73 Persen Kasus Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Masih banyak kasus diabetes di Indonesia belum terdeteksi. (iStockphoto/Maya23K)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes terus meningkat, sementara banyak kasus baru terdeteksi setelah memasuki tahap komplikasi.

Padahal, risiko tersebut dapat ditekan melalui deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat, termasuk pengaturan nutrisi. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025, diperkirakan terdapat 20,4 juta orang dewasa di Indonesia yang hidup dengan diabetes pada 2024. Indonesia bahkan menempati peringkat kelima negara dengan jumlah penyandang diabetes dewasa terbanyak di dunia.

Tantangan lainnya adalah masih tingginya kasus diabetes yang belum terdiagnosis. Sebanyak 73,2 persen kasus diabetes di Indonesia diperkirakan belum terdeteksi. Kondisi ini membuat upaya skrining dan edukasi kesehatan menjadi semakin penting, terutama untuk mengenali faktor risiko sejak dini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan deteksi dini merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian diabetes.

Menurut Nadia, masih banyak masyarakat yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah komplikasi mulai muncul. Padahal, sebagian besar komplikasi dapat dicegah apabila faktor risiko dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup yang tepat.

"Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun intervensi dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Nadia dalam keterangannya saat hadir di Media Discussion Diabetes Total Solution yang digelar Kalbe, Selasa (3/11).

Ia menambahkan, penguatan aspek promotif dan preventif menjadi salah satu fokus dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin diharapkan dapat membantu menekan risiko komplikasi sekaligus menjaga kualitas hidup.

Selain deteksi dini, pengaturan nutrisi juga memegang peranan penting dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes. Medical Doctor sekaligus Health Communicator Kalbe Nutritionals, Laurencia Ardi menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap penyandang diabetes harus menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang disukai.

Padahal, prinsip pengaturan makan bagi penyandang diabetes bukan semata-mata membatasi makanan secara ketat, melainkan memastikan pola konsumsi tetap seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah 5J, yakni jumlah, jenis, jadwal, jurus masak, dan jujur dalam mengatur pola konsumsi sehari-hari.

"Penyandang diabetes tetap dapat menikmati hidup dan makanan favoritnya selama memahami cara mengatur pola makan dengan tepat. Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan alternatif nutrisi dan pemanis yang sesuai kebutuhan," kata Laurencia.

Ia menjelaskan, pemenuhan nutrisi yang tepat membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga berat badan, memenuhi kebutuhan gizi harian, serta menyediakan energi untuk beraktivitas. Pengaturan nutrisi juga menjadi bagian dari upaya mencegah atau memperlambat perkembangan komplikasi diabetes.

Karena itu, edukasi mengenai pola makan seimbang perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penyandang diabetes dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan tetap produktif.

Head of Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho, mengatakan upaya pencegahan diabetes membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, media, hingga masyarakat.

Menurut dia, edukasi, deteksi dini, pemenuhan nutrisi, dan pemanfaatan inovasi kesehatan perlu berjalan beriringan untuk menghadapi peningkatan kasus diabetes di Indonesia.

"Pencegahan diabetes perlu dilakukan sedini mungkin. Upaya tersebut tidak hanya melalui edukasi dan deteksi dini, tetapi juga didukung pemenuhan nutrisi yang tepat serta pemanfaatan inovasi kesehatan yang membantu masyarakat memahami risiko kesehatannya secara lebih personal," kata Hari.

(tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK