami stres. Yang terpenting adalah belajar menghadapi masalah dengan lebih tenang, menerima hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati hidup.

(sac/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK