12 Ciri Orang yang Tidak Bisa Terima Kritik, Si Susah Mengaku Salah

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB
Ilustrasi. Kritik sebenarnya dapat dijadikan sarana memperbaiki diri agar lebih baik. Namun ada yang melihatnya sebagai sesuatu yang negatif. Berikut ciri orang yang tidak bisa terima kritik. (Pexels.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kritik sangat penting dalam proses belajar apalagi kritik yang sifatnya membangun. Namun tak semua orang bisa menerima kritik. Ciri orang yang tidak bisa terima kritik biasanya gampang tersinggung saat diberi masukan, menganggap kritik sebagai serangan, dan malah mempertanyakan apa yang sudah dilakukan orang lain.

Kritik biasanya dilakukan untuk bahan evaluasi serta umpan balik yang objektif pada suatu karya, ide, kebijakan hingga perilaku. Apa kamu pernah diberi kritik atau masukan?

Sebagian orang menyambut positif kritik karena dapat membantu dirinya berkembang lebih baik. Namun sebagian lain melihatnya sebagai sesuatu yang buruk atau mengancam.

Ciri orang yang tidak bisa terima kritik

Kritik merupakan tanggapan yang terkadang disertai dengan uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hal. Karena memperlihatkan suatu kekurangan, banyak sekali orang yang tidak senang mendengar kekurangannya dibahas oleh orang lain.

Kritik tidak bertujuan untuk menjatuhkan melainkan kesempatan untuk berkembang. Sikap sulit menerima kritikan akan menghambat perkembangan diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan kerja.

Berikut ini adalah ciri orang yang sulit menerima kritik

1. Kurangnya pengendalian diri

Seseorang yang tidak mengenal dirinya secara mendalam dan baik akan menjadi terlalu rentan terhadap pendapat orang lain, dikutip dari Psychology Today. Selain itu, dia tidak memiliki landasan yang kuat untuk diandalkan saat dibutuhkan.

Jika seseorang cukup mengenal dirinya sendiri, maka saat orang lain melontarkan kritik tertentu, dia akan tetap tenang. Dia sadar dengan banyaknya kelebihan yang membuatnya tetap menjadi pribadi yang baik, meskipun sempat melakukan kesalahan.

Kritikan mungkin akan membuat terluka, tetapi mampu merenungkannya dan menyadari bahwa orang-orang pada umumnya menyukainya akan membuat orang tersebut menerima kritikan dengan lapang dada.

2. Kesulitan mengelola perasaan

Seseorang yang tidak bisa menerima kritik akan diliputi rasa emosi yang membuat mereka merasa tidak berdaya saat itu juga. Orang tersebut akan langsung merasakan perpaduan antara rasa malu dan marah begitu mendengar kritik dan tidak tahu bagaimana harus menyikapinya.

3. Tidak memiliki sikap asertif

Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog" />Ilustrasi. Ciri orang yang tidak bisa terima kritik salah satunya tidak memiliki sikap asertif. (Pexels.com)

Sikap asertif adalah kemampuan untuk menyampaikan pikiran secara jujur, tegas, dan lugas tanpa melanggar hak ataupun perasaan orang lain.

Seseorang yang tidak bisa menerima kritikan merupakan orang tanpa sikap asertif. Kemampuan ini dapat membuatmu memahami perasaan sendiri dan mengelolanya.

4. Berlindung di balik "Memang beginilah saya"

Melansir Your Tango, orang yang menolak bertanggung jawab atas kesalahan mereka atau berkembang secara pribadi sering menggunakan kalimat "Memang beginilah saya" untuk membenarkan kurangnya tindakan mereka.

Studi oleh Universitas Brigham Young menemukan orang-orang dengan sikap seperti itu seringkali merasa tidak aman secara internal. Mereka berpikir bahwa mengakui kesalahan sama dengan mengakui kegagalan atau kekalahan.

5. Merasa diserang

Banyak orang yang terbelenggu oleh kebutuhan untuk diterima merasa sulit menerima kritikan orang lain. Mereka cenderung terus-menerus bersikap defensif, merasa diserang saat tidak mendapatkan pujian secara langsung.

Saat menerima kritik, mereka sering melontarkan kalimat seperti,"Mengapa kamu selalu menyasar saya?". Mereka memposisikan diri sebagai korban.

Padahal, kritikan tersebut sebagai aspek yang perlu dikembangkan demi kemajuan mereka, tetapi rasa tidak aman dalam diri mereka justru menafsirkan hal berbeda.

6. Enggan mengakui kesalahan

Dengan menyatakan seseorang telah salah menafsirkan perkataan mereka atau memutarbalikkan kata-kata, mereka menuduh orang lain menyalahkan mereka atas hal-hal yang sebenarnya tidak mereka lakukan.

Mereka lebih memilih untuk memposisikan orang lain sebagai pihak yang bersalah dan diri mereka sebagai korban. Mereka takut terlihat lemah atau kehilangan kendali dalam situasi harus mengakui kesalahan.

7. Marah

Orang yang tidak dapat menerima kritik akan marah saat mendapatkan masukan. Mereka akan meluapkan kemarahan kepada orang yang memberikan masukan, ditambahkan Medium.

8. Menarik diri

Mereka akan menutup diri secara emosional atau memilih untuk diam. Mereka juga akan mendiamkan orang lain sebagai bentuk reaksi terhadap kritikan.

9. Menyebut orang lain berlebihan

Orang yang tidak mampu menerima kritik mungkin melakukan 'gaslighting' untuk membuat orang lain merasa tidak aman. Hal itu sebagai upaya menutupi gejolak emosional dan ketidaknyamanan batin mereka sendiri.

Alih-alih menerima saran dan memetik manfaat dari masukan yang membangun, mereka justru akan melontarkan kalimat "kamu berlebihan" atau "kamu terlalu banyak menafsirkan sesuatu" guna menghindari tanggung jawab atau pengakuan atas kesalahan mereka.

10. Sulit melakukan perubahan

Mereka akan sulit melakukan Langkah nyata usai menerima kritik. Mereka tetap mengulangi kesalahan yang sama karena merasa tidak ada yang perlu diperbaiki.

Akibatnya, perkembangan diri menjadi terhambat dan orang lain pun kehilangan kepercayaan.

11. Menganggap kritikan tidak adil

Alih-alih berbenah usai dapat kritikan, mereka akan merasa jika masukan tidak adil bagi mereka. Apa pun bentuk masukannya, mereka selalu merasa diperlakukan tidak adil.

Padahal, kritik yang membangun biasanya diberikan berdasarkan pengamatan terhadap perilaku atau hasil kerja yang memang perlu diperbaiki.

12. Mempertanyakan apa yang sudah dilakukan orang lain

Dengan mengalihkan perhatian dari diri mereka sendiri dan bersikap defensif dalam percakapan, orang yang tidak mampu menerima kritik akan berlindung agar terhindar dari rasa tidak nyaman.

Mereka akan sering melontarkan kalimat seperti "Lalu, apa saja yang sudah kamu lakukan?" atau "Bagaimana dengan tindakanmu sendiri?".

(glo/els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK